Rabu, 18 Maret 2026
- Advertisement -

Polda Buru Buaya yang Muncul di Galangan Kapal

BATAM (RIAUPOS.CO) – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri memburu buaya di perairan dekat kawasan galangan kapal tak jauh dari PT SMOE Kabil, Nongsa, Batam.

Satu unit kapal patroli Ditpolairud Polda Kepri ditugaskan khusus untuk memburu buaya senyulong tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan sekuriti kawasan Pelabuhan Citra Nusa, Kabil.

“Kapal patroli kita sudah turun hari Minggu mengitari wilayah tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhartd, menjawab pertanyaan POSMETRO.CO (batampos.co.id group), Senin (20/1/2020).

Namun lanjutnya, hingga saat ini tim belum menemukan keberadaan buaya yang dimaksud.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan nelayan sekitar untuk dapat memberikan informasi dan merespon cepat ketika melihat keberadaan buaya tersebut.

Baca Juga:  Pansel Tidak Ingin Pimpinan KPK Berpaham Radikal dan Disokong Kartel

Sebelumnya Bob, nelayan Kampung Melayu, Batubesar itu sempat dibuat kesal. Sebab, video penampakan buaya yang beredar di media sosial itu dikira hoaks dan kurang direspon oleh instansi terkait.

Bahkan, sebut Bob, penampakan buaya itu adalah yang kedua kalinya.

“Itu yang kedua. Yang pertama munculnya di tengah. Juga diposting di Facebook,” katanya.

Menurut Bob, buaya yang muncul ke permukaan itu berciri-ciri bermulut panjang. Masyarakat nelayan menamakannya itu buaya senyulong.

“Kalau muncungnya pendek itu buaya katak,” jelas Bob.

Katanya, buaya yang pertama kali muncul itu sewaktu musim penghujan, sekitar Desember lalu.

Namun, buaya ini berukuran lebih besar. Tapi kalau buaya senyulong, yang ke dua ditemukan itu, ukuranya kurang dari 2 meter. Hidupnya di air payau.

Baca Juga:  Doa Istighosah di Dumai, Tidak Dihadiri Pejabat Teras Pemko Dumai

“Kalau saya tengok itu masih anaknya,” katanya lagi.

Diakui Bob, munculnya hewan predator itu ke permukaan akibat ‘rumah’ atau tempat berlindung mereka sudah dirusak.

“Lihat sendirilah. Laut dikeruk,” singgungnya.

Sumber: Batampos.co.id
Editor: E Sulaiman

BATAM (RIAUPOS.CO) – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri memburu buaya di perairan dekat kawasan galangan kapal tak jauh dari PT SMOE Kabil, Nongsa, Batam.

Satu unit kapal patroli Ditpolairud Polda Kepri ditugaskan khusus untuk memburu buaya senyulong tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan sekuriti kawasan Pelabuhan Citra Nusa, Kabil.

“Kapal patroli kita sudah turun hari Minggu mengitari wilayah tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhartd, menjawab pertanyaan POSMETRO.CO (batampos.co.id group), Senin (20/1/2020).

Namun lanjutnya, hingga saat ini tim belum menemukan keberadaan buaya yang dimaksud.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan nelayan sekitar untuk dapat memberikan informasi dan merespon cepat ketika melihat keberadaan buaya tersebut.

- Advertisement -
Baca Juga:  Tips Mudah Atasi Piringan Cakram Motor yang Macet

Sebelumnya Bob, nelayan Kampung Melayu, Batubesar itu sempat dibuat kesal. Sebab, video penampakan buaya yang beredar di media sosial itu dikira hoaks dan kurang direspon oleh instansi terkait.

Bahkan, sebut Bob, penampakan buaya itu adalah yang kedua kalinya.

- Advertisement -

“Itu yang kedua. Yang pertama munculnya di tengah. Juga diposting di Facebook,” katanya.

Menurut Bob, buaya yang muncul ke permukaan itu berciri-ciri bermulut panjang. Masyarakat nelayan menamakannya itu buaya senyulong.

“Kalau muncungnya pendek itu buaya katak,” jelas Bob.

Katanya, buaya yang pertama kali muncul itu sewaktu musim penghujan, sekitar Desember lalu.

Namun, buaya ini berukuran lebih besar. Tapi kalau buaya senyulong, yang ke dua ditemukan itu, ukuranya kurang dari 2 meter. Hidupnya di air payau.

Baca Juga:  Pansel Tidak Ingin Pimpinan KPK Berpaham Radikal dan Disokong Kartel

“Kalau saya tengok itu masih anaknya,” katanya lagi.

Diakui Bob, munculnya hewan predator itu ke permukaan akibat ‘rumah’ atau tempat berlindung mereka sudah dirusak.

“Lihat sendirilah. Laut dikeruk,” singgungnya.

Sumber: Batampos.co.id
Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BATAM (RIAUPOS.CO) – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri memburu buaya di perairan dekat kawasan galangan kapal tak jauh dari PT SMOE Kabil, Nongsa, Batam.

Satu unit kapal patroli Ditpolairud Polda Kepri ditugaskan khusus untuk memburu buaya senyulong tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan sekuriti kawasan Pelabuhan Citra Nusa, Kabil.

“Kapal patroli kita sudah turun hari Minggu mengitari wilayah tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhartd, menjawab pertanyaan POSMETRO.CO (batampos.co.id group), Senin (20/1/2020).

Namun lanjutnya, hingga saat ini tim belum menemukan keberadaan buaya yang dimaksud.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan nelayan sekitar untuk dapat memberikan informasi dan merespon cepat ketika melihat keberadaan buaya tersebut.

Baca Juga:  Di Dumai, Salat Idul Adha Dibolehkan di Masjid dan Lapangan

Sebelumnya Bob, nelayan Kampung Melayu, Batubesar itu sempat dibuat kesal. Sebab, video penampakan buaya yang beredar di media sosial itu dikira hoaks dan kurang direspon oleh instansi terkait.

Bahkan, sebut Bob, penampakan buaya itu adalah yang kedua kalinya.

“Itu yang kedua. Yang pertama munculnya di tengah. Juga diposting di Facebook,” katanya.

Menurut Bob, buaya yang muncul ke permukaan itu berciri-ciri bermulut panjang. Masyarakat nelayan menamakannya itu buaya senyulong.

“Kalau muncungnya pendek itu buaya katak,” jelas Bob.

Katanya, buaya yang pertama kali muncul itu sewaktu musim penghujan, sekitar Desember lalu.

Namun, buaya ini berukuran lebih besar. Tapi kalau buaya senyulong, yang ke dua ditemukan itu, ukuranya kurang dari 2 meter. Hidupnya di air payau.

Baca Juga:  Truk Tangki Tabrak 2 Mobil dan Jatuh ke Jurang

“Kalau saya tengok itu masih anaknya,” katanya lagi.

Diakui Bob, munculnya hewan predator itu ke permukaan akibat ‘rumah’ atau tempat berlindung mereka sudah dirusak.

“Lihat sendirilah. Laut dikeruk,” singgungnya.

Sumber: Batampos.co.id
Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari