Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Simone dan Filippo Inzaghi Mengulang Kisah Dua Dekade Silam

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Berasal dari klub yang sama, Piacenza, Simone Inzaghi dan Filippo Inzaghi sangat jarang menjalani musim sukses bersama. Sebagai pemain, praktis hanya pada Agustus 1999 kakak beradik itu sama-sama mengangkat trofi juara. Di Eropa pula.

Jika Super Pippo –julukan Filippo– memenangi Piala Intertoto bersama, Simone memenangi Piala Super Eropa bersama Lazio. Dua dekade berselang, duo Inzaghi mengulang momen sukses tersebut.

Simone (43), mengangkat trofi Supercoppa Italiana di Riyadh kemarin (23/12). Sementara itu, sang kakak, Pippo (46), melambungkan Benevento sebagai pemuncak klasemen Serie B. Gli Stregoni –julukan Benevento– hampir pasti menggenggam Campione de Inverno (juara paro musim) seiring keunggulan sembilan poin (40-31) Pordenone dengan dua giornata tersisa.

Baca Juga:  Dianggap Membahayakan Ofisial dan Didiskualifikasi, Djokovic Minta Maaf

"Dia (Pippo) selalu melakukan yang terbaik untuk klubnya. Aku yakin dia segera kembali ke Serie A," tutur Simone kepada Sky Italia. Musim lalu, duo Inzaghi sempat beradu taktik di Serie A. Simone di Lazio menghadapi Pippo yang melatih Bologna. Hasilnya, Simone membawa Biancocelesti menang 2-0 di kandang Bologna.

"Dia (Pippo) memiliki pengalaman yang lebih baik," lanjut Simone.

Jika dibandingkan dengan Simone, Pippo memang lebih lama melatih. Pippo sudah enam musim menjadi allenatore. Simone? Baru empat musim terakhir.

"Tapi, dia sudah seperti (Sir Alex) Ferguson-nya Lazio. Dia telah melakukan hal yang luar biasa (bersama Lazio)," kata Pippo kepada Solo Lazio.

Musim panas lalu, Pippo dikabarkan sempat menyarankan agar Simone menerima pinangan Juve sebagai pengganti Massimiliano Allegri. Tapi, karena dia masih digandoli Lazio, Juve akhirnya memilih Maurizio Sarri.

Baca Juga:  Ganda Nomor 1 Dunia Junior Akan Dievaluasi

"Kesuksesannya akan semakin lengkap jika mampu mengantarkan Lazio ke Liga Champions (musim depan)," ujar Pippo.

Koleksi trofi Pippo dan Simone bisa sama persis akhir musim ini. Simone telah mengoleksi tiga trofi. Dua kali Supercoppa Italiana (2017 dan 2019) dan Coppa Italia 2018–2019. Pippo? Juara Serie B bersama Benevento musim ini akan melengkapi kesuksesan menjadikan Venezia juara Lega Pro (kasta ketiga di Italia) dan Coppa Italia Lega Pro pada musim 2016–2017.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Berasal dari klub yang sama, Piacenza, Simone Inzaghi dan Filippo Inzaghi sangat jarang menjalani musim sukses bersama. Sebagai pemain, praktis hanya pada Agustus 1999 kakak beradik itu sama-sama mengangkat trofi juara. Di Eropa pula.

Jika Super Pippo –julukan Filippo– memenangi Piala Intertoto bersama, Simone memenangi Piala Super Eropa bersama Lazio. Dua dekade berselang, duo Inzaghi mengulang momen sukses tersebut.

Simone (43), mengangkat trofi Supercoppa Italiana di Riyadh kemarin (23/12). Sementara itu, sang kakak, Pippo (46), melambungkan Benevento sebagai pemuncak klasemen Serie B. Gli Stregoni –julukan Benevento– hampir pasti menggenggam Campione de Inverno (juara paro musim) seiring keunggulan sembilan poin (40-31) Pordenone dengan dua giornata tersisa.

Baca Juga:  Pelatih Verona Sebut Milan Harusnya Peringkat Ketiga atau Keempat

"Dia (Pippo) selalu melakukan yang terbaik untuk klubnya. Aku yakin dia segera kembali ke Serie A," tutur Simone kepada Sky Italia. Musim lalu, duo Inzaghi sempat beradu taktik di Serie A. Simone di Lazio menghadapi Pippo yang melatih Bologna. Hasilnya, Simone membawa Biancocelesti menang 2-0 di kandang Bologna.

"Dia (Pippo) memiliki pengalaman yang lebih baik," lanjut Simone.

Jika dibandingkan dengan Simone, Pippo memang lebih lama melatih. Pippo sudah enam musim menjadi allenatore. Simone? Baru empat musim terakhir.

"Tapi, dia sudah seperti (Sir Alex) Ferguson-nya Lazio. Dia telah melakukan hal yang luar biasa (bersama Lazio)," kata Pippo kepada Solo Lazio.

Musim panas lalu, Pippo dikabarkan sempat menyarankan agar Simone menerima pinangan Juve sebagai pengganti Massimiliano Allegri. Tapi, karena dia masih digandoli Lazio, Juve akhirnya memilih Maurizio Sarri.

Baca Juga:  Standard Liege vs Arsenal: Jaga Mood Ruang Ganti The Gunners

"Kesuksesannya akan semakin lengkap jika mampu mengantarkan Lazio ke Liga Champions (musim depan)," ujar Pippo.

Koleksi trofi Pippo dan Simone bisa sama persis akhir musim ini. Simone telah mengoleksi tiga trofi. Dua kali Supercoppa Italiana (2017 dan 2019) dan Coppa Italia 2018–2019. Pippo? Juara Serie B bersama Benevento musim ini akan melengkapi kesuksesan menjadikan Venezia juara Lega Pro (kasta ketiga di Italia) dan Coppa Italia Lega Pro pada musim 2016–2017.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Simone dan Filippo Inzaghi Mengulang Kisah Dua Dekade Silam

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Berasal dari klub yang sama, Piacenza, Simone Inzaghi dan Filippo Inzaghi sangat jarang menjalani musim sukses bersama. Sebagai pemain, praktis hanya pada Agustus 1999 kakak beradik itu sama-sama mengangkat trofi juara. Di Eropa pula.

Jika Super Pippo –julukan Filippo– memenangi Piala Intertoto bersama, Simone memenangi Piala Super Eropa bersama Lazio. Dua dekade berselang, duo Inzaghi mengulang momen sukses tersebut.

Simone (43), mengangkat trofi Supercoppa Italiana di Riyadh kemarin (23/12). Sementara itu, sang kakak, Pippo (46), melambungkan Benevento sebagai pemuncak klasemen Serie B. Gli Stregoni –julukan Benevento– hampir pasti menggenggam Campione de Inverno (juara paro musim) seiring keunggulan sembilan poin (40-31) Pordenone dengan dua giornata tersisa.

Baca Juga:  Ganda Nomor 1 Dunia Junior Akan Dievaluasi

"Dia (Pippo) selalu melakukan yang terbaik untuk klubnya. Aku yakin dia segera kembali ke Serie A," tutur Simone kepada Sky Italia. Musim lalu, duo Inzaghi sempat beradu taktik di Serie A. Simone di Lazio menghadapi Pippo yang melatih Bologna. Hasilnya, Simone membawa Biancocelesti menang 2-0 di kandang Bologna.

"Dia (Pippo) memiliki pengalaman yang lebih baik," lanjut Simone.

Jika dibandingkan dengan Simone, Pippo memang lebih lama melatih. Pippo sudah enam musim menjadi allenatore. Simone? Baru empat musim terakhir.

"Tapi, dia sudah seperti (Sir Alex) Ferguson-nya Lazio. Dia telah melakukan hal yang luar biasa (bersama Lazio)," kata Pippo kepada Solo Lazio.

Musim panas lalu, Pippo dikabarkan sempat menyarankan agar Simone menerima pinangan Juve sebagai pengganti Massimiliano Allegri. Tapi, karena dia masih digandoli Lazio, Juve akhirnya memilih Maurizio Sarri.

Baca Juga:  Pelatih Verona Sebut Milan Harusnya Peringkat Ketiga atau Keempat

"Kesuksesannya akan semakin lengkap jika mampu mengantarkan Lazio ke Liga Champions (musim depan)," ujar Pippo.

Koleksi trofi Pippo dan Simone bisa sama persis akhir musim ini. Simone telah mengoleksi tiga trofi. Dua kali Supercoppa Italiana (2017 dan 2019) dan Coppa Italia 2018–2019. Pippo? Juara Serie B bersama Benevento musim ini akan melengkapi kesuksesan menjadikan Venezia juara Lega Pro (kasta ketiga di Italia) dan Coppa Italia Lega Pro pada musim 2016–2017.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Berasal dari klub yang sama, Piacenza, Simone Inzaghi dan Filippo Inzaghi sangat jarang menjalani musim sukses bersama. Sebagai pemain, praktis hanya pada Agustus 1999 kakak beradik itu sama-sama mengangkat trofi juara. Di Eropa pula.

Jika Super Pippo –julukan Filippo– memenangi Piala Intertoto bersama, Simone memenangi Piala Super Eropa bersama Lazio. Dua dekade berselang, duo Inzaghi mengulang momen sukses tersebut.

Simone (43), mengangkat trofi Supercoppa Italiana di Riyadh kemarin (23/12). Sementara itu, sang kakak, Pippo (46), melambungkan Benevento sebagai pemuncak klasemen Serie B. Gli Stregoni –julukan Benevento– hampir pasti menggenggam Campione de Inverno (juara paro musim) seiring keunggulan sembilan poin (40-31) Pordenone dengan dua giornata tersisa.

Baca Juga:  Standard Liege vs Arsenal: Jaga Mood Ruang Ganti The Gunners

"Dia (Pippo) selalu melakukan yang terbaik untuk klubnya. Aku yakin dia segera kembali ke Serie A," tutur Simone kepada Sky Italia. Musim lalu, duo Inzaghi sempat beradu taktik di Serie A. Simone di Lazio menghadapi Pippo yang melatih Bologna. Hasilnya, Simone membawa Biancocelesti menang 2-0 di kandang Bologna.

"Dia (Pippo) memiliki pengalaman yang lebih baik," lanjut Simone.

Jika dibandingkan dengan Simone, Pippo memang lebih lama melatih. Pippo sudah enam musim menjadi allenatore. Simone? Baru empat musim terakhir.

"Tapi, dia sudah seperti (Sir Alex) Ferguson-nya Lazio. Dia telah melakukan hal yang luar biasa (bersama Lazio)," kata Pippo kepada Solo Lazio.

Musim panas lalu, Pippo dikabarkan sempat menyarankan agar Simone menerima pinangan Juve sebagai pengganti Massimiliano Allegri. Tapi, karena dia masih digandoli Lazio, Juve akhirnya memilih Maurizio Sarri.

Baca Juga:  Austria Akan Tampil Beda saat Hadapi Italia

"Kesuksesannya akan semakin lengkap jika mampu mengantarkan Lazio ke Liga Champions (musim depan)," ujar Pippo.

Koleksi trofi Pippo dan Simone bisa sama persis akhir musim ini. Simone telah mengoleksi tiga trofi. Dua kali Supercoppa Italiana (2017 dan 2019) dan Coppa Italia 2018–2019. Pippo? Juara Serie B bersama Benevento musim ini akan melengkapi kesuksesan menjadikan Venezia juara Lega Pro (kasta ketiga di Italia) dan Coppa Italia Lega Pro pada musim 2016–2017.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari