Minggu, 6 April 2025
spot_img

Media Inggris dan Prancis Berdebat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bek RB Leipzig Marcel Halstenberg menego Neymar Jr supaya bersedia memberikan jersey Paris Saint-Germain (PSG) kepadanya setelah laga kemarin (19/8). Neymar pun tidak berkeberatan.

Striker PSG itu memberikan jersey nomor 10 miliknya dan mendapatkan jersey nomor 23 milik Halstenberg.

Media Inggris The Sun pun menyebut tindakan Neymar itu sudah menyalahi protokol kesehatan dalam pertandingan. Peluang bintang asal Brasil tersebut menjalani final Liga Champions kali kedua setelah yang pertama bersama FC Barcelona pada 2015 pun terancam.

"Sesuai dengan protokol baru UEFA, pemain disarankan menahan diri dari bertukar jersey," sebut The Sun.

Sesuai dengan peraturan disiplin UEFA, pemain yang bertukar jersey selama Final Eight Liga Champions di Lisbon dikenai isolasi diri selama 12 hari. Padahal, selisih waktu sampai ke final pada Senin dini hari nanti (24/8) hanya lima hari. "Dia (Neymar) bisa absen (di final)," klaim The Sun.

Baca Juga:  Putra Ringan, Putri Tetap Berat

Tapi, salah satu media Prancis yang punya afiliasi dengan PSG, Planete PSG, mengklaim entraineur PSG Thomas Tuchel takkan kehilangan Neymar dalam opsi lini serangnya pada final nanti. Menurut Planete PSG, ada salah pemahaman dari bunyi aturan UEFA itu.

"Pemain hanya disarankan membatasi diri dalam pertukaran jersey. Tidak tertulis bunyi larangan dan sanksinya," sebut media yang sudah 19 tahun menemani perjalanan PSG tersebut.

Hingga tadi malam, UEFA belum memberikan respons terkait dengan tindakan Neymar bertukar jersey. "Itu hanya guyonan media Inggris," tulis media Prancis lainnya, VIPSG.

Komentator dan analis sepak bola Canal+ Pierre Menes juga menuding media-media Inggris punya maksud tersendiri di balik kabar sanksi untuk Neymar tersebut. "Semua tahu, ketika berada di level terbaik, dia (Neymar) bisa memenangkan apa pun untuk PSG," ucap Menes.

Baca Juga:  WADA Pastikan World Superbike di Mandalika Boleh Digelar

Neymar, pun tak ambil pusing dengan kabar yang menyebut dirinya bakal dilarang tampil di final. Dalam akun Instagram-nya, pemain 28 tahun itu hanya ingin bermain di final dan meraih juara. "Marilah kita berburu trofi, Si Kuping Lebar, untuk Paris!" tulisnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bek RB Leipzig Marcel Halstenberg menego Neymar Jr supaya bersedia memberikan jersey Paris Saint-Germain (PSG) kepadanya setelah laga kemarin (19/8). Neymar pun tidak berkeberatan.

Striker PSG itu memberikan jersey nomor 10 miliknya dan mendapatkan jersey nomor 23 milik Halstenberg.

Media Inggris The Sun pun menyebut tindakan Neymar itu sudah menyalahi protokol kesehatan dalam pertandingan. Peluang bintang asal Brasil tersebut menjalani final Liga Champions kali kedua setelah yang pertama bersama FC Barcelona pada 2015 pun terancam.

"Sesuai dengan protokol baru UEFA, pemain disarankan menahan diri dari bertukar jersey," sebut The Sun.

Sesuai dengan peraturan disiplin UEFA, pemain yang bertukar jersey selama Final Eight Liga Champions di Lisbon dikenai isolasi diri selama 12 hari. Padahal, selisih waktu sampai ke final pada Senin dini hari nanti (24/8) hanya lima hari. "Dia (Neymar) bisa absen (di final)," klaim The Sun.

Baca Juga:  Zidane: Chelsea Tim dengan Paket Lengkap

Tapi, salah satu media Prancis yang punya afiliasi dengan PSG, Planete PSG, mengklaim entraineur PSG Thomas Tuchel takkan kehilangan Neymar dalam opsi lini serangnya pada final nanti. Menurut Planete PSG, ada salah pemahaman dari bunyi aturan UEFA itu.

"Pemain hanya disarankan membatasi diri dalam pertukaran jersey. Tidak tertulis bunyi larangan dan sanksinya," sebut media yang sudah 19 tahun menemani perjalanan PSG tersebut.

Hingga tadi malam, UEFA belum memberikan respons terkait dengan tindakan Neymar bertukar jersey. "Itu hanya guyonan media Inggris," tulis media Prancis lainnya, VIPSG.

Komentator dan analis sepak bola Canal+ Pierre Menes juga menuding media-media Inggris punya maksud tersendiri di balik kabar sanksi untuk Neymar tersebut. "Semua tahu, ketika berada di level terbaik, dia (Neymar) bisa memenangkan apa pun untuk PSG," ucap Menes.

Baca Juga:  WADA Pastikan World Superbike di Mandalika Boleh Digelar

Neymar, pun tak ambil pusing dengan kabar yang menyebut dirinya bakal dilarang tampil di final. Dalam akun Instagram-nya, pemain 28 tahun itu hanya ingin bermain di final dan meraih juara. "Marilah kita berburu trofi, Si Kuping Lebar, untuk Paris!" tulisnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Media Inggris dan Prancis Berdebat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bek RB Leipzig Marcel Halstenberg menego Neymar Jr supaya bersedia memberikan jersey Paris Saint-Germain (PSG) kepadanya setelah laga kemarin (19/8). Neymar pun tidak berkeberatan.

Striker PSG itu memberikan jersey nomor 10 miliknya dan mendapatkan jersey nomor 23 milik Halstenberg.

Media Inggris The Sun pun menyebut tindakan Neymar itu sudah menyalahi protokol kesehatan dalam pertandingan. Peluang bintang asal Brasil tersebut menjalani final Liga Champions kali kedua setelah yang pertama bersama FC Barcelona pada 2015 pun terancam.

"Sesuai dengan protokol baru UEFA, pemain disarankan menahan diri dari bertukar jersey," sebut The Sun.

Sesuai dengan peraturan disiplin UEFA, pemain yang bertukar jersey selama Final Eight Liga Champions di Lisbon dikenai isolasi diri selama 12 hari. Padahal, selisih waktu sampai ke final pada Senin dini hari nanti (24/8) hanya lima hari. "Dia (Neymar) bisa absen (di final)," klaim The Sun.

Baca Juga:  Tokoh Masyarakat Papua Antusias Sambut PON XX 2021

Tapi, salah satu media Prancis yang punya afiliasi dengan PSG, Planete PSG, mengklaim entraineur PSG Thomas Tuchel takkan kehilangan Neymar dalam opsi lini serangnya pada final nanti. Menurut Planete PSG, ada salah pemahaman dari bunyi aturan UEFA itu.

"Pemain hanya disarankan membatasi diri dalam pertukaran jersey. Tidak tertulis bunyi larangan dan sanksinya," sebut media yang sudah 19 tahun menemani perjalanan PSG tersebut.

Hingga tadi malam, UEFA belum memberikan respons terkait dengan tindakan Neymar bertukar jersey. "Itu hanya guyonan media Inggris," tulis media Prancis lainnya, VIPSG.

Komentator dan analis sepak bola Canal+ Pierre Menes juga menuding media-media Inggris punya maksud tersendiri di balik kabar sanksi untuk Neymar tersebut. "Semua tahu, ketika berada di level terbaik, dia (Neymar) bisa memenangkan apa pun untuk PSG," ucap Menes.

Baca Juga:  Juventus Gagal Jinakkan Venezia

Neymar, pun tak ambil pusing dengan kabar yang menyebut dirinya bakal dilarang tampil di final. Dalam akun Instagram-nya, pemain 28 tahun itu hanya ingin bermain di final dan meraih juara. "Marilah kita berburu trofi, Si Kuping Lebar, untuk Paris!" tulisnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bek RB Leipzig Marcel Halstenberg menego Neymar Jr supaya bersedia memberikan jersey Paris Saint-Germain (PSG) kepadanya setelah laga kemarin (19/8). Neymar pun tidak berkeberatan.

Striker PSG itu memberikan jersey nomor 10 miliknya dan mendapatkan jersey nomor 23 milik Halstenberg.

Media Inggris The Sun pun menyebut tindakan Neymar itu sudah menyalahi protokol kesehatan dalam pertandingan. Peluang bintang asal Brasil tersebut menjalani final Liga Champions kali kedua setelah yang pertama bersama FC Barcelona pada 2015 pun terancam.

"Sesuai dengan protokol baru UEFA, pemain disarankan menahan diri dari bertukar jersey," sebut The Sun.

Sesuai dengan peraturan disiplin UEFA, pemain yang bertukar jersey selama Final Eight Liga Champions di Lisbon dikenai isolasi diri selama 12 hari. Padahal, selisih waktu sampai ke final pada Senin dini hari nanti (24/8) hanya lima hari. "Dia (Neymar) bisa absen (di final)," klaim The Sun.

Baca Juga:  Marquez Tak Takut Hujan di Le Mans

Tapi, salah satu media Prancis yang punya afiliasi dengan PSG, Planete PSG, mengklaim entraineur PSG Thomas Tuchel takkan kehilangan Neymar dalam opsi lini serangnya pada final nanti. Menurut Planete PSG, ada salah pemahaman dari bunyi aturan UEFA itu.

"Pemain hanya disarankan membatasi diri dalam pertukaran jersey. Tidak tertulis bunyi larangan dan sanksinya," sebut media yang sudah 19 tahun menemani perjalanan PSG tersebut.

Hingga tadi malam, UEFA belum memberikan respons terkait dengan tindakan Neymar bertukar jersey. "Itu hanya guyonan media Inggris," tulis media Prancis lainnya, VIPSG.

Komentator dan analis sepak bola Canal+ Pierre Menes juga menuding media-media Inggris punya maksud tersendiri di balik kabar sanksi untuk Neymar tersebut. "Semua tahu, ketika berada di level terbaik, dia (Neymar) bisa memenangkan apa pun untuk PSG," ucap Menes.

Baca Juga:  Tokoh Masyarakat Papua Antusias Sambut PON XX 2021

Neymar, pun tak ambil pusing dengan kabar yang menyebut dirinya bakal dilarang tampil di final. Dalam akun Instagram-nya, pemain 28 tahun itu hanya ingin bermain di final dan meraih juara. "Marilah kita berburu trofi, Si Kuping Lebar, untuk Paris!" tulisnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari