Rabu, 17 April 2024

Rooftop Meledak, Diduga Malapraktik Pekerjaan Instalasi AC

Semen Padang Hospital Tutup Sementara

PADANG (RIAUPOS.CO) – Ledakan hebat terjadi di Semen Padang Hospital (SPH), Selasa (30/1) sekitar pukul 15.30 WIB. Ledakan itu diduga berasal dari Air Conditioner (AC) sentral rumah sakit. Akibat dari ledakan tersebut, terjadi kerusakan parah di beberapa lantai bangunan, seperti lantai 1 dan 2 gedung.

Pantauan Padang Ekspres (RPG), ratusan pasien terpaksa dievakuasi ke halaman rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak dan tidak beroperasionalnya rumah sakit pascaledakan itu. Beberapa mobil ambulans terlihat membawa pasien rawat inap SPH ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

- Advertisement -

Direktur SPH  dr Selfi Farisha MKes mengatakan untuk pasien rawat inap saat ini sudah diungsikan ke rumah sakit terdekat dan untuk pasien rawat jalan dipersilakan kembali ke rumah masing-masing.

”Dokter dan petugas medis tidak ada yang menjadi korban. Saat ini kita merujuk pasien ke rumah sakit lainnya karena saat ini kita tidak melakukan layanan sama sekali. Sembari dirujuk peralatan di rumah sakit akan dikeluarkan untuk melakukan perawatan kepada pasien,” tuturnya.

Akibat kejadian ini, operasional Semen Padang Hospital pun terhenti. Namun tak jelas, kapan akan kembali normal. Pada instastory Semen Padang Hospital kemarin telah diumumkan bahwa rumah sakit tersebut tidak beroperasi sampai dengan pemberitahuan selanjutanya.

- Advertisement -

Nah, salah satu rumah sakit yang menjadi rujukan pasien SPH adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang. Ada sebanyak 14 orang pasien yang dirujuk ke RSUP Dr M Djamil Padang. Hal itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Dovy mengatakan, dari 14 pasien rujukan yang diterima RSUP Dr M Djamil Padang, dua diantaranya korban ledakan yang telah dilakukan asesmen menderita luka ringan. Sementara 12 orang merupakan pasien yang merupakan pasien rawat inap dengan perawatan spesifik.

Baca Juga:  Aktris Andrea Dian Mengaku Positif Corona

Ia menambahkan, pihaknya turut prihatin terhadap peristiwa yang terjadi di SPH. Kemudian, mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, RSUP Dr M Djamil sebagai rujukan tingkat akhir mengaktifkan tim kesiapsiagaan bencana.

”Tentunya kita turut prihatin dengan kondisi ini, kami langsung mengaktifkan tim kesiapsiaagan dan langsung menerjunkan tim turun ke lapangan dan lokasi kejadian (SPH) untuk melakukan triase, yakni pengelompokan pasien dan korban,” ujarnya.

Lebih lanjut Dovy mengatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi pengelompokan pasien berdasarkan tingkat keparahan yang dialami dan juga mendistirbusikan ke rumah sakit sekitar. ”Tim juga membantu melakukan triase di lapangan, dimana untuk korban dan pasien yang ringan akan didistribusikan ke rumah sakit sekitar dan pasien/korban yang dalam keadaan berat dikirim dan diterima di sini,” terangnya didampingi Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT-KL (K) FICS, Kepala IGD dr Haviz Yuad Sp.OG (K) FER dan ketua tim kesiapsiagaan bencana Katherina Welong SKM, MARS.

Keikutsertaan RSUP Dr M Djamil sebagai bentuk tanggung jawab moril dan tugas bersama untuk mengkoordinir kesiapsiagaan bencana, sehingga bisa bekerja dengan baik di lapangan. Hal itu sejalan dengan peran rumah sakit rujukan untuk berpartispasi aktif sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.

Dovy menyebut, terkait meningkatnya intensitas pelayanan di IGD RSUP Dr M Djamil hingga saat ini dalam kondisi yang masih terkendali. ”Kondisi saat ini terkendali dan tentu kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mengkondisikan pasien dengan perawatan yang spesifik untuk mendapatkan pelayanan di RSUP Dr M Djamil,” ungkapnya.

Dalami Pekerja Instalasi AC

Pascainsiden, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono bersama Danrem 032 WBR Brigjen TNI Rayen Obersyl langsung meninjau kondisi Semen Padang Hospital. Kapolda Sumbar menyebut ada malapraktik dari pekerjaan instalasi AC yang membuat terjadinya ledakan.

Baca Juga:  Minta Polda Riau Arif dalam Kasus Muhammad, Masa Sadam Unjuk Rasa di DPRD Bengkalis

Polda Sumbar, kata Suharyono, akan mendalami nanti dari pekerja instalasi AC yang dalam pembetulan atau perawatan akibat dari pengelasan. ”Kemudian menimbulkan percikan api dan mengenai sentral AC sehingga muncullah ledakan,” tuturnya.

Ia menjelaskan pekerjaan ini ada di lantai 7 atau rooftop sehingga ada saluran kabel yang mengarah ke lantai 1 atau sentral AC. Tentunya berakibat kepada AC-AC yang lain kemudian menimbulkan ledakan yang besar.

”Dampak ledakan itu kaca rumah sakit pecah baik di jendela maupun di pintunya. Tapi alhamdulilah tidak ada korban dalam peristiwa tersebut,” ungkapnya.

Ia menyebutkan sebanyak 102 pasien yang dirawat sudah berhasil di evakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya. ”Karena dari 102 pasien ini tidak bisa dilayani optimal mengingat AC dan listrik Semen Padang Hospital dimatikan dan dipadamkan,” tuturnya.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa terkait ledakan ini. ”Kecuali berlalu lalang mobil ambulans adalah mengangkut para pasien rawat inap yang akan dievakuasi ke rumah sakit yang ada di Kota  Padang. Jadi tidak ada masalah,” ujar Suharyono.

Kapolda mengatakan personel Polda Sumbar bersama TNI akan mengamankan Semen Padang Hospital. ”Termasuk yang utama adalah pasien-pasien yang seharusnya mendapat perawatan dari sakitnya untuk segera dilanjutkan ke rumah sakit yang ada di sekitar Kota Padang,” terangnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan menyebutkan pascainsiden di SPH pihaknya sedang melakukan olah TKP.

”Hingga saat ini (kemarin malam, red) pihak kepolisian masih melakukan pengamanan TKP dan olah TKP, serta melakukan penghitungan kerugian dan mengidentifikasi korban akibat ledakan tersebut,” katanya.

Dia pun mengungkapkan, pihak kepolisian belum melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang bertangung jawab dengan kejadian ini. ”Belum ada yang diperiksa. Hanya sekedar meminta keterangan di TKP,” singkatnya. (y/adt/rid/das)

Laporan RPG, Padang

PADANG (RIAUPOS.CO) – Ledakan hebat terjadi di Semen Padang Hospital (SPH), Selasa (30/1) sekitar pukul 15.30 WIB. Ledakan itu diduga berasal dari Air Conditioner (AC) sentral rumah sakit. Akibat dari ledakan tersebut, terjadi kerusakan parah di beberapa lantai bangunan, seperti lantai 1 dan 2 gedung.

Pantauan Padang Ekspres (RPG), ratusan pasien terpaksa dievakuasi ke halaman rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak dan tidak beroperasionalnya rumah sakit pascaledakan itu. Beberapa mobil ambulans terlihat membawa pasien rawat inap SPH ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Direktur SPH  dr Selfi Farisha MKes mengatakan untuk pasien rawat inap saat ini sudah diungsikan ke rumah sakit terdekat dan untuk pasien rawat jalan dipersilakan kembali ke rumah masing-masing.

”Dokter dan petugas medis tidak ada yang menjadi korban. Saat ini kita merujuk pasien ke rumah sakit lainnya karena saat ini kita tidak melakukan layanan sama sekali. Sembari dirujuk peralatan di rumah sakit akan dikeluarkan untuk melakukan perawatan kepada pasien,” tuturnya.

Akibat kejadian ini, operasional Semen Padang Hospital pun terhenti. Namun tak jelas, kapan akan kembali normal. Pada instastory Semen Padang Hospital kemarin telah diumumkan bahwa rumah sakit tersebut tidak beroperasi sampai dengan pemberitahuan selanjutanya.

Nah, salah satu rumah sakit yang menjadi rujukan pasien SPH adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang. Ada sebanyak 14 orang pasien yang dirujuk ke RSUP Dr M Djamil Padang. Hal itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Dovy mengatakan, dari 14 pasien rujukan yang diterima RSUP Dr M Djamil Padang, dua diantaranya korban ledakan yang telah dilakukan asesmen menderita luka ringan. Sementara 12 orang merupakan pasien yang merupakan pasien rawat inap dengan perawatan spesifik.

Baca Juga:  Minta Polda Riau Arif dalam Kasus Muhammad, Masa Sadam Unjuk Rasa di DPRD Bengkalis

Ia menambahkan, pihaknya turut prihatin terhadap peristiwa yang terjadi di SPH. Kemudian, mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, RSUP Dr M Djamil sebagai rujukan tingkat akhir mengaktifkan tim kesiapsiagaan bencana.

”Tentunya kita turut prihatin dengan kondisi ini, kami langsung mengaktifkan tim kesiapsiaagan dan langsung menerjunkan tim turun ke lapangan dan lokasi kejadian (SPH) untuk melakukan triase, yakni pengelompokan pasien dan korban,” ujarnya.

Lebih lanjut Dovy mengatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi pengelompokan pasien berdasarkan tingkat keparahan yang dialami dan juga mendistirbusikan ke rumah sakit sekitar. ”Tim juga membantu melakukan triase di lapangan, dimana untuk korban dan pasien yang ringan akan didistribusikan ke rumah sakit sekitar dan pasien/korban yang dalam keadaan berat dikirim dan diterima di sini,” terangnya didampingi Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT-KL (K) FICS, Kepala IGD dr Haviz Yuad Sp.OG (K) FER dan ketua tim kesiapsiagaan bencana Katherina Welong SKM, MARS.

Keikutsertaan RSUP Dr M Djamil sebagai bentuk tanggung jawab moril dan tugas bersama untuk mengkoordinir kesiapsiagaan bencana, sehingga bisa bekerja dengan baik di lapangan. Hal itu sejalan dengan peran rumah sakit rujukan untuk berpartispasi aktif sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.

Dovy menyebut, terkait meningkatnya intensitas pelayanan di IGD RSUP Dr M Djamil hingga saat ini dalam kondisi yang masih terkendali. ”Kondisi saat ini terkendali dan tentu kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mengkondisikan pasien dengan perawatan yang spesifik untuk mendapatkan pelayanan di RSUP Dr M Djamil,” ungkapnya.

Dalami Pekerja Instalasi AC

Pascainsiden, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono bersama Danrem 032 WBR Brigjen TNI Rayen Obersyl langsung meninjau kondisi Semen Padang Hospital. Kapolda Sumbar menyebut ada malapraktik dari pekerjaan instalasi AC yang membuat terjadinya ledakan.

Baca Juga:  Kata Polisi, Tokoh KAMI Medan Ingin Buat Skenario 98

Polda Sumbar, kata Suharyono, akan mendalami nanti dari pekerja instalasi AC yang dalam pembetulan atau perawatan akibat dari pengelasan. ”Kemudian menimbulkan percikan api dan mengenai sentral AC sehingga muncullah ledakan,” tuturnya.

Ia menjelaskan pekerjaan ini ada di lantai 7 atau rooftop sehingga ada saluran kabel yang mengarah ke lantai 1 atau sentral AC. Tentunya berakibat kepada AC-AC yang lain kemudian menimbulkan ledakan yang besar.

”Dampak ledakan itu kaca rumah sakit pecah baik di jendela maupun di pintunya. Tapi alhamdulilah tidak ada korban dalam peristiwa tersebut,” ungkapnya.

Ia menyebutkan sebanyak 102 pasien yang dirawat sudah berhasil di evakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya. ”Karena dari 102 pasien ini tidak bisa dilayani optimal mengingat AC dan listrik Semen Padang Hospital dimatikan dan dipadamkan,” tuturnya.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa terkait ledakan ini. ”Kecuali berlalu lalang mobil ambulans adalah mengangkut para pasien rawat inap yang akan dievakuasi ke rumah sakit yang ada di Kota  Padang. Jadi tidak ada masalah,” ujar Suharyono.

Kapolda mengatakan personel Polda Sumbar bersama TNI akan mengamankan Semen Padang Hospital. ”Termasuk yang utama adalah pasien-pasien yang seharusnya mendapat perawatan dari sakitnya untuk segera dilanjutkan ke rumah sakit yang ada di sekitar Kota Padang,” terangnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan menyebutkan pascainsiden di SPH pihaknya sedang melakukan olah TKP.

”Hingga saat ini (kemarin malam, red) pihak kepolisian masih melakukan pengamanan TKP dan olah TKP, serta melakukan penghitungan kerugian dan mengidentifikasi korban akibat ledakan tersebut,” katanya.

Dia pun mengungkapkan, pihak kepolisian belum melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang bertangung jawab dengan kejadian ini. ”Belum ada yang diperiksa. Hanya sekedar meminta keterangan di TKP,” singkatnya. (y/adt/rid/das)

Laporan RPG, Padang

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari