Minggu, 6 April 2025
spot_img

Kisah Tukang Antar Gas Dapat Pelatihan Satpam Gratis

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Deni Setiawan (24) warga Kelurahan Sialang Munggu, Tampan, Pekanbaru di putus hubungan kerja (PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja.Pasca di PHK dari Bandara SSQ II, anak yatim itu pun bekerja sebagai pengantar gas dari rumah ke rumah. Dalam seharinya, Deni mendapat upah Rp10 ribu.

Deni yang hanya tamatan SMP itu tak dapat berbuat banyak. Kendati demikian, kerja telatennya itu mendapat sorotan dari Bhabinkamtibmas Polsek Tampan yang kemudian sampai ke telinga Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita. Deni pun didatangi di rumah papannya yang berada di Jalan Cipta Karya saat sedang bersama ibu dan satu adiknya.

Pada Kamis (18/6) Kompol Ambarita menyambangi rumahnya dan menawarkan pendidikan Satpam gratis selama 21 hari. Dengan mata berbinar, Deni pun menerimanya. Sejak hari itu pula, ia resmi menjadi siswa dan siap untuk disalurkan ke perusahaan menjelang masa pendidikannya berakhir.

Baca Juga:  Tiga WNI yang Tak Dievakuasi, Menkes Yakin Dirawat dengan Baik di Cina

"Terima kasih Pak Bhabin dan Pak Kapolsek telah membantu saya untuk masuk ke pelatihan satpam. Saya percaya Tuhan itu Maha penyayang dan akan menjawab doa dan usaha yang saya lakukan tidak akan sia-sia. Bagi saya yang terpenting doa seorang ibu kepada anaknya merupakan kunci terpenting ridho orang tua adalah ridho Allah," ucapnya.

Kapolsek Tampan pun menginginkan agar Deni benar-benar belajar selama mas pendidikan. Ia memberi pesan, agar Deni tetap menjadi sosok pemuda yang pantang menyerah, hormat kepada orang tua serta bersikap jujur dan amanah apabila kelak telah bekerja.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kita antar sesama, saling membantu dan berbagi yang dirangkum dalam kegiatan bakti sosial. Dimana kegiatan ini juga merupakan program dalam rangka menyambut hari Bhayangkara ke-74 tahun 2020,," terangnya.

Baca Juga:  Lockdown Terlama  di Dunia Segera Dicabut

Ambarita berharap, seluruh lapisan masyarakat dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian.(s)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Deni Setiawan (24) warga Kelurahan Sialang Munggu, Tampan, Pekanbaru di putus hubungan kerja (PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja.Pasca di PHK dari Bandara SSQ II, anak yatim itu pun bekerja sebagai pengantar gas dari rumah ke rumah. Dalam seharinya, Deni mendapat upah Rp10 ribu.

Deni yang hanya tamatan SMP itu tak dapat berbuat banyak. Kendati demikian, kerja telatennya itu mendapat sorotan dari Bhabinkamtibmas Polsek Tampan yang kemudian sampai ke telinga Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita. Deni pun didatangi di rumah papannya yang berada di Jalan Cipta Karya saat sedang bersama ibu dan satu adiknya.

Pada Kamis (18/6) Kompol Ambarita menyambangi rumahnya dan menawarkan pendidikan Satpam gratis selama 21 hari. Dengan mata berbinar, Deni pun menerimanya. Sejak hari itu pula, ia resmi menjadi siswa dan siap untuk disalurkan ke perusahaan menjelang masa pendidikannya berakhir.

Baca Juga:  Twitter Dorong Pengguna untuk Teliti Artikel Sebelum Membagikan

"Terima kasih Pak Bhabin dan Pak Kapolsek telah membantu saya untuk masuk ke pelatihan satpam. Saya percaya Tuhan itu Maha penyayang dan akan menjawab doa dan usaha yang saya lakukan tidak akan sia-sia. Bagi saya yang terpenting doa seorang ibu kepada anaknya merupakan kunci terpenting ridho orang tua adalah ridho Allah," ucapnya.

Kapolsek Tampan pun menginginkan agar Deni benar-benar belajar selama mas pendidikan. Ia memberi pesan, agar Deni tetap menjadi sosok pemuda yang pantang menyerah, hormat kepada orang tua serta bersikap jujur dan amanah apabila kelak telah bekerja.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kita antar sesama, saling membantu dan berbagi yang dirangkum dalam kegiatan bakti sosial. Dimana kegiatan ini juga merupakan program dalam rangka menyambut hari Bhayangkara ke-74 tahun 2020,," terangnya.

Baca Juga:  SKK Migas-KKKS Salurkan Bantuan Gempa

Ambarita berharap, seluruh lapisan masyarakat dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian.(s)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Kisah Tukang Antar Gas Dapat Pelatihan Satpam Gratis

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Deni Setiawan (24) warga Kelurahan Sialang Munggu, Tampan, Pekanbaru di putus hubungan kerja (PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja.Pasca di PHK dari Bandara SSQ II, anak yatim itu pun bekerja sebagai pengantar gas dari rumah ke rumah. Dalam seharinya, Deni mendapat upah Rp10 ribu.

Deni yang hanya tamatan SMP itu tak dapat berbuat banyak. Kendati demikian, kerja telatennya itu mendapat sorotan dari Bhabinkamtibmas Polsek Tampan yang kemudian sampai ke telinga Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita. Deni pun didatangi di rumah papannya yang berada di Jalan Cipta Karya saat sedang bersama ibu dan satu adiknya.

Pada Kamis (18/6) Kompol Ambarita menyambangi rumahnya dan menawarkan pendidikan Satpam gratis selama 21 hari. Dengan mata berbinar, Deni pun menerimanya. Sejak hari itu pula, ia resmi menjadi siswa dan siap untuk disalurkan ke perusahaan menjelang masa pendidikannya berakhir.

Baca Juga:  Pemko Dumai Siapkan Anggaran Rp5,8 M

"Terima kasih Pak Bhabin dan Pak Kapolsek telah membantu saya untuk masuk ke pelatihan satpam. Saya percaya Tuhan itu Maha penyayang dan akan menjawab doa dan usaha yang saya lakukan tidak akan sia-sia. Bagi saya yang terpenting doa seorang ibu kepada anaknya merupakan kunci terpenting ridho orang tua adalah ridho Allah," ucapnya.

Kapolsek Tampan pun menginginkan agar Deni benar-benar belajar selama mas pendidikan. Ia memberi pesan, agar Deni tetap menjadi sosok pemuda yang pantang menyerah, hormat kepada orang tua serta bersikap jujur dan amanah apabila kelak telah bekerja.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kita antar sesama, saling membantu dan berbagi yang dirangkum dalam kegiatan bakti sosial. Dimana kegiatan ini juga merupakan program dalam rangka menyambut hari Bhayangkara ke-74 tahun 2020,," terangnya.

Baca Juga:  Jumlah Kematian Corona di Inggris Lewati 1000 Orang

Ambarita berharap, seluruh lapisan masyarakat dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian.(s)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Deni Setiawan (24) warga Kelurahan Sialang Munggu, Tampan, Pekanbaru di putus hubungan kerja (PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja.Pasca di PHK dari Bandara SSQ II, anak yatim itu pun bekerja sebagai pengantar gas dari rumah ke rumah. Dalam seharinya, Deni mendapat upah Rp10 ribu.

Deni yang hanya tamatan SMP itu tak dapat berbuat banyak. Kendati demikian, kerja telatennya itu mendapat sorotan dari Bhabinkamtibmas Polsek Tampan yang kemudian sampai ke telinga Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita. Deni pun didatangi di rumah papannya yang berada di Jalan Cipta Karya saat sedang bersama ibu dan satu adiknya.

Pada Kamis (18/6) Kompol Ambarita menyambangi rumahnya dan menawarkan pendidikan Satpam gratis selama 21 hari. Dengan mata berbinar, Deni pun menerimanya. Sejak hari itu pula, ia resmi menjadi siswa dan siap untuk disalurkan ke perusahaan menjelang masa pendidikannya berakhir.

Baca Juga:  SKK Migas-KKKS Salurkan Bantuan Gempa

"Terima kasih Pak Bhabin dan Pak Kapolsek telah membantu saya untuk masuk ke pelatihan satpam. Saya percaya Tuhan itu Maha penyayang dan akan menjawab doa dan usaha yang saya lakukan tidak akan sia-sia. Bagi saya yang terpenting doa seorang ibu kepada anaknya merupakan kunci terpenting ridho orang tua adalah ridho Allah," ucapnya.

Kapolsek Tampan pun menginginkan agar Deni benar-benar belajar selama mas pendidikan. Ia memberi pesan, agar Deni tetap menjadi sosok pemuda yang pantang menyerah, hormat kepada orang tua serta bersikap jujur dan amanah apabila kelak telah bekerja.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kita antar sesama, saling membantu dan berbagi yang dirangkum dalam kegiatan bakti sosial. Dimana kegiatan ini juga merupakan program dalam rangka menyambut hari Bhayangkara ke-74 tahun 2020,," terangnya.

Baca Juga:  Pemko Dumai Siapkan Anggaran Rp5,8 M

Ambarita berharap, seluruh lapisan masyarakat dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian.(s)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari