Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. (Dok Riaupos.co)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas di berbagai kecamatan untuk menghadapi dampak kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Fasilitas kesehatan tersebut disiapkan sebagai posko utama bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas tetap berjalan seperti biasa, termasuk ketika memasuki hari libur atau tanggal merah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan karena kondisi kabut asap dinilai cukup serius dan berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.
“Kita menjadikan setiap Puskesmas yang ada di Pekanbaru sebagai posko utama terkait korban bencana asap yang ada di Kota Pekanbaru,” kata Agung, Rabu (26/8/2026).
Ia menyebutkan, jajaran terkait telah diminta memastikan tenaga kesehatan tetap tersedia di seluruh Puskesmas. Bahkan, fasilitas yang biasanya tidak melayani masyarakat ketika hari libur juga diminta tetap memberikan pelayanan.
Menurut Agung, kesiapan tersebut diperlukan agar masyarakat yang merasakan dampak kabut asap tidak kesulitan mendapatkan pertolongan medis ketika membutuhkan penanganan.
Berbagai kebutuhan untuk menangani gangguan kesehatan akibat asap juga telah disiapkan. Di antaranya masker, vitamin, serta perlengkapan untuk menangani penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Di Puskesmas kita menyiapkan ada masker, ada vitamin, termasuk juga peralatan-peralatan untuk penanganan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” jelasnya.
Di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap, Agung mengingatkan masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar ruangan. Warga yang harus tetap beraktivitas di luar rumah dianjurkan mengenakan masker dan memperbanyak minum air putih.
Pemko Pekanbaru juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Larangan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mencegah munculnya titik api baru yang dapat memperburuk kondisi kabut asap.
Bagi masyarakat yang menemukan kebakaran atau menghadapi situasi darurat, Pemko Pekanbaru meminta segera menghubungi TRC 112 Pekanbaru AMAN. Layanan tersebut tersedia gratis selama 24 jam untuk membantu masyarakat dalam kondisi yang membutuhkan penanganan segera. (ilo)
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…