Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Polda Buru Buaya yang Muncul di Galangan Kapal

BATAM (RIAUPOS.CO) – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri memburu buaya di perairan dekat kawasan galangan kapal tak jauh dari PT SMOE Kabil, Nongsa, Batam.

Satu unit kapal patroli Ditpolairud Polda Kepri ditugaskan khusus untuk memburu buaya senyulong tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan sekuriti kawasan Pelabuhan Citra Nusa, Kabil.

“Kapal patroli kita sudah turun hari Minggu mengitari wilayah tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhartd, menjawab pertanyaan POSMETRO.CO (batampos.co.id group), Senin (20/1/2020).

Namun lanjutnya, hingga saat ini tim belum menemukan keberadaan buaya yang dimaksud.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan nelayan sekitar untuk dapat memberikan informasi dan merespon cepat ketika melihat keberadaan buaya tersebut.

Baca Juga:  Dewan Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Kuok

Sebelumnya Bob, nelayan Kampung Melayu, Batubesar itu sempat dibuat kesal. Sebab, video penampakan buaya yang beredar di media sosial itu dikira hoaks dan kurang direspon oleh instansi terkait.

Bahkan, sebut Bob, penampakan buaya itu adalah yang kedua kalinya.

“Itu yang kedua. Yang pertama munculnya di tengah. Juga diposting di Facebook,” katanya.

Menurut Bob, buaya yang muncul ke permukaan itu berciri-ciri bermulut panjang. Masyarakat nelayan menamakannya itu buaya senyulong.

“Kalau muncungnya pendek itu buaya katak,” jelas Bob.

Katanya, buaya yang pertama kali muncul itu sewaktu musim penghujan, sekitar Desember lalu.

Namun, buaya ini berukuran lebih besar. Tapi kalau buaya senyulong, yang ke dua ditemukan itu, ukuranya kurang dari 2 meter. Hidupnya di air payau.

Baca Juga:  Legislator PKS Ini Sependapat dengan Pemerintah Soal Penutupan Akses Cina

“Kalau saya tengok itu masih anaknya,” katanya lagi.

Diakui Bob, munculnya hewan predator itu ke permukaan akibat ‘rumah’ atau tempat berlindung mereka sudah dirusak.

“Lihat sendirilah. Laut dikeruk,” singgungnya.

Sumber: Batampos.co.id
Editor: E Sulaiman

BATAM (RIAUPOS.CO) – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri memburu buaya di perairan dekat kawasan galangan kapal tak jauh dari PT SMOE Kabil, Nongsa, Batam.

Satu unit kapal patroli Ditpolairud Polda Kepri ditugaskan khusus untuk memburu buaya senyulong tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan sekuriti kawasan Pelabuhan Citra Nusa, Kabil.

“Kapal patroli kita sudah turun hari Minggu mengitari wilayah tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhartd, menjawab pertanyaan POSMETRO.CO (batampos.co.id group), Senin (20/1/2020).

Namun lanjutnya, hingga saat ini tim belum menemukan keberadaan buaya yang dimaksud.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan nelayan sekitar untuk dapat memberikan informasi dan merespon cepat ketika melihat keberadaan buaya tersebut.

Baca Juga:  Dewan Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Kuok

Sebelumnya Bob, nelayan Kampung Melayu, Batubesar itu sempat dibuat kesal. Sebab, video penampakan buaya yang beredar di media sosial itu dikira hoaks dan kurang direspon oleh instansi terkait.

Bahkan, sebut Bob, penampakan buaya itu adalah yang kedua kalinya.

“Itu yang kedua. Yang pertama munculnya di tengah. Juga diposting di Facebook,” katanya.

Menurut Bob, buaya yang muncul ke permukaan itu berciri-ciri bermulut panjang. Masyarakat nelayan menamakannya itu buaya senyulong.

“Kalau muncungnya pendek itu buaya katak,” jelas Bob.

Katanya, buaya yang pertama kali muncul itu sewaktu musim penghujan, sekitar Desember lalu.

Namun, buaya ini berukuran lebih besar. Tapi kalau buaya senyulong, yang ke dua ditemukan itu, ukuranya kurang dari 2 meter. Hidupnya di air payau.

Baca Juga:  Dewas KPK Tentukan Nasib Dugaan Penerimaan Gratifikasi Lili Pintauli

“Kalau saya tengok itu masih anaknya,” katanya lagi.

Diakui Bob, munculnya hewan predator itu ke permukaan akibat ‘rumah’ atau tempat berlindung mereka sudah dirusak.

“Lihat sendirilah. Laut dikeruk,” singgungnya.

Sumber: Batampos.co.id
Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Polda Buru Buaya yang Muncul di Galangan Kapal

BATAM (RIAUPOS.CO) – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri memburu buaya di perairan dekat kawasan galangan kapal tak jauh dari PT SMOE Kabil, Nongsa, Batam.

Satu unit kapal patroli Ditpolairud Polda Kepri ditugaskan khusus untuk memburu buaya senyulong tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan sekuriti kawasan Pelabuhan Citra Nusa, Kabil.

“Kapal patroli kita sudah turun hari Minggu mengitari wilayah tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhartd, menjawab pertanyaan POSMETRO.CO (batampos.co.id group), Senin (20/1/2020).

Namun lanjutnya, hingga saat ini tim belum menemukan keberadaan buaya yang dimaksud.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan nelayan sekitar untuk dapat memberikan informasi dan merespon cepat ketika melihat keberadaan buaya tersebut.

Baca Juga:  Prokes dan 3T Harus Disiplin Dilakukan

Sebelumnya Bob, nelayan Kampung Melayu, Batubesar itu sempat dibuat kesal. Sebab, video penampakan buaya yang beredar di media sosial itu dikira hoaks dan kurang direspon oleh instansi terkait.

Bahkan, sebut Bob, penampakan buaya itu adalah yang kedua kalinya.

“Itu yang kedua. Yang pertama munculnya di tengah. Juga diposting di Facebook,” katanya.

Menurut Bob, buaya yang muncul ke permukaan itu berciri-ciri bermulut panjang. Masyarakat nelayan menamakannya itu buaya senyulong.

“Kalau muncungnya pendek itu buaya katak,” jelas Bob.

Katanya, buaya yang pertama kali muncul itu sewaktu musim penghujan, sekitar Desember lalu.

Namun, buaya ini berukuran lebih besar. Tapi kalau buaya senyulong, yang ke dua ditemukan itu, ukuranya kurang dari 2 meter. Hidupnya di air payau.

Baca Juga:  Putusan MK tentang UU Ciptaker Sulit Dimengerti

“Kalau saya tengok itu masih anaknya,” katanya lagi.

Diakui Bob, munculnya hewan predator itu ke permukaan akibat ‘rumah’ atau tempat berlindung mereka sudah dirusak.

“Lihat sendirilah. Laut dikeruk,” singgungnya.

Sumber: Batampos.co.id
Editor: E Sulaiman

BATAM (RIAUPOS.CO) – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri memburu buaya di perairan dekat kawasan galangan kapal tak jauh dari PT SMOE Kabil, Nongsa, Batam.

Satu unit kapal patroli Ditpolairud Polda Kepri ditugaskan khusus untuk memburu buaya senyulong tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan sekuriti kawasan Pelabuhan Citra Nusa, Kabil.

“Kapal patroli kita sudah turun hari Minggu mengitari wilayah tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhartd, menjawab pertanyaan POSMETRO.CO (batampos.co.id group), Senin (20/1/2020).

Namun lanjutnya, hingga saat ini tim belum menemukan keberadaan buaya yang dimaksud.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan nelayan sekitar untuk dapat memberikan informasi dan merespon cepat ketika melihat keberadaan buaya tersebut.

Baca Juga:  Putusan MK tentang UU Ciptaker Sulit Dimengerti

Sebelumnya Bob, nelayan Kampung Melayu, Batubesar itu sempat dibuat kesal. Sebab, video penampakan buaya yang beredar di media sosial itu dikira hoaks dan kurang direspon oleh instansi terkait.

Bahkan, sebut Bob, penampakan buaya itu adalah yang kedua kalinya.

“Itu yang kedua. Yang pertama munculnya di tengah. Juga diposting di Facebook,” katanya.

Menurut Bob, buaya yang muncul ke permukaan itu berciri-ciri bermulut panjang. Masyarakat nelayan menamakannya itu buaya senyulong.

“Kalau muncungnya pendek itu buaya katak,” jelas Bob.

Katanya, buaya yang pertama kali muncul itu sewaktu musim penghujan, sekitar Desember lalu.

Namun, buaya ini berukuran lebih besar. Tapi kalau buaya senyulong, yang ke dua ditemukan itu, ukuranya kurang dari 2 meter. Hidupnya di air payau.

Baca Juga:  Pacu Adrenalin, Jajal "Medan Pertempuran"

“Kalau saya tengok itu masih anaknya,” katanya lagi.

Diakui Bob, munculnya hewan predator itu ke permukaan akibat ‘rumah’ atau tempat berlindung mereka sudah dirusak.

“Lihat sendirilah. Laut dikeruk,” singgungnya.

Sumber: Batampos.co.id
Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari