Selasa, 17 Februari 2026
- Advertisement -

Ketua DPD Minta Pemerintah Kaji Skema Distribusi Minyak Goreng

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut baik penerapan minyak goreng satu harga, Rp14.000 per liter. Hanya saja, Ia berharap pemerintah juga memperhatikan skema pendistribusian minyak goreng murah tersebut.

Menurut LaNyalla, pemerintah harusnya mengantisipasi dan mengatur skema agar tidak terjadi panic buying masyarakat berkepanjangan.

"Penetapan satu harga minyak goreng Rp14.000 per liter ini sangat membantu masyarakat. Hanya saja, kondisi ini menyebabkan panic buying. Apalagi ibu-ibu, karena mereka takut tidak kebagian. Bahkan mereka rela mengantre sebelum toko buka," kata LaNyalla, Selasa (25/1/2022). 

"Pemerintah perlu membuat skema pendistribusian agar tidak terjadi kepanikan. Pemerintah juga harus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa minyak goreng satu harga ini beredar di setiap pasar," katanya. 

Baca Juga:  LP Maarif NU Sebut Nadiem Tak Paham Sejarah Pendidikan Indonesia

Menurut LaNyalla, harga minyak goreng di pasar-pasar tradisional masih
berkisar Rp 20 ribu. Hal ini yang menyebabkan masyarakat menyerbu toko-toko ritel

"Pengawasan harus dilakukan oleh pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pastikan agar tidak terjadi penimbunan atau penyalahgunaan pendistribusian. Sehingga stok minyak goreng lebih sedikit dari kebutuhan masyarakat, jadi tidak berimbang," pungkasnya. 
 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: E Sulaiman

 

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut baik penerapan minyak goreng satu harga, Rp14.000 per liter. Hanya saja, Ia berharap pemerintah juga memperhatikan skema pendistribusian minyak goreng murah tersebut.

Menurut LaNyalla, pemerintah harusnya mengantisipasi dan mengatur skema agar tidak terjadi panic buying masyarakat berkepanjangan.

"Penetapan satu harga minyak goreng Rp14.000 per liter ini sangat membantu masyarakat. Hanya saja, kondisi ini menyebabkan panic buying. Apalagi ibu-ibu, karena mereka takut tidak kebagian. Bahkan mereka rela mengantre sebelum toko buka," kata LaNyalla, Selasa (25/1/2022). 

"Pemerintah perlu membuat skema pendistribusian agar tidak terjadi kepanikan. Pemerintah juga harus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa minyak goreng satu harga ini beredar di setiap pasar," katanya. 

Baca Juga:  Prokes Wajib Diterapkan untuk Kendalikan Penyebaran Covid-19 Varian Baru

Menurut LaNyalla, harga minyak goreng di pasar-pasar tradisional masih
berkisar Rp 20 ribu. Hal ini yang menyebabkan masyarakat menyerbu toko-toko ritel

- Advertisement -

"Pengawasan harus dilakukan oleh pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pastikan agar tidak terjadi penimbunan atau penyalahgunaan pendistribusian. Sehingga stok minyak goreng lebih sedikit dari kebutuhan masyarakat, jadi tidak berimbang," pungkasnya. 
 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

- Advertisement -

Editor: E Sulaiman

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut baik penerapan minyak goreng satu harga, Rp14.000 per liter. Hanya saja, Ia berharap pemerintah juga memperhatikan skema pendistribusian minyak goreng murah tersebut.

Menurut LaNyalla, pemerintah harusnya mengantisipasi dan mengatur skema agar tidak terjadi panic buying masyarakat berkepanjangan.

"Penetapan satu harga minyak goreng Rp14.000 per liter ini sangat membantu masyarakat. Hanya saja, kondisi ini menyebabkan panic buying. Apalagi ibu-ibu, karena mereka takut tidak kebagian. Bahkan mereka rela mengantre sebelum toko buka," kata LaNyalla, Selasa (25/1/2022). 

"Pemerintah perlu membuat skema pendistribusian agar tidak terjadi kepanikan. Pemerintah juga harus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa minyak goreng satu harga ini beredar di setiap pasar," katanya. 

Baca Juga:  STIKes Awal Bros Pekanbaru Wisuda Puluhan Mahasiswa

Menurut LaNyalla, harga minyak goreng di pasar-pasar tradisional masih
berkisar Rp 20 ribu. Hal ini yang menyebabkan masyarakat menyerbu toko-toko ritel

"Pengawasan harus dilakukan oleh pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pastikan agar tidak terjadi penimbunan atau penyalahgunaan pendistribusian. Sehingga stok minyak goreng lebih sedikit dari kebutuhan masyarakat, jadi tidak berimbang," pungkasnya. 
 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: E Sulaiman

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari