Minggu, 22 Februari 2026
- Advertisement -

Ganda Indonesia Pulangkan Unggulan No 1 Asal Malaysia

SURABAYA(RIAUPOS.CO)–Kejutan terjadi di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia U-17. Unggulan pertama asal Malaysia Justin Hoh/M. Fazri Mohammad Razif harus mengakui ketangguhan pasangan nonunggulan dari Indonesia Muhammad Gibran/Gerardo Rizullah. Dalam pertandingan babak ketiga di GOR Sudirman, Surabaya, kemarin, mereka menyerah dua game langsung, 22-24, 16-21.

’’Kami tahu, yang dihadapi adalah unggulan teratas. Tapi, sejak awal saya dan Gerardo tak minder,’’ ungkap Gibran –sapaan karib Muhammad Gibran– setelah pertandingan.

Pebulu tangkis asal Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan itu mengungkapkan, pada game pertama, dirinya dan Gerardo bisa menang mudah. Namun, pada game kedua, lawan mampu memberikan perlawanan. Bahkan, Gibran/Gerardo sempat tertinggal 12-16. Menurut Gibran, lawan mengubah strategi sehingga sempat menyulitkannya.

Baca Juga:  Hujan di Akhir Balapan, Binder Juara Secara Dramatis

’’Mereka mengajak main cepat. Tapi, pelatih menyarankan agar kami bermain depan (penempatan shuttlecock),’’ jelas Gibran.

Ya, pelatih Gibran/Gerardo Luluk Hadiyanto memang cepat membaca perubahan strategi lawan. Menurut Luluk, pasangan Malaysia punya tenaga yang lebih kuat ketimbang anak asuhnya. ’’Sempat terpancing strategi lawan yang membuat Gibran/Gerardo keteteran dan tertinggal jauh. Saya bilang ke mereka, mainkan tempo lambat dan kasih shuttlecock di bagian depan,’’ kata Luluk.

Hanya, pria yang pernah menjadi ganda putra nomor satu dunia bersama Alvent Yulianto itu tak mau anak asuhnya cepat puas. Baginya, perjuangan di perempat final jauh lebih berat. Untuk bisa menembus semifinal, Gibran/Gerardo akan menantang pasangan Thailand Tatchapol/Chakkapat Norkhat.

Baca Juga:  Kompetisi Tak Jalan, Shin Tae-yong Sodorkan 9 Pemain Blasteran

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

SURABAYA(RIAUPOS.CO)–Kejutan terjadi di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia U-17. Unggulan pertama asal Malaysia Justin Hoh/M. Fazri Mohammad Razif harus mengakui ketangguhan pasangan nonunggulan dari Indonesia Muhammad Gibran/Gerardo Rizullah. Dalam pertandingan babak ketiga di GOR Sudirman, Surabaya, kemarin, mereka menyerah dua game langsung, 22-24, 16-21.

’’Kami tahu, yang dihadapi adalah unggulan teratas. Tapi, sejak awal saya dan Gerardo tak minder,’’ ungkap Gibran –sapaan karib Muhammad Gibran– setelah pertandingan.

Pebulu tangkis asal Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan itu mengungkapkan, pada game pertama, dirinya dan Gerardo bisa menang mudah. Namun, pada game kedua, lawan mampu memberikan perlawanan. Bahkan, Gibran/Gerardo sempat tertinggal 12-16. Menurut Gibran, lawan mengubah strategi sehingga sempat menyulitkannya.

Baca Juga:  Apresiasi Polri Tetapkan 3 Tersangka Kekerasan pada Wasit

’’Mereka mengajak main cepat. Tapi, pelatih menyarankan agar kami bermain depan (penempatan shuttlecock),’’ jelas Gibran.

Ya, pelatih Gibran/Gerardo Luluk Hadiyanto memang cepat membaca perubahan strategi lawan. Menurut Luluk, pasangan Malaysia punya tenaga yang lebih kuat ketimbang anak asuhnya. ’’Sempat terpancing strategi lawan yang membuat Gibran/Gerardo keteteran dan tertinggal jauh. Saya bilang ke mereka, mainkan tempo lambat dan kasih shuttlecock di bagian depan,’’ kata Luluk.

- Advertisement -

Hanya, pria yang pernah menjadi ganda putra nomor satu dunia bersama Alvent Yulianto itu tak mau anak asuhnya cepat puas. Baginya, perjuangan di perempat final jauh lebih berat. Untuk bisa menembus semifinal, Gibran/Gerardo akan menantang pasangan Thailand Tatchapol/Chakkapat Norkhat.

Baca Juga:  Tiga Naga Jinakkan Kabau Sirah

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

- Advertisement -

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SURABAYA(RIAUPOS.CO)–Kejutan terjadi di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia U-17. Unggulan pertama asal Malaysia Justin Hoh/M. Fazri Mohammad Razif harus mengakui ketangguhan pasangan nonunggulan dari Indonesia Muhammad Gibran/Gerardo Rizullah. Dalam pertandingan babak ketiga di GOR Sudirman, Surabaya, kemarin, mereka menyerah dua game langsung, 22-24, 16-21.

’’Kami tahu, yang dihadapi adalah unggulan teratas. Tapi, sejak awal saya dan Gerardo tak minder,’’ ungkap Gibran –sapaan karib Muhammad Gibran– setelah pertandingan.

Pebulu tangkis asal Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan itu mengungkapkan, pada game pertama, dirinya dan Gerardo bisa menang mudah. Namun, pada game kedua, lawan mampu memberikan perlawanan. Bahkan, Gibran/Gerardo sempat tertinggal 12-16. Menurut Gibran, lawan mengubah strategi sehingga sempat menyulitkannya.

Baca Juga:  Jerman Menyerah kepada Prancis di Kandang Sendiri

’’Mereka mengajak main cepat. Tapi, pelatih menyarankan agar kami bermain depan (penempatan shuttlecock),’’ jelas Gibran.

Ya, pelatih Gibran/Gerardo Luluk Hadiyanto memang cepat membaca perubahan strategi lawan. Menurut Luluk, pasangan Malaysia punya tenaga yang lebih kuat ketimbang anak asuhnya. ’’Sempat terpancing strategi lawan yang membuat Gibran/Gerardo keteteran dan tertinggal jauh. Saya bilang ke mereka, mainkan tempo lambat dan kasih shuttlecock di bagian depan,’’ kata Luluk.

Hanya, pria yang pernah menjadi ganda putra nomor satu dunia bersama Alvent Yulianto itu tak mau anak asuhnya cepat puas. Baginya, perjuangan di perempat final jauh lebih berat. Untuk bisa menembus semifinal, Gibran/Gerardo akan menantang pasangan Thailand Tatchapol/Chakkapat Norkhat.

Baca Juga:  Tiga Naga Jinakkan Kabau Sirah

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari