Pemain timnas Indonesia menjalani sesi latihan di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (20/3/2024). (HARITSAH ALMUDATSIR/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sejak berpesta enam gol tanpa balas ke gawang Brunei Darussalam dalam pertandingan ronde pertama kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 12 Oktober lalu, tim nasional Indonesia belum pernah lagi memainkan laga internasional di Tanah Air.
Ya, setelah laga itu, tercatat ada 10 pertandingan internasional dalam berbagai ajang yang dimainkan Indonesia sepanjang periode Oktober–Januari. Termasuk Piala Asia 2023 Qatar.
Namun, tidak semua pertandingan yang dimainkan di luar Indonesia berakhir dengan kemenangan. Pasukan Merah Putih hanya memenangkan dua pertandingan dan meraih satu hasil imbang. Sementara itu, tujuh pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.
Karena itu, pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) merasa sangat bergairah saat bertemu Vietnam dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (20/3) mulai pukul 20.30 WIB malam ini.
Laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini tak hanya menjadi momentum bagi timnas Indonesia untuk kembali bertanding di Tanah Air. Kesempatan ini juga akan dimaksimalkan untuk memperbaiki posisi Indonesia di papan klasemen Grup F. Saat ini Indonesia menempati posisi juru kunci dengan baru mengoleksi satu poin dari dua laga yang sudah dilalui. Karena itu, demi misi meraih tiga poin, STY akan menjanjikan permainan terbuka dan menyerang. Dia menilai permainan Indonesia saat ini terus berkembang.
Perkembangan tersebut tidak terlepas dari keikutsertaan Indonesia di Piala Asia 2023 Qatar. Dalam ajang itu, Indonesia berhadapan dengan lawan-lawan tangguh. Yaitu, Irak, Vietnam, Jepang, dan Australia. ’’Karena itu, Indonesia lebih banyak kebobolan dibandingkan mencetak gol. Namun, tim kami punya banyak harapan dan masih berkembang. Pertandingan melawan Vietnam akan diupayakan untuk tidak kebobolan dan mampu mencetak gol. Kami sedang mempersiapkan itu,’’ ujar pelatih asal Korea Selatan itu, kemarin.
STY percaya diri bisa mengalahkan Vietnam. Apalagi, kekuatan Indonesia bertambah seiring dengan rampungnya proses administrasi perpindahan kewarganegaraan Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On. Sebenarnya, masih ada dua pemain naturalisasi lagi yang disiapkan. Yaitu, Tom Haye dan Ragnar Oratmangoen. Namun, proses administrasinya belum tuntas.(fiq/c17/ali/jpg)
Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…
Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…
Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…
Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…
Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…
Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…