Sabtu, 12 April 2025

Hampir Sepekan tanpa Tambahan Kasus

(RIAUPOS.CO) โ€“ Sudah hampir sepekan penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Dumai tidak terjadi. Terakhir penambahan terjadi pada Ahad (24/5) lalu. Dimana ada satu pasien dengan inisial DG (19) yang saat ini masih dirawat di RSUD Kota Dumai.

Jumlah secara keseluruhan kasus positif Covid-19 di Kota Dumai hingga Sabtu (30/5) kemarin, masih 19 orang. Namun hanya satu pasien yang tersisa di rawat di RSUD Kota Dumai yakni DG. Sementara 18 pasien sudah di nyatakan sembuh.

โ€œAlhamdulillah sampai saat ini tidak ada penambahan kasus. Begitu juga pasien dalam pengawasan (PDP) hanya tinggal empat pasien yang masih menunggu hasil swab,โ€ ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai Dr Syaiful.

Baca Juga:  Pasien Positif Covid-19 di Riau Bertambah 4 Orang

Namun, ia tetap mewantikan masyarakat Dumai untuk selalu waspada dan tetap mengikuti protokol kesehatan terkait Covid-19. โ€œPakai masker, cuci tangan dan jaga jarak ini sudah cukup efektif untuk menekan penyebaran Covid-19,โ€ tuturnya.

Mantan Direktur RSUD Kota Dumai itu mengatakan, untuk mengantisipasi terjadi penyebaran Covid-19 di Kota Dumai khususnya di pasar, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai kembali menggelar rapid test massal di beberapa pasar tradisional di Kota Dumai.

โ€œPasar memang menjadi tempat paling potensi terjadinya penyebaran, karena masih banyak pedagang yang tidak menggunakan masker, sosial distancing belum diterapkan,โ€ tuturnya.

Rapid massal di pasar dikatakan akan berlangsung selama satu pekan kedepannya. โ€œAda beberapa pasar seperti pasar dock, pasar senggol, pasar Sri Mersing dan pasar Bundaran,โ€ tuturnya.

Baca Juga:  KPK Lebih Prioritaskan TPPU, Bukan OTT

Ia berharap tidak ada yang ditemukan reaktif dari rapid test massal di pasar tersebut. Namun jika ditemukan, akan langsung diisolasi dan pasar akan ditutup sementara. โ€œIni sangat perlu diwaspadai karena akan sulit untuk melakukan pelacakan kontak terhadap pedagang, pasti pedagang banyak berkontak dengan masyarakat yang terkadang tidak dikenal,โ€ tuturnya

Selain itu, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai juga memperketat akses masuk ke Kota Dumai.

โ€œMasuk ke Kota Dumai wajib memiliki hasil rapid test negatif, jika tidak tidak boleh masuk dan akan di minta putar balik,โ€ tutupnya.(nda)

Laporan HASANAL BOLKIAH, Dumai

 

(RIAUPOS.CO) โ€“ Sudah hampir sepekan penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Dumai tidak terjadi. Terakhir penambahan terjadi pada Ahad (24/5) lalu. Dimana ada satu pasien dengan inisial DG (19) yang saat ini masih dirawat di RSUD Kota Dumai.

Jumlah secara keseluruhan kasus positif Covid-19 di Kota Dumai hingga Sabtu (30/5) kemarin, masih 19 orang. Namun hanya satu pasien yang tersisa di rawat di RSUD Kota Dumai yakni DG. Sementara 18 pasien sudah di nyatakan sembuh.

โ€œAlhamdulillah sampai saat ini tidak ada penambahan kasus. Begitu juga pasien dalam pengawasan (PDP) hanya tinggal empat pasien yang masih menunggu hasil swab,โ€ ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai Dr Syaiful.

Baca Juga:  Buntut Pernyataan Sharma, Hubungan India dengan Negara Arab Terancam

Namun, ia tetap mewantikan masyarakat Dumai untuk selalu waspada dan tetap mengikuti protokol kesehatan terkait Covid-19. โ€œPakai masker, cuci tangan dan jaga jarak ini sudah cukup efektif untuk menekan penyebaran Covid-19,โ€ tuturnya.

Mantan Direktur RSUD Kota Dumai itu mengatakan, untuk mengantisipasi terjadi penyebaran Covid-19 di Kota Dumai khususnya di pasar, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai kembali menggelar rapid test massal di beberapa pasar tradisional di Kota Dumai.

โ€œPasar memang menjadi tempat paling potensi terjadinya penyebaran, karena masih banyak pedagang yang tidak menggunakan masker, sosial distancing belum diterapkan,โ€ tuturnya.

Rapid massal di pasar dikatakan akan berlangsung selama satu pekan kedepannya. โ€œAda beberapa pasar seperti pasar dock, pasar senggol, pasar Sri Mersing dan pasar Bundaran,โ€ tuturnya.

Baca Juga:  Bush dan Obama Kutuk Rusuh di Gedung Capitol AS

Ia berharap tidak ada yang ditemukan reaktif dari rapid test massal di pasar tersebut. Namun jika ditemukan, akan langsung diisolasi dan pasar akan ditutup sementara. โ€œIni sangat perlu diwaspadai karena akan sulit untuk melakukan pelacakan kontak terhadap pedagang, pasti pedagang banyak berkontak dengan masyarakat yang terkadang tidak dikenal,โ€ tuturnya

Selain itu, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai juga memperketat akses masuk ke Kota Dumai.

โ€œMasuk ke Kota Dumai wajib memiliki hasil rapid test negatif, jika tidak tidak boleh masuk dan akan di minta putar balik,โ€ tutupnya.(nda)

Laporan HASANAL BOLKIAH, Dumai

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Hampir Sepekan tanpa Tambahan Kasus

(RIAUPOS.CO) โ€“ Sudah hampir sepekan penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Dumai tidak terjadi. Terakhir penambahan terjadi pada Ahad (24/5) lalu. Dimana ada satu pasien dengan inisial DG (19) yang saat ini masih dirawat di RSUD Kota Dumai.

Jumlah secara keseluruhan kasus positif Covid-19 di Kota Dumai hingga Sabtu (30/5) kemarin, masih 19 orang. Namun hanya satu pasien yang tersisa di rawat di RSUD Kota Dumai yakni DG. Sementara 18 pasien sudah di nyatakan sembuh.

โ€œAlhamdulillah sampai saat ini tidak ada penambahan kasus. Begitu juga pasien dalam pengawasan (PDP) hanya tinggal empat pasien yang masih menunggu hasil swab,โ€ ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai Dr Syaiful.

Baca Juga:  Buntut Pernyataan Sharma, Hubungan India dengan Negara Arab Terancam

Namun, ia tetap mewantikan masyarakat Dumai untuk selalu waspada dan tetap mengikuti protokol kesehatan terkait Covid-19. โ€œPakai masker, cuci tangan dan jaga jarak ini sudah cukup efektif untuk menekan penyebaran Covid-19,โ€ tuturnya.

Mantan Direktur RSUD Kota Dumai itu mengatakan, untuk mengantisipasi terjadi penyebaran Covid-19 di Kota Dumai khususnya di pasar, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai kembali menggelar rapid test massal di beberapa pasar tradisional di Kota Dumai.

โ€œPasar memang menjadi tempat paling potensi terjadinya penyebaran, karena masih banyak pedagang yang tidak menggunakan masker, sosial distancing belum diterapkan,โ€ tuturnya.

Rapid massal di pasar dikatakan akan berlangsung selama satu pekan kedepannya. โ€œAda beberapa pasar seperti pasar dock, pasar senggol, pasar Sri Mersing dan pasar Bundaran,โ€ tuturnya.

Baca Juga:  20 Sekolah Target Pembinaan PBLHS

Ia berharap tidak ada yang ditemukan reaktif dari rapid test massal di pasar tersebut. Namun jika ditemukan, akan langsung diisolasi dan pasar akan ditutup sementara. โ€œIni sangat perlu diwaspadai karena akan sulit untuk melakukan pelacakan kontak terhadap pedagang, pasti pedagang banyak berkontak dengan masyarakat yang terkadang tidak dikenal,โ€ tuturnya

Selain itu, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai juga memperketat akses masuk ke Kota Dumai.

โ€œMasuk ke Kota Dumai wajib memiliki hasil rapid test negatif, jika tidak tidak boleh masuk dan akan di minta putar balik,โ€ tutupnya.(nda)

Laporan HASANAL BOLKIAH, Dumai

 

(RIAUPOS.CO) โ€“ Sudah hampir sepekan penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Dumai tidak terjadi. Terakhir penambahan terjadi pada Ahad (24/5) lalu. Dimana ada satu pasien dengan inisial DG (19) yang saat ini masih dirawat di RSUD Kota Dumai.

Jumlah secara keseluruhan kasus positif Covid-19 di Kota Dumai hingga Sabtu (30/5) kemarin, masih 19 orang. Namun hanya satu pasien yang tersisa di rawat di RSUD Kota Dumai yakni DG. Sementara 18 pasien sudah di nyatakan sembuh.

โ€œAlhamdulillah sampai saat ini tidak ada penambahan kasus. Begitu juga pasien dalam pengawasan (PDP) hanya tinggal empat pasien yang masih menunggu hasil swab,โ€ ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai Dr Syaiful.

Baca Juga:  Ini Kondisi Penanganan Kasus Virus Corona di Tanah Air

Namun, ia tetap mewantikan masyarakat Dumai untuk selalu waspada dan tetap mengikuti protokol kesehatan terkait Covid-19. โ€œPakai masker, cuci tangan dan jaga jarak ini sudah cukup efektif untuk menekan penyebaran Covid-19,โ€ tuturnya.

Mantan Direktur RSUD Kota Dumai itu mengatakan, untuk mengantisipasi terjadi penyebaran Covid-19 di Kota Dumai khususnya di pasar, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai kembali menggelar rapid test massal di beberapa pasar tradisional di Kota Dumai.

โ€œPasar memang menjadi tempat paling potensi terjadinya penyebaran, karena masih banyak pedagang yang tidak menggunakan masker, sosial distancing belum diterapkan,โ€ tuturnya.

Rapid massal di pasar dikatakan akan berlangsung selama satu pekan kedepannya. โ€œAda beberapa pasar seperti pasar dock, pasar senggol, pasar Sri Mersing dan pasar Bundaran,โ€ tuturnya.

Baca Juga:  Profesi Barista Makin Naik Kelas

Ia berharap tidak ada yang ditemukan reaktif dari rapid test massal di pasar tersebut. Namun jika ditemukan, akan langsung diisolasi dan pasar akan ditutup sementara. โ€œIni sangat perlu diwaspadai karena akan sulit untuk melakukan pelacakan kontak terhadap pedagang, pasti pedagang banyak berkontak dengan masyarakat yang terkadang tidak dikenal,โ€ tuturnya

Selain itu, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai juga memperketat akses masuk ke Kota Dumai.

โ€œMasuk ke Kota Dumai wajib memiliki hasil rapid test negatif, jika tidak tidak boleh masuk dan akan di minta putar balik,โ€ tutupnya.(nda)

Laporan HASANAL BOLKIAH, Dumai

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari