Minggu, 6 April 2025
spot_img

Mantan Staf Konsulat Inggris Mengaku Disiksa Polisi Tiongkok

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mantan pegawai konsulat Inggris di Hongkong mengungkapkan hal yang mengejutkan. Pria yang bernama Simon Cheng tersebut mengaku polisi rahasia Tiongkok telah memukulinya, melarangnya untuk tidur, dan mengikatnya. Saat itu polisi tengah memburu informasi tentang pegiat yang memimpin aksi protes pro-demokrasi seperti dilaporkan Wall Street Journal (WSJ).

Simon Cheng merupakan warga negara Hongkong yang bekerja untuk tim pengembangan bisnis konsulat Inggris. Saat dia ditahan, kepada WSJ, Simon mengatakan berulang kali ditanyai soal peran para interogatornya yang diduga Inggris bermain dalam menyulut kerusuhan.

Terkait hal itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengecam perlakuan Tiongkok terhadap Cheng, yang menurutnya sama saja dengan penyiksaan.

Baca Juga:  10 Tahun Tak Berpidato, Rusli Zainal Grogi

Raab mengatakan kepada WSJ, dia telah memanggil duta besar Tiongkok terkait insiden tersebut. Inggris meminta klarifikasi dari Tiongkok. "Saya terangkan bahwa kami berharap otoritas Tiongkok menyelidiki kejadian tersebut dan meminta pertanggungjawaban mereka," terang Raab.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mantan pegawai konsulat Inggris di Hongkong mengungkapkan hal yang mengejutkan. Pria yang bernama Simon Cheng tersebut mengaku polisi rahasia Tiongkok telah memukulinya, melarangnya untuk tidur, dan mengikatnya. Saat itu polisi tengah memburu informasi tentang pegiat yang memimpin aksi protes pro-demokrasi seperti dilaporkan Wall Street Journal (WSJ).

Simon Cheng merupakan warga negara Hongkong yang bekerja untuk tim pengembangan bisnis konsulat Inggris. Saat dia ditahan, kepada WSJ, Simon mengatakan berulang kali ditanyai soal peran para interogatornya yang diduga Inggris bermain dalam menyulut kerusuhan.

Terkait hal itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengecam perlakuan Tiongkok terhadap Cheng, yang menurutnya sama saja dengan penyiksaan.

Baca Juga:  Facebook Akusisi Giphy Rp6 Triliun

Raab mengatakan kepada WSJ, dia telah memanggil duta besar Tiongkok terkait insiden tersebut. Inggris meminta klarifikasi dari Tiongkok. "Saya terangkan bahwa kami berharap otoritas Tiongkok menyelidiki kejadian tersebut dan meminta pertanggungjawaban mereka," terang Raab.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Mantan Staf Konsulat Inggris Mengaku Disiksa Polisi Tiongkok

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mantan pegawai konsulat Inggris di Hongkong mengungkapkan hal yang mengejutkan. Pria yang bernama Simon Cheng tersebut mengaku polisi rahasia Tiongkok telah memukulinya, melarangnya untuk tidur, dan mengikatnya. Saat itu polisi tengah memburu informasi tentang pegiat yang memimpin aksi protes pro-demokrasi seperti dilaporkan Wall Street Journal (WSJ).

Simon Cheng merupakan warga negara Hongkong yang bekerja untuk tim pengembangan bisnis konsulat Inggris. Saat dia ditahan, kepada WSJ, Simon mengatakan berulang kali ditanyai soal peran para interogatornya yang diduga Inggris bermain dalam menyulut kerusuhan.

Terkait hal itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengecam perlakuan Tiongkok terhadap Cheng, yang menurutnya sama saja dengan penyiksaan.

Baca Juga:  Wiranto Sebut 99 Persen Penyebab Karhutla adalah Manusia, Sisanya Faktor Alam

Raab mengatakan kepada WSJ, dia telah memanggil duta besar Tiongkok terkait insiden tersebut. Inggris meminta klarifikasi dari Tiongkok. "Saya terangkan bahwa kami berharap otoritas Tiongkok menyelidiki kejadian tersebut dan meminta pertanggungjawaban mereka," terang Raab.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mantan pegawai konsulat Inggris di Hongkong mengungkapkan hal yang mengejutkan. Pria yang bernama Simon Cheng tersebut mengaku polisi rahasia Tiongkok telah memukulinya, melarangnya untuk tidur, dan mengikatnya. Saat itu polisi tengah memburu informasi tentang pegiat yang memimpin aksi protes pro-demokrasi seperti dilaporkan Wall Street Journal (WSJ).

Simon Cheng merupakan warga negara Hongkong yang bekerja untuk tim pengembangan bisnis konsulat Inggris. Saat dia ditahan, kepada WSJ, Simon mengatakan berulang kali ditanyai soal peran para interogatornya yang diduga Inggris bermain dalam menyulut kerusuhan.

Terkait hal itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengecam perlakuan Tiongkok terhadap Cheng, yang menurutnya sama saja dengan penyiksaan.

Baca Juga:  Kapolsek Panipahan Bersama Tokoh Masyarakat Bangun Rumah Nelayan

Raab mengatakan kepada WSJ, dia telah memanggil duta besar Tiongkok terkait insiden tersebut. Inggris meminta klarifikasi dari Tiongkok. "Saya terangkan bahwa kami berharap otoritas Tiongkok menyelidiki kejadian tersebut dan meminta pertanggungjawaban mereka," terang Raab.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari