31.2 C
Pekanbaru
Minggu, 6 April 2025
spot_img

Korea Utara Dihadapkan Kondisi Ekonomi Memburuk

PYONGYANG (RIAUPOS.CO) – Bank of Korea Jumat (26/7/2019) merilis perkiraan produk domestik bruto (PDB) Korea Utara (Korut) pada 2018. PDB itu hanya sekitar 35,9 triliun won (Rp425 triliun). Sedangkan pendapatan per kapita hanya mencapai 1.119 dolar AS alias Rp15,6 juta per tahun.

Angka PDB itu turun 4,1 persen jika dibandingkan dengan capaian 2017. Menurut Korea Selatan (Korsel), itu adalah penurunan ekonomi terbesar selama 20 tahun terakhir. Rekor tersebut hampir menyamai penurunan ekonomi pada 1997. Saat itu Korut sedang dilanda krisis pangan. Ratusan ribu warganya meninggal. ''Ekonomi (Korut) sudah pasti turun lantaran sanksi yang diterima,'' ujar Benjamin Katzeff, pakar Korut dari Stimson Center.

Bank of Korea juga memasukkan musim kemarau panjang sebagai faktor penyebab lesunya ekonomi pemerintahan Kim Jong-un. Hal tersebut juga disampaikan pejabat World Food Programme PBB James Belgrave. Dia mengatakan, panen gandum dan barli menurun 20 persen. ''Tumbuhan di sana terlihat lebih kering dan pendek. Banyak pejabat pertanian yang khawatir,'' ujar Belgrave.

Baca Juga:  Heboh Berita Penyelewengan Dana Umat, Presiden ACT Minta Maaf

Meski begitu, Korut makin agresif menunjukkan ketidakpuasannya terhadap negara tetangga. Setelah menguji coba senjata terbaru pada Kamis (25/7/2019), Kim Jong-un mengutarakan ancaman. Dia menyatakan bahwa negara komunis itu tidak tinggal diam jika Korsel tetap melakukan latihan militer dengan Amerika Serikat (AS).

Melalui Korean Central News Agency (KCNA), putra bungsu Kim Jong-il tersebut mengakui peluncuran rudal yang terdeteksi Korsel sehari sebelumnya. Menurut dia, senjata itu merupakan salah satu andalan Korut untuk menanggulangi ancaman dari selatan. ''Kami tidak punya pilihan selain mengembangkan sistem senjata super untuk menghalau ancaman yang ada,'' ujar Jong-un menurut Al Jazeera.

Kim Jong-un tak membeberkan spesifikasi rudal yang baru saja diluncurkan. Dia hanya mengatakan bahwa misil miliknya tak akan mudah dicegat sistem antirudal. Sebab, rudal tersebut bisa terbang dalam ketinggian rendah dan mengubah sudut secara ekstrem.

Hal itu sesuai dengan tebakan militer Korsel. Mereka menyimpulkan bahwa senjata dari Tentara Rakyat Korea tersebut mirip dengan rudal jarak dekat milik Rusia, Iskander. Iskander terkenal dengan kemampuan terbang lurus, lalu menukik menuju target. Kemampuan itu membuat sistem antirudal balistik sulit memprediksi trayek serangan.

Baca Juga:  Pelantikan Tiga PTP Pemko Dumai Tunggu Rekomendasi KASN

Saat dites, dua rudal tersebut terbang dari kota pesisir Wonsan sampai ke Laut Timur alias Laut Jepang. Mereka terbang sampai jarak 690 kilometer. Dengan jangkauan tersebut, Korut bisa menyerang wilayah mana pun di Korsel. ''Ini adalah peringatan serius. Pemimpin Korsel tak boleh meremehkan peringatan ini,'' tegas Jong-un sebagaimana dilansir Yonhap.

- Advertisement -

Dalam beberapa kesempatan, Korut sudah mengutarakan keluhan terhadap rencana Korsel dan AS menggelar latihan gabungan. Selama 2018 Korsel memang membatalkan semua simulasi perang untuk menghormati perundingan denuklirisasi antara AS dan Korut. Namun, sikap Korsel berubah setelah KTT AS-Korut di Hanoi Februari silam berakhir runyam.(bil/c9/dos)

Sumber: Jawapos.com
Editor: Fopin A Sinaga

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Modus COD, Pasutri Gelapkan HP Demi Beli Sabu

Sepasang suami istri, ER alias Erni (29) dan TH alias Taufik (38), diamankan oleh tim Opsnal Polsek Tenayan Raya setelah terbukti melakukan aksi penggelapan handphone milik warga. Aksi keduanya terungkap setelah sejumlah laporan masuk dari korban yang merasa tertipu usai melakukan transaksi jual beli.

Roma vs Juventus: Adu Strategi Demi Tiket Liga Champions

AS Roma dan Juventus akan bentrok dalam laga krusial Serie A yang dapat menentukan nasib mereka di papan atas klasemen. Pertandingan yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, Senin (7/4/2025) dini hari WIB, menjadi ajang perebutan posisi di empat besar alias zona Liga Champions. Pertarungan ini akan disiarkan secara streaming di Vidio mulai pukul 01.45 WIB.

Lapas Selatpanjang Gelar Razia Usai Kunjungan Lebaran, Pastikan Bebas dari Narkoba dan HP

Usai pelaksanaan layanan kunjungan keluarga bagi warga binaan selama momen Lebaran, Lapas Selatpanjang menggelar razia besar-besaran di blok hunian pada Jumat (4/4). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mencegah penyelundupan barang terlarang seperti narkotika dan handphone di lingkungan lapas.

Arus Balik Lebaran di Jalur Riau-Sumbar Terpantau Lancar

rus balik di jalur lintas Riau-Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (5/4/2025) terlihat lancar dan aman. Kelancaran ini terpantau di gerbang tol XIII Koto Kampar serta di jalur arteri.