Selasa, 16 April 2024

(Refleksi 74 Tahun Hari Jadi Kabupaten Kampar)

Menanti Pusat Pertumbuhan Ekonomi Riau di Kampar

RIAUPOS.CO – Dalam rangka bersempena hari jadi Kabupaten Kampar yang ke 74, yang jatuh pada tanggal 6 Februari 2024, sebagai salah satu masyarakat yang berasal dari Kampar, penulis menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Kampar, baik yang ada di perantauan maupun yang berada di kampung halaman.

Sejalan dengan tema HUT tahun ini, “Kampar Makin Maju, Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”, penulis bersama komunitas masyarakat Kampar yang ada di Pekanbaru ikut mendoakan kemajuan dan keberkahan bagi negeri yang dikenal dengan julukan Bumi Sarimadu atau negeri yang berjuluk Serambi Mekkah ini.

- Advertisement -

Di mata penulis, Kampar adalah kekuatan Riau, Kampar memiliki keunggulan dan potensi yang luar biasa sehingga bisa jadi pusat pertumbuhan ekonomi Riau ke depan.

Kampar memiliki banyak pilihan yang dapat dijadikan sebagai gerbong, lokomotif ekonomi. Bisa sektor pariwisata, melalui pengembangan wisata unggulan Danau Koto Panjang dan Candi Muara Takus. Bisa sektor industri, melalui pengembangan industri hilir berbasis agro yang didukung oleh produksi sawit dan karet, bisa juga berbasis perikanan yang potensinya sangat besar di Kampar.

Kampar juga bisa menjadikan sektor perikanan sebagai lokomotif, mengingat besarnya potensi perikanan darat di Kampar. Hal ini didukung oleh sumber daya alam dengan banyaknya sungai dan anak sungai yang mengalir di Kampar. ini suatu berkah yang harus kita manfaatkan disamping keberadaan danau PLTA Koto Panjang yang juga menjanjikan potensi yang luar biasa, ini saja dapat membuat Kampar menjadi sentra perikanan air tawar di Riau.

- Advertisement -

Salah satu yang menarik di Kampar adalah lompatan yang terjadi di sektor pendidikan, khususnya pendidikan tinggi yang hari ini berkembang, bahkan menjadi pemicu tumbuhnya aktifitas ekonomi di sektor-sektor lain. Dengan keberadaan beberapa pendidikan tinggi di Kampar dan program-program inovasi yang mereka lakukan, meyakinkan kita bahwa SDM Kampar siap menuju Indonesia emas 2045.

Penulis juga kaget bagaimana perguruan tinggi berada di depan sedang bertransformasi menjadi pengungkit ekonomi, contohnya seperti yang dilakukan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, yaitu membangun Kebun Raya Hortus Botanicus melalui kerjasama dengan BRIN, kebun raya ini terbesar ke empat di Indonesia dan nantinya akan berfungsi, disamping sebagai pusat riset dan kawasan konservasi, juga akan berfungsi sebagai kawasan wisata (eko wisata).

Integrasi dunia riset dan bisnis melalui pengelolaan bersama antara perguruan tinggi dan swasta, adalah model yang bagus yang dapat ditiru oleh perguruan tinggi lain, dalam mempersiapkan tamatan yang berjiwa entrepreneur disamping memberdayakan perguruan tinggi sebagai pusat riset.

Baca Juga:  Budaya Perayaan Imlek dan Agama Buddha

Hal ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia emas 2045, yaitu mempersiapkan generasi muda dan meningkatkan rasio enterprenership. Program ini akan membuat mahasiswa tertarik belajar dan terlibat menjadi enterpreneur.Penulis melihat banyak peluang dan kekuatan yang dimiliki Kampar.

Penting bagi pengambil kebijakan di Kampar, untuk memprioritaskan pengembangan potensi pada sektor-sektor yang disebutkan tadi secara optimal, konkrit dan berjalan paralel, sehingga memberi akselerasi pertumbuhan ekonomi di segala bidang. Untuk itu dibutuhkan strategi yang efektif, efisien dan dapat diukur. Penyediaan infrastruktur menjadi sangat penting, skala prioritas perlu ditetapkan terutama untuk proyek-proyek yang memiliki multiplier effect yang besar.

Perlu juga disadari bahwa pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari kegiatan investasi, terkait hal tersebut Kampar harus mampu mendatangkan investasi. Yang paling siap mungkin sektor pariwisata, danau PLTA Koto Panjang memiliki daya tarik yang harus diindustrilisasi menjadi industri pariwisata, pembangkit ekonomi.

Apa yang kita butuhkan adalah investor, keterlibatan swasta akan membuat kawasan ini hidup. Begitu juga sektor industri, butuh investor. Kampar harus mengembangkan kawasan industri sendiri atau bisa berkaloborasi memanfaatkan kawasan industri tenayan yang memiliki cakupan layanan pada skala regional khususnya kawasan pekansikawan.

Ada dua jenis investasi yang perlu disinergikan, yaitu investasi padat modal dan investasi padat karya. Investasi padat modal yaitu investasi yang membutuhkan modal besar seperti sektor industri, ini untuk memicu pertumbuhan, sedangkan investasi padat karya akan menyerap banyak tenaga kerja, dan secara fundamental ekonomi akan memperbaiki taraf hidup masyarakat, seperti sektor perikanan, perdagangan, perkebunan, pariwisata dan lain-lain.

Disamping investasi, penguatan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat juga perlu dilakukan. Terutama untuk pengentasan kemiskinan dan percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Kampar perlu memperbanyak program-program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan membentuk kemandirian dan daya saing melalui pelatihan keterampilan dan keahlian sehingga masyarakat mampu membuka usaha sendiri atau mampu bersaing dalam mendapatkan pekerjaan untuk kehidupan yang lebih baik.

Pemberdayaan masyarakat harus diikuti pembinaan UMKM, artinya bagi masyarakat yang sudah mulai bangkit/berdaya harus difasilitasi dalam bentuk UMKM dan diberikan dukungan permodalan dan pemasarannya. Kemudian lebih lanjut UMKM-UMKM yang sudah ada didorong menjadi UMKM naik kelas, yaitu dengan memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial dalam menjalankan bisnisnya, sehingga potensi ekonomi digital dapat dikuasai oleh pelaku UMKM di Kampar.

Penulis melihat potensi UMKM Kampar salah satunya bisa dibangun melalui home industri berbasis makanan. Kampar memiliki komoditi-komoditi unggulan yang bisa diolah oleh usaha masyarakat dalam bentuk home industri menjadi makanan olahan, seperti makanan olahan yang berasal dari nenas, jeruk, jambu, madu, rambutan, pinang dan sebagainya. Pemda dapat memfasilitasi dalam bentuk packaging, promosi dan pemasarannya.

Baca Juga:  Menakar Pandemi di Tahun Politik

Disamping memajukan UMKM, koperasi juga perlu dimajukan sebagai wadah penting dalam membangun ekonomi kerakyatan. Terutama dalam membentuk usaha bersama seperti di bidang perikanan, pertanian, perdagangan, jasa dan lain sebagainya. Hal ini harus mendapat perhatian, pembinaan dan dukungan Pemda, sehingga koperasi benar-benar dapat menjadi instrumen dalam mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Kampar memiliki sejarah yang menunjukkan peran strategis dan kekuatannya dimasa lampau. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa Kampar sejak zaman purbakala sudah menjadi salah satu pusat peradaban di Sumatera bahkan di nusantara, hal ini bisa ditunjukkan dengan keberadaan peninggalan-peninggalan zaman megalitikum berupa menhir di XIII Koto Kampar. Bahkan, keberadaan candi Muara Takus yang merupakan peninggalan cikal bakal kerajaan Sriwijaya awal menunjukkan bahwa Kampar pernah menjadi pusat pemerintahan Sriwijaya sebelum pindah ke Palembang.

Di Kampar kita juga banyak menemukan jejak peradaban islam di masa lampau. Pada masa kolonial, Kampar dieksploitasi kekayaannya, karena Kampar kaya dengan biji timah bahkan emas. Artinya Kampar sejak dahulu kala pernah menjadi pusat peradaban, pusat keagaaman, pusat bisnis, pusat pemerintahan. Sejarah panjang ini membentuk jati diri Kampar sebagai masyarakat yang beradab, beradat, agamis dan bermarwah. Semua itu menjadi modal sosial dalam membangun Kampar kedepan.

Kekuatan lain yang dimiliki Kampar adalah budaya, sejarah mencatat semenjak abad ke 1 sampai 19, secara silih berganti daerah Kampar pernah menjadi pusat dan bagian kerajaan-kerajaan nusantara, yang ikut memberi warna kehidupan sosio-kultural masyarakat Kampar, diantaranya kerajaan Kandis, Tupo, Koying, Melayu, Sriwijaya, Dharmasraya, Kuntu Kampar, Kampar, Pagaruyung dan Siak.

Dalam perjalanan pembentukan sosio-kultural Kampar yang panjang, Kampar memiliki kekayaan budaya dan jati diri yang unik. Identitas budaya ini mulai memudar namun secara geografis, kita masih bisa melihatnya dalam tiga zona wilayah, yaitu Kampar bagian utara meliputi seluruh wilayah Tapung, Kampar bagian tengah meliputi 5 koto dan XIII Koto Kampar, dan Kampar bagian Selatan meliputi seluruh wilayah Kampar kiri dan Siak Hulu.

Ini penting untuk dipahami, tiga wilayah tadi adalah potensi kewilayahan berbasis masyarakat adat, kekuatan Kampar.

Pemda mesti mampu membangun masing-masing wilayah tadi tumbuh sesuai potensinya menjadi pusat ekonomi baru. Dengan potensi dan kekuatan yang dimiliki, Kampar memiliki modal untuk memenangkan tantangan kedepan terutama menuju Indonesia emas 2045.

Firdaus, Wali Kota Pekanbaru periode 2012–2017 dan 2017–2022

RIAUPOS.CO – Dalam rangka bersempena hari jadi Kabupaten Kampar yang ke 74, yang jatuh pada tanggal 6 Februari 2024, sebagai salah satu masyarakat yang berasal dari Kampar, penulis menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Kampar, baik yang ada di perantauan maupun yang berada di kampung halaman.

Sejalan dengan tema HUT tahun ini, “Kampar Makin Maju, Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”, penulis bersama komunitas masyarakat Kampar yang ada di Pekanbaru ikut mendoakan kemajuan dan keberkahan bagi negeri yang dikenal dengan julukan Bumi Sarimadu atau negeri yang berjuluk Serambi Mekkah ini.

Di mata penulis, Kampar adalah kekuatan Riau, Kampar memiliki keunggulan dan potensi yang luar biasa sehingga bisa jadi pusat pertumbuhan ekonomi Riau ke depan.

Kampar memiliki banyak pilihan yang dapat dijadikan sebagai gerbong, lokomotif ekonomi. Bisa sektor pariwisata, melalui pengembangan wisata unggulan Danau Koto Panjang dan Candi Muara Takus. Bisa sektor industri, melalui pengembangan industri hilir berbasis agro yang didukung oleh produksi sawit dan karet, bisa juga berbasis perikanan yang potensinya sangat besar di Kampar.

Kampar juga bisa menjadikan sektor perikanan sebagai lokomotif, mengingat besarnya potensi perikanan darat di Kampar. Hal ini didukung oleh sumber daya alam dengan banyaknya sungai dan anak sungai yang mengalir di Kampar. ini suatu berkah yang harus kita manfaatkan disamping keberadaan danau PLTA Koto Panjang yang juga menjanjikan potensi yang luar biasa, ini saja dapat membuat Kampar menjadi sentra perikanan air tawar di Riau.

Salah satu yang menarik di Kampar adalah lompatan yang terjadi di sektor pendidikan, khususnya pendidikan tinggi yang hari ini berkembang, bahkan menjadi pemicu tumbuhnya aktifitas ekonomi di sektor-sektor lain. Dengan keberadaan beberapa pendidikan tinggi di Kampar dan program-program inovasi yang mereka lakukan, meyakinkan kita bahwa SDM Kampar siap menuju Indonesia emas 2045.

Penulis juga kaget bagaimana perguruan tinggi berada di depan sedang bertransformasi menjadi pengungkit ekonomi, contohnya seperti yang dilakukan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, yaitu membangun Kebun Raya Hortus Botanicus melalui kerjasama dengan BRIN, kebun raya ini terbesar ke empat di Indonesia dan nantinya akan berfungsi, disamping sebagai pusat riset dan kawasan konservasi, juga akan berfungsi sebagai kawasan wisata (eko wisata).

Integrasi dunia riset dan bisnis melalui pengelolaan bersama antara perguruan tinggi dan swasta, adalah model yang bagus yang dapat ditiru oleh perguruan tinggi lain, dalam mempersiapkan tamatan yang berjiwa entrepreneur disamping memberdayakan perguruan tinggi sebagai pusat riset.

Baca Juga:  Peralihan dari Labanisasi ke Kapitalisasi pada Era Disrupsi

Hal ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia emas 2045, yaitu mempersiapkan generasi muda dan meningkatkan rasio enterprenership. Program ini akan membuat mahasiswa tertarik belajar dan terlibat menjadi enterpreneur.Penulis melihat banyak peluang dan kekuatan yang dimiliki Kampar.

Penting bagi pengambil kebijakan di Kampar, untuk memprioritaskan pengembangan potensi pada sektor-sektor yang disebutkan tadi secara optimal, konkrit dan berjalan paralel, sehingga memberi akselerasi pertumbuhan ekonomi di segala bidang. Untuk itu dibutuhkan strategi yang efektif, efisien dan dapat diukur. Penyediaan infrastruktur menjadi sangat penting, skala prioritas perlu ditetapkan terutama untuk proyek-proyek yang memiliki multiplier effect yang besar.

Perlu juga disadari bahwa pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari kegiatan investasi, terkait hal tersebut Kampar harus mampu mendatangkan investasi. Yang paling siap mungkin sektor pariwisata, danau PLTA Koto Panjang memiliki daya tarik yang harus diindustrilisasi menjadi industri pariwisata, pembangkit ekonomi.

Apa yang kita butuhkan adalah investor, keterlibatan swasta akan membuat kawasan ini hidup. Begitu juga sektor industri, butuh investor. Kampar harus mengembangkan kawasan industri sendiri atau bisa berkaloborasi memanfaatkan kawasan industri tenayan yang memiliki cakupan layanan pada skala regional khususnya kawasan pekansikawan.

Ada dua jenis investasi yang perlu disinergikan, yaitu investasi padat modal dan investasi padat karya. Investasi padat modal yaitu investasi yang membutuhkan modal besar seperti sektor industri, ini untuk memicu pertumbuhan, sedangkan investasi padat karya akan menyerap banyak tenaga kerja, dan secara fundamental ekonomi akan memperbaiki taraf hidup masyarakat, seperti sektor perikanan, perdagangan, perkebunan, pariwisata dan lain-lain.

Disamping investasi, penguatan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat juga perlu dilakukan. Terutama untuk pengentasan kemiskinan dan percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Kampar perlu memperbanyak program-program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan membentuk kemandirian dan daya saing melalui pelatihan keterampilan dan keahlian sehingga masyarakat mampu membuka usaha sendiri atau mampu bersaing dalam mendapatkan pekerjaan untuk kehidupan yang lebih baik.

Pemberdayaan masyarakat harus diikuti pembinaan UMKM, artinya bagi masyarakat yang sudah mulai bangkit/berdaya harus difasilitasi dalam bentuk UMKM dan diberikan dukungan permodalan dan pemasarannya. Kemudian lebih lanjut UMKM-UMKM yang sudah ada didorong menjadi UMKM naik kelas, yaitu dengan memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial dalam menjalankan bisnisnya, sehingga potensi ekonomi digital dapat dikuasai oleh pelaku UMKM di Kampar.

Penulis melihat potensi UMKM Kampar salah satunya bisa dibangun melalui home industri berbasis makanan. Kampar memiliki komoditi-komoditi unggulan yang bisa diolah oleh usaha masyarakat dalam bentuk home industri menjadi makanan olahan, seperti makanan olahan yang berasal dari nenas, jeruk, jambu, madu, rambutan, pinang dan sebagainya. Pemda dapat memfasilitasi dalam bentuk packaging, promosi dan pemasarannya.

Baca Juga:  Bahaya Filter Bubble dan Echo Chamber di Media Sosial

Disamping memajukan UMKM, koperasi juga perlu dimajukan sebagai wadah penting dalam membangun ekonomi kerakyatan. Terutama dalam membentuk usaha bersama seperti di bidang perikanan, pertanian, perdagangan, jasa dan lain sebagainya. Hal ini harus mendapat perhatian, pembinaan dan dukungan Pemda, sehingga koperasi benar-benar dapat menjadi instrumen dalam mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Kampar memiliki sejarah yang menunjukkan peran strategis dan kekuatannya dimasa lampau. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa Kampar sejak zaman purbakala sudah menjadi salah satu pusat peradaban di Sumatera bahkan di nusantara, hal ini bisa ditunjukkan dengan keberadaan peninggalan-peninggalan zaman megalitikum berupa menhir di XIII Koto Kampar. Bahkan, keberadaan candi Muara Takus yang merupakan peninggalan cikal bakal kerajaan Sriwijaya awal menunjukkan bahwa Kampar pernah menjadi pusat pemerintahan Sriwijaya sebelum pindah ke Palembang.

Di Kampar kita juga banyak menemukan jejak peradaban islam di masa lampau. Pada masa kolonial, Kampar dieksploitasi kekayaannya, karena Kampar kaya dengan biji timah bahkan emas. Artinya Kampar sejak dahulu kala pernah menjadi pusat peradaban, pusat keagaaman, pusat bisnis, pusat pemerintahan. Sejarah panjang ini membentuk jati diri Kampar sebagai masyarakat yang beradab, beradat, agamis dan bermarwah. Semua itu menjadi modal sosial dalam membangun Kampar kedepan.

Kekuatan lain yang dimiliki Kampar adalah budaya, sejarah mencatat semenjak abad ke 1 sampai 19, secara silih berganti daerah Kampar pernah menjadi pusat dan bagian kerajaan-kerajaan nusantara, yang ikut memberi warna kehidupan sosio-kultural masyarakat Kampar, diantaranya kerajaan Kandis, Tupo, Koying, Melayu, Sriwijaya, Dharmasraya, Kuntu Kampar, Kampar, Pagaruyung dan Siak.

Dalam perjalanan pembentukan sosio-kultural Kampar yang panjang, Kampar memiliki kekayaan budaya dan jati diri yang unik. Identitas budaya ini mulai memudar namun secara geografis, kita masih bisa melihatnya dalam tiga zona wilayah, yaitu Kampar bagian utara meliputi seluruh wilayah Tapung, Kampar bagian tengah meliputi 5 koto dan XIII Koto Kampar, dan Kampar bagian Selatan meliputi seluruh wilayah Kampar kiri dan Siak Hulu.

Ini penting untuk dipahami, tiga wilayah tadi adalah potensi kewilayahan berbasis masyarakat adat, kekuatan Kampar.

Pemda mesti mampu membangun masing-masing wilayah tadi tumbuh sesuai potensinya menjadi pusat ekonomi baru. Dengan potensi dan kekuatan yang dimiliki, Kampar memiliki modal untuk memenangkan tantangan kedepan terutama menuju Indonesia emas 2045.

Firdaus, Wali Kota Pekanbaru periode 2012–2017 dan 2017–2022

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari