23.2 C
Pekanbaru
Rabu, 2 April 2025
spot_img

Komitmen Pemerataan Vaksin

(RIAUPOS.CO) – Pandemi Covid-19 menjadi salah satu bahasan dalam pertemuan para menteri keuangan (menkeu) dan menteri kesehatan (menkes) negara-negara G20 di Roma, Italia. Pertemuan yang turut dihadiri Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati itu digelar secara hybrid sebagai rangkaian pertemuan G20 Leaders Summit atau KTT G20.

Pada kesempatan itu, Ani -sapaan Sri Mulyani- kembali mengingatkan dampak pandemi Covid-19 yang tak pandang bulu dan tanpa batas. "Persebaran (varian) Delta yang cepat dan ancaman varian baru telah meningkatkan ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir. Pemulihan ekonomi dunia bergantung pada seberapa cepat kita dapat menahan pandemi," ujarnya.

Kondisi itu menjadi pelajaran dan momentum penting untuk meningkatkan kapasitas sistem kesehatan. Baik di tingkat nasional, regional, maupun global. "Termasuk pemerataan akses vaksin sebagai persyaratan untuk pemulihan berkelanjutan," jelas Ani.

Baca Juga:  Perusahaan Tak Peduli, Camat Kepenuhan Geram

Para Menkeu dan Menkes G20 menegaskan komitmen dan penguatan kapasitas sistem kesehatan. Juga memastikan akses yang tepat waktu, adil, aman, dan terjangkau terhadap vaksin, terapeutik, diagnostik, dan peralatan kesehatan sebagai barang publik global (global public goods). G20 menyatakan komitmen bersama dalam upaya mengontrol pandemi, dengan target vaksinasi 40 persen dari total populasi global pada akhir 2021 dan 70 persen di pertengahan 2022.

Sebagai presidensi G20 berikutnya, Indonesia siap melanjutkan upaya penting itu dalam memfasilitasi usaha global untuk pulih bersama dan pulih lebih kuat. Indonesia juga menyampaikan dukungan pembentukan Gugus Tugas Gabungan Keuangan-Kesehatan (The G20 Joint Finance-Health Task Force). Hal itu menjadi mekanisme kerja sama dalam menangani masalah-masalah terkait pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi (pandemic prevention, preparedness, and response atau pandemic PPR).

Baca Juga:  Kemenhub Batalkan Pelarangan Operasional Bus Umum

Penguatan peran dan kapasitas WHO adalah hal krusial dalam penguatan sistem kesehatan global yang transparan dan inklusif. Dalam mencapai tujuan itu, diperlukan kepastian ketersediaan sumber daya yang memadai. Termasuk melalui peningkatan kapasitas pembiayaan MDB dan pengembangan fasilitas pembiayaan baru. "Kita perlu memastikan cara untuk mendeteksi dan mengatasi ancaman kesehatan di masa depan. Kita perlu memperkuat peran dan meningkatkan capaian WHO. Kita juga perlu memastikan ketersediaan pembiayaan yang cukup untuk melakukan semua itu," papar Ani.

Ani melanjutkan, Indonesia sebagai presidensi G20 selanjutnya akan memanfaatkan kesempatan untuk membuat komitmen tegas dalam bertindak. "Indonesia siap melanjutkan upaya ini," tuturnya.(dee/c18/fal/das)

Laporan JPG, Roma

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Genangan Tak Surut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton

Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Hujan Ringan hingga Sedang Diprediksi Guyur Riau Saat Malam Takbiran

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprediksi hujan ringan hingga sedang akan mengguyur sejumlah wilayah di Riau pada malam Takbiran Idulfitri 1446 H, yang jatuh pada Ahad (30/3/2025).

Bandara SSK II Pekanbaru Buka Rute Baru ke Padang dan Rengat, Mudahkan Akses Mudik

Penerbangan perdana rute Pekanbaru-Padang dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025, pukul 07:00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Radityo Ari Purwoko, General Manager Bandara SSK II, Roni Rakhmat SSTP MSi

Gubernur Riau Abdul Wahid Gelar Open House Idulfitri, Ajak Masyarakat Jalin Silaturahmi

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa open house ini terbuka bagi semua kalangan tanpa ada pembatasan. Masyarakat umum dipersilakan untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan dirinya, Wakil Gubernur, kepala OPD, serta warga lainnya.