Minggu, 6 April 2025
spot_img

Jamaah Indonesia Hilang sejak di Muzdalifah

MAKKAH (RIAUPOS.CO) — Keberadaan Taspirin Wajat Ratam sampai sekarang belum diketahui. Jamaah haji dari kloter PLM-11 Embarkasi Palembang dilaporkan hilang sejak mabid di Muzdalifah pada 11 Agustus lalu. Petugas belum bisa menemukan pria 81 tahun tersebut.

Hilangnya Taspirin mencuat dari pengakuan sang istri yang bernama Sutirah. Posisi saat ini Sutirah dan seluruh jamaah haji Kloter PLM-11 sudah iba di Tanah Air. Cerita hilangnya Taspirin terjadi saat pelaksanaan mabid atau bermalam di Muzdalifah.

Saat itu Taspirin meminta diantar oleh istrinya ke toilet. Karena lokasi antara toilet dengan bus jamaah dekat, Sutirah menunggu suaminya itu di dalam bus. Namun setelah ditunggu sekian lama, Taspirin tidak kunjung muncul. Karena khawatir, Sutirah dan sejumlah jamaah mencari Taspirin di toilet. Namun sejak saat itu keberadaan Taspirin tidak diketahui sampai saat ini.

Baca Juga:  KPK Terkendala Ajukan Kasasi Kasus Sofyan Basir

Atas kejadian tersebut Sutirah mengaku sedih dan menyesal. Sebab suaminya sempat dia tinggal sebentar ketika sedang berada di toilet. Dia masih berharap keberadaan suaminya itu ditemukan. Selama di Makkah hingga proses pemulangan Sutirah sedih dan menangis terus atas hilangnya Taspirin.

Ketua Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) 2019 Endang Jumali menuturkan memang benar ada laporan jamaah hilang atas nama Taspirin  Wajat Ratam. "Beberapa kali saya dapat laporan sudah kembali. Namun menghilang lagi," katanya kemarin (30/8).

Endang menjelaskan personel PPIH dari unsur perlindungan jamaah (linjam) dan lainnya masih terus mencari keberadaan jamaah tersebut. Kemudian juga berkoordinasi dengan rumah sakit di Arab Saudi. Sebab kasus hilangnya Taspirin sudah cukup lama yakni mulai proses mabid di Muzdalifah pada 11 Agustus lalu.

Baca Juga:  Sinergi BUMN, Upaya PGN Perluas Pemanfaatan Gas Bumi Nasional

Untuk informasi lebih lanjut Endang meminta untuk konfirmasi ke Kepala Bidang Perlindungan Jamaah Jartul Mukhlis. Saat dikonfirmasi Jaetul belum bisa memberikan informasi yang panjang. "Masih belum ketemu," katanya singkat.

Sementara itu hingga malam tadi jumlah jamaah meninggal mencapai 378 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan jumlah jamaah haji wafat tahun lalu berjumlah 388 orang. Kemudian jumlah jamaah yang sudah tiba di Indonesia berjumlah 91.224 orang. (*)

Editor: Arif

MAKKAH (RIAUPOS.CO) — Keberadaan Taspirin Wajat Ratam sampai sekarang belum diketahui. Jamaah haji dari kloter PLM-11 Embarkasi Palembang dilaporkan hilang sejak mabid di Muzdalifah pada 11 Agustus lalu. Petugas belum bisa menemukan pria 81 tahun tersebut.

Hilangnya Taspirin mencuat dari pengakuan sang istri yang bernama Sutirah. Posisi saat ini Sutirah dan seluruh jamaah haji Kloter PLM-11 sudah iba di Tanah Air. Cerita hilangnya Taspirin terjadi saat pelaksanaan mabid atau bermalam di Muzdalifah.

Saat itu Taspirin meminta diantar oleh istrinya ke toilet. Karena lokasi antara toilet dengan bus jamaah dekat, Sutirah menunggu suaminya itu di dalam bus. Namun setelah ditunggu sekian lama, Taspirin tidak kunjung muncul. Karena khawatir, Sutirah dan sejumlah jamaah mencari Taspirin di toilet. Namun sejak saat itu keberadaan Taspirin tidak diketahui sampai saat ini.

Baca Juga:  KPK Terkendala Ajukan Kasasi Kasus Sofyan Basir

Atas kejadian tersebut Sutirah mengaku sedih dan menyesal. Sebab suaminya sempat dia tinggal sebentar ketika sedang berada di toilet. Dia masih berharap keberadaan suaminya itu ditemukan. Selama di Makkah hingga proses pemulangan Sutirah sedih dan menangis terus atas hilangnya Taspirin.

Ketua Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) 2019 Endang Jumali menuturkan memang benar ada laporan jamaah hilang atas nama Taspirin  Wajat Ratam. "Beberapa kali saya dapat laporan sudah kembali. Namun menghilang lagi," katanya kemarin (30/8).

Endang menjelaskan personel PPIH dari unsur perlindungan jamaah (linjam) dan lainnya masih terus mencari keberadaan jamaah tersebut. Kemudian juga berkoordinasi dengan rumah sakit di Arab Saudi. Sebab kasus hilangnya Taspirin sudah cukup lama yakni mulai proses mabid di Muzdalifah pada 11 Agustus lalu.

Baca Juga:  SKD CASN Mulai 2 September, Peserta Wajib Bawa Hasil Tes PCR/Antigen

Untuk informasi lebih lanjut Endang meminta untuk konfirmasi ke Kepala Bidang Perlindungan Jamaah Jartul Mukhlis. Saat dikonfirmasi Jaetul belum bisa memberikan informasi yang panjang. "Masih belum ketemu," katanya singkat.

Sementara itu hingga malam tadi jumlah jamaah meninggal mencapai 378 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan jumlah jamaah haji wafat tahun lalu berjumlah 388 orang. Kemudian jumlah jamaah yang sudah tiba di Indonesia berjumlah 91.224 orang. (*)

Editor: Arif

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Jamaah Indonesia Hilang sejak di Muzdalifah

MAKKAH (RIAUPOS.CO) — Keberadaan Taspirin Wajat Ratam sampai sekarang belum diketahui. Jamaah haji dari kloter PLM-11 Embarkasi Palembang dilaporkan hilang sejak mabid di Muzdalifah pada 11 Agustus lalu. Petugas belum bisa menemukan pria 81 tahun tersebut.

Hilangnya Taspirin mencuat dari pengakuan sang istri yang bernama Sutirah. Posisi saat ini Sutirah dan seluruh jamaah haji Kloter PLM-11 sudah iba di Tanah Air. Cerita hilangnya Taspirin terjadi saat pelaksanaan mabid atau bermalam di Muzdalifah.

Saat itu Taspirin meminta diantar oleh istrinya ke toilet. Karena lokasi antara toilet dengan bus jamaah dekat, Sutirah menunggu suaminya itu di dalam bus. Namun setelah ditunggu sekian lama, Taspirin tidak kunjung muncul. Karena khawatir, Sutirah dan sejumlah jamaah mencari Taspirin di toilet. Namun sejak saat itu keberadaan Taspirin tidak diketahui sampai saat ini.

Baca Juga:  Tiga Warga Rohul Masuk Islam

Atas kejadian tersebut Sutirah mengaku sedih dan menyesal. Sebab suaminya sempat dia tinggal sebentar ketika sedang berada di toilet. Dia masih berharap keberadaan suaminya itu ditemukan. Selama di Makkah hingga proses pemulangan Sutirah sedih dan menangis terus atas hilangnya Taspirin.

Ketua Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) 2019 Endang Jumali menuturkan memang benar ada laporan jamaah hilang atas nama Taspirin  Wajat Ratam. "Beberapa kali saya dapat laporan sudah kembali. Namun menghilang lagi," katanya kemarin (30/8).

Endang menjelaskan personel PPIH dari unsur perlindungan jamaah (linjam) dan lainnya masih terus mencari keberadaan jamaah tersebut. Kemudian juga berkoordinasi dengan rumah sakit di Arab Saudi. Sebab kasus hilangnya Taspirin sudah cukup lama yakni mulai proses mabid di Muzdalifah pada 11 Agustus lalu.

Baca Juga:  KPK Tangkap Bupati Langkat

Untuk informasi lebih lanjut Endang meminta untuk konfirmasi ke Kepala Bidang Perlindungan Jamaah Jartul Mukhlis. Saat dikonfirmasi Jaetul belum bisa memberikan informasi yang panjang. "Masih belum ketemu," katanya singkat.

Sementara itu hingga malam tadi jumlah jamaah meninggal mencapai 378 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan jumlah jamaah haji wafat tahun lalu berjumlah 388 orang. Kemudian jumlah jamaah yang sudah tiba di Indonesia berjumlah 91.224 orang. (*)

Editor: Arif

MAKKAH (RIAUPOS.CO) — Keberadaan Taspirin Wajat Ratam sampai sekarang belum diketahui. Jamaah haji dari kloter PLM-11 Embarkasi Palembang dilaporkan hilang sejak mabid di Muzdalifah pada 11 Agustus lalu. Petugas belum bisa menemukan pria 81 tahun tersebut.

Hilangnya Taspirin mencuat dari pengakuan sang istri yang bernama Sutirah. Posisi saat ini Sutirah dan seluruh jamaah haji Kloter PLM-11 sudah iba di Tanah Air. Cerita hilangnya Taspirin terjadi saat pelaksanaan mabid atau bermalam di Muzdalifah.

Saat itu Taspirin meminta diantar oleh istrinya ke toilet. Karena lokasi antara toilet dengan bus jamaah dekat, Sutirah menunggu suaminya itu di dalam bus. Namun setelah ditunggu sekian lama, Taspirin tidak kunjung muncul. Karena khawatir, Sutirah dan sejumlah jamaah mencari Taspirin di toilet. Namun sejak saat itu keberadaan Taspirin tidak diketahui sampai saat ini.

Baca Juga:  KPK Terkendala Ajukan Kasasi Kasus Sofyan Basir

Atas kejadian tersebut Sutirah mengaku sedih dan menyesal. Sebab suaminya sempat dia tinggal sebentar ketika sedang berada di toilet. Dia masih berharap keberadaan suaminya itu ditemukan. Selama di Makkah hingga proses pemulangan Sutirah sedih dan menangis terus atas hilangnya Taspirin.

Ketua Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) 2019 Endang Jumali menuturkan memang benar ada laporan jamaah hilang atas nama Taspirin  Wajat Ratam. "Beberapa kali saya dapat laporan sudah kembali. Namun menghilang lagi," katanya kemarin (30/8).

Endang menjelaskan personel PPIH dari unsur perlindungan jamaah (linjam) dan lainnya masih terus mencari keberadaan jamaah tersebut. Kemudian juga berkoordinasi dengan rumah sakit di Arab Saudi. Sebab kasus hilangnya Taspirin sudah cukup lama yakni mulai proses mabid di Muzdalifah pada 11 Agustus lalu.

Baca Juga:  Di Inhu, Belajar Tatap Muka Terbatas Dimulai Rabu

Untuk informasi lebih lanjut Endang meminta untuk konfirmasi ke Kepala Bidang Perlindungan Jamaah Jartul Mukhlis. Saat dikonfirmasi Jaetul belum bisa memberikan informasi yang panjang. "Masih belum ketemu," katanya singkat.

Sementara itu hingga malam tadi jumlah jamaah meninggal mencapai 378 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan jumlah jamaah haji wafat tahun lalu berjumlah 388 orang. Kemudian jumlah jamaah yang sudah tiba di Indonesia berjumlah 91.224 orang. (*)

Editor: Arif

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari