Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Bosch Dorong Anak Muda Ciptakan Solusi IoT

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Perusahaan teknologi, Bosch, terus berupaya untuk menemukan solusi internet of thing (IoT) baru karya anak bangsa di beberapa bidang. Seperti bidang smart manufacturing, smart mobility, smart cities, smart agriculture atau aquaculture, dan solusi yang membawa dampak positif bagi lingkungan sosial. Langkah tersebut dilakukan karena melihat besarnya pasar IoT Indonesia.

Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell menjelaskan, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 140 juta. Selain itu, market IoT di tanah air ini diperkirakan akan bernilai USD 30 miliar atau setara dengan Rp444 triliun pada tahun 2022 mendatang.

"IoT merupakan salah satu kunci kemajuan teknologi guna mendukung implementasi industri 4.0 di Indonesia," terangnya.

Baca Juga:  Bupati Dukung Eksplorasi Sumur Minyak di Kota Lama

Karena itu, seiring dengan besarnya potensi pengembangan teknologi internet dalam negeri, maka Bosch menyelenggarakan kompetisi IoT Hackathon 2019 bekerja sama dengan beberapa pihak. Seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi IoT Indonesia, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.

"Tujuannya, menumbuhkan dan mendukung inovasi anak muda yang cerdas digital dengan menantang mereka untuk mengembangkan solusi IoT menggunakan Bosch XDK," papar Powell.

Sejak Mei-Agustus 2019, Bosch telah menjalankan rangkaian Road to Hackathon di Surabaya, Jakarta, dan Bandung untuk membahas berbagai topik. Antara lain smart manufacturing, smart mobility, dan smart city. Agar para kalangan muda dan mahasiswa mendapatkan wawasan tentang tantangan yang saat ini dihadapi Indonesia dalam bidang IoT.

Baca Juga:  Ramadan di Tengah Virus Corona, Zee Zee Shahab Tetap Berpikir Positif

Kemudian pada September lalu, sepuluh tim finalis telah dipilih dari sekian banyak ajuan proposal bertema IoT yang terdaftar. Lalu, Kamis (17/10), dari 10 finalis tersebut, telah ditentukan dua pemenang. Yaitu kelompok Unafeed dengan kategori smart aquaculture dan kelompok Ceri kategori smart agriculture. Tim pemenang berhak menerima anggaran proyek serta bekerja secara kolaboratif dengan Bosch dalam mengomersialkan ide-ide yang telah dibuat.

"Harapan kami, langkah Bosch ini dapat mendorong milenial Indonesia untuk menemukan berbagai teknologi canggih," ucap Powell.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Perusahaan teknologi, Bosch, terus berupaya untuk menemukan solusi internet of thing (IoT) baru karya anak bangsa di beberapa bidang. Seperti bidang smart manufacturing, smart mobility, smart cities, smart agriculture atau aquaculture, dan solusi yang membawa dampak positif bagi lingkungan sosial. Langkah tersebut dilakukan karena melihat besarnya pasar IoT Indonesia.

Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell menjelaskan, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 140 juta. Selain itu, market IoT di tanah air ini diperkirakan akan bernilai USD 30 miliar atau setara dengan Rp444 triliun pada tahun 2022 mendatang.

"IoT merupakan salah satu kunci kemajuan teknologi guna mendukung implementasi industri 4.0 di Indonesia," terangnya.

Baca Juga:  Wabah Virus Corona, Masker di Apotek Diserbu Warga

Karena itu, seiring dengan besarnya potensi pengembangan teknologi internet dalam negeri, maka Bosch menyelenggarakan kompetisi IoT Hackathon 2019 bekerja sama dengan beberapa pihak. Seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi IoT Indonesia, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.

"Tujuannya, menumbuhkan dan mendukung inovasi anak muda yang cerdas digital dengan menantang mereka untuk mengembangkan solusi IoT menggunakan Bosch XDK," papar Powell.

Sejak Mei-Agustus 2019, Bosch telah menjalankan rangkaian Road to Hackathon di Surabaya, Jakarta, dan Bandung untuk membahas berbagai topik. Antara lain smart manufacturing, smart mobility, dan smart city. Agar para kalangan muda dan mahasiswa mendapatkan wawasan tentang tantangan yang saat ini dihadapi Indonesia dalam bidang IoT.

Baca Juga:  Gubri Beber Alasan Tidak Bisa Hadir di HUT Meranti

Kemudian pada September lalu, sepuluh tim finalis telah dipilih dari sekian banyak ajuan proposal bertema IoT yang terdaftar. Lalu, Kamis (17/10), dari 10 finalis tersebut, telah ditentukan dua pemenang. Yaitu kelompok Unafeed dengan kategori smart aquaculture dan kelompok Ceri kategori smart agriculture. Tim pemenang berhak menerima anggaran proyek serta bekerja secara kolaboratif dengan Bosch dalam mengomersialkan ide-ide yang telah dibuat.

"Harapan kami, langkah Bosch ini dapat mendorong milenial Indonesia untuk menemukan berbagai teknologi canggih," ucap Powell.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Bosch Dorong Anak Muda Ciptakan Solusi IoT

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Perusahaan teknologi, Bosch, terus berupaya untuk menemukan solusi internet of thing (IoT) baru karya anak bangsa di beberapa bidang. Seperti bidang smart manufacturing, smart mobility, smart cities, smart agriculture atau aquaculture, dan solusi yang membawa dampak positif bagi lingkungan sosial. Langkah tersebut dilakukan karena melihat besarnya pasar IoT Indonesia.

Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell menjelaskan, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 140 juta. Selain itu, market IoT di tanah air ini diperkirakan akan bernilai USD 30 miliar atau setara dengan Rp444 triliun pada tahun 2022 mendatang.

"IoT merupakan salah satu kunci kemajuan teknologi guna mendukung implementasi industri 4.0 di Indonesia," terangnya.

Baca Juga:  Pertamina Dinilai Belum Siap Kelola Blok Rokan

Karena itu, seiring dengan besarnya potensi pengembangan teknologi internet dalam negeri, maka Bosch menyelenggarakan kompetisi IoT Hackathon 2019 bekerja sama dengan beberapa pihak. Seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi IoT Indonesia, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.

"Tujuannya, menumbuhkan dan mendukung inovasi anak muda yang cerdas digital dengan menantang mereka untuk mengembangkan solusi IoT menggunakan Bosch XDK," papar Powell.

Sejak Mei-Agustus 2019, Bosch telah menjalankan rangkaian Road to Hackathon di Surabaya, Jakarta, dan Bandung untuk membahas berbagai topik. Antara lain smart manufacturing, smart mobility, dan smart city. Agar para kalangan muda dan mahasiswa mendapatkan wawasan tentang tantangan yang saat ini dihadapi Indonesia dalam bidang IoT.

Baca Juga:  PPKM Darurat, Menko Airlangga: Prokes Ketat Diiringi Penegakan Hukum

Kemudian pada September lalu, sepuluh tim finalis telah dipilih dari sekian banyak ajuan proposal bertema IoT yang terdaftar. Lalu, Kamis (17/10), dari 10 finalis tersebut, telah ditentukan dua pemenang. Yaitu kelompok Unafeed dengan kategori smart aquaculture dan kelompok Ceri kategori smart agriculture. Tim pemenang berhak menerima anggaran proyek serta bekerja secara kolaboratif dengan Bosch dalam mengomersialkan ide-ide yang telah dibuat.

"Harapan kami, langkah Bosch ini dapat mendorong milenial Indonesia untuk menemukan berbagai teknologi canggih," ucap Powell.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Perusahaan teknologi, Bosch, terus berupaya untuk menemukan solusi internet of thing (IoT) baru karya anak bangsa di beberapa bidang. Seperti bidang smart manufacturing, smart mobility, smart cities, smart agriculture atau aquaculture, dan solusi yang membawa dampak positif bagi lingkungan sosial. Langkah tersebut dilakukan karena melihat besarnya pasar IoT Indonesia.

Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell menjelaskan, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 140 juta. Selain itu, market IoT di tanah air ini diperkirakan akan bernilai USD 30 miliar atau setara dengan Rp444 triliun pada tahun 2022 mendatang.

"IoT merupakan salah satu kunci kemajuan teknologi guna mendukung implementasi industri 4.0 di Indonesia," terangnya.

Baca Juga:  Bupati Dukung Eksplorasi Sumur Minyak di Kota Lama

Karena itu, seiring dengan besarnya potensi pengembangan teknologi internet dalam negeri, maka Bosch menyelenggarakan kompetisi IoT Hackathon 2019 bekerja sama dengan beberapa pihak. Seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi IoT Indonesia, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.

"Tujuannya, menumbuhkan dan mendukung inovasi anak muda yang cerdas digital dengan menantang mereka untuk mengembangkan solusi IoT menggunakan Bosch XDK," papar Powell.

Sejak Mei-Agustus 2019, Bosch telah menjalankan rangkaian Road to Hackathon di Surabaya, Jakarta, dan Bandung untuk membahas berbagai topik. Antara lain smart manufacturing, smart mobility, dan smart city. Agar para kalangan muda dan mahasiswa mendapatkan wawasan tentang tantangan yang saat ini dihadapi Indonesia dalam bidang IoT.

Baca Juga:  Wabah Virus Corona, Masker di Apotek Diserbu Warga

Kemudian pada September lalu, sepuluh tim finalis telah dipilih dari sekian banyak ajuan proposal bertema IoT yang terdaftar. Lalu, Kamis (17/10), dari 10 finalis tersebut, telah ditentukan dua pemenang. Yaitu kelompok Unafeed dengan kategori smart aquaculture dan kelompok Ceri kategori smart agriculture. Tim pemenang berhak menerima anggaran proyek serta bekerja secara kolaboratif dengan Bosch dalam mengomersialkan ide-ide yang telah dibuat.

"Harapan kami, langkah Bosch ini dapat mendorong milenial Indonesia untuk menemukan berbagai teknologi canggih," ucap Powell.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari