Senin, 16 Februari 2026
- Advertisement -

Soal Novel Baswedan, Jokowi: Sebelum dan Sesudah Ketemu Ribut

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Pelaku penyerangan cairan kimia ke penyidik KPK Novel Baswedan akhirnya terungkap. Dua orang tersebut masih sebagai anggota Polri aktif. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan supaya tidak gaduh terhadap penyerangan Novel Baswedan tersebut. Apalagi setelah dua tersangka penyerangan ditangkap.

“Sebelum ketemu ribut, setelah ketemu, ribut,” ujar Jokowi di Semarang, Senin (30/12).

Jokowi berujar, saat ini yang terpenting adalah memberikan kesempatan dan kepercayaan bahwa kasus Novel Baswedan tersebut bisa diungkap oleh pihak kepolsian.

“Berikanlah polisi kesempatan untuk membuktikan bahwa itu benar-benar pelaku, motifnya apa,” katanya.

Semua pihak juga jangan berspekulasi. Biarkan polisi bisa memecahkan kasus tersebut. Dia juga mengajak semua pihak untuk melakukan pengawalan.

Baca Juga:  3 Hari Guru Honorer Belum Bisa Daftar PPPK 2021

“Jangan ada spekulasi-spekulasi terlebih dahulu. Ini kan baru ditangkap kemarin‎.

‎Diketahui, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol, Argo Yuwono mengatakan dua tersangka penyiraman cairan kimia kepada penyidik KPK Novel Baswedan adalah anggota Polri aktif. Mereka berinisial RM dan RB.

Argo menuturkan dua pelaku ditangkap, bukan menyerahkan diri. Melainkan ditangkap oleh petugas kepolisian di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Setelah ditangkap pelaku langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.

Salah satu tersangka penyerangan Novel Baswedan mengatakan penyerangan cairan kimia karena dirinya tidak suka dengan Novel Baswedan.

“Tolong dicatat, saya tidak suka dengan Novel karena dia pengkhianat,” teriak RB di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12).

Baca Juga:  Bantuan Korban Banjir Terus Disalurkan

Adapun ‎penyiraman air keras kepada Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 silam. Novel Baswedan disiram cairan kimia ketika hendak pulang ke rumahnya usai menunaikan salat Subuh di masjid dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading Jakarta.

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Pelaku penyerangan cairan kimia ke penyidik KPK Novel Baswedan akhirnya terungkap. Dua orang tersebut masih sebagai anggota Polri aktif. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan supaya tidak gaduh terhadap penyerangan Novel Baswedan tersebut. Apalagi setelah dua tersangka penyerangan ditangkap.

“Sebelum ketemu ribut, setelah ketemu, ribut,” ujar Jokowi di Semarang, Senin (30/12).

Jokowi berujar, saat ini yang terpenting adalah memberikan kesempatan dan kepercayaan bahwa kasus Novel Baswedan tersebut bisa diungkap oleh pihak kepolsian.

“Berikanlah polisi kesempatan untuk membuktikan bahwa itu benar-benar pelaku, motifnya apa,” katanya.

Semua pihak juga jangan berspekulasi. Biarkan polisi bisa memecahkan kasus tersebut. Dia juga mengajak semua pihak untuk melakukan pengawalan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Sebulan Menjabat, Menteri Kesehatan Brazil Mundur

“Jangan ada spekulasi-spekulasi terlebih dahulu. Ini kan baru ditangkap kemarin‎.

‎Diketahui, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol, Argo Yuwono mengatakan dua tersangka penyiraman cairan kimia kepada penyidik KPK Novel Baswedan adalah anggota Polri aktif. Mereka berinisial RM dan RB.

- Advertisement -

Argo menuturkan dua pelaku ditangkap, bukan menyerahkan diri. Melainkan ditangkap oleh petugas kepolisian di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Setelah ditangkap pelaku langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.

Salah satu tersangka penyerangan Novel Baswedan mengatakan penyerangan cairan kimia karena dirinya tidak suka dengan Novel Baswedan.

“Tolong dicatat, saya tidak suka dengan Novel karena dia pengkhianat,” teriak RB di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12).

Baca Juga:  1,1 Juta Dosis Vaksin Pfizer Tahap Tiga Tiba 

Adapun ‎penyiraman air keras kepada Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 silam. Novel Baswedan disiram cairan kimia ketika hendak pulang ke rumahnya usai menunaikan salat Subuh di masjid dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading Jakarta.

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Pelaku penyerangan cairan kimia ke penyidik KPK Novel Baswedan akhirnya terungkap. Dua orang tersebut masih sebagai anggota Polri aktif. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan supaya tidak gaduh terhadap penyerangan Novel Baswedan tersebut. Apalagi setelah dua tersangka penyerangan ditangkap.

“Sebelum ketemu ribut, setelah ketemu, ribut,” ujar Jokowi di Semarang, Senin (30/12).

Jokowi berujar, saat ini yang terpenting adalah memberikan kesempatan dan kepercayaan bahwa kasus Novel Baswedan tersebut bisa diungkap oleh pihak kepolsian.

“Berikanlah polisi kesempatan untuk membuktikan bahwa itu benar-benar pelaku, motifnya apa,” katanya.

Semua pihak juga jangan berspekulasi. Biarkan polisi bisa memecahkan kasus tersebut. Dia juga mengajak semua pihak untuk melakukan pengawalan.

Baca Juga:  Mengenal Persalinan Normal tanpa Rasa Sakit dengan Metode ILA

“Jangan ada spekulasi-spekulasi terlebih dahulu. Ini kan baru ditangkap kemarin‎.

‎Diketahui, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol, Argo Yuwono mengatakan dua tersangka penyiraman cairan kimia kepada penyidik KPK Novel Baswedan adalah anggota Polri aktif. Mereka berinisial RM dan RB.

Argo menuturkan dua pelaku ditangkap, bukan menyerahkan diri. Melainkan ditangkap oleh petugas kepolisian di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Setelah ditangkap pelaku langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.

Salah satu tersangka penyerangan Novel Baswedan mengatakan penyerangan cairan kimia karena dirinya tidak suka dengan Novel Baswedan.

“Tolong dicatat, saya tidak suka dengan Novel karena dia pengkhianat,” teriak RB di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12).

Baca Juga:  Panglima TNI: Kehadiran Vaksin Beri Harapan Baru Pengendalian Pandemi Corona

Adapun ‎penyiraman air keras kepada Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 silam. Novel Baswedan disiram cairan kimia ketika hendak pulang ke rumahnya usai menunaikan salat Subuh di masjid dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading Jakarta.

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari