Categories: Nasional

Sering Vertigo Bisa Memicu Stroke?

RIAUPOS.CO – Pusing dan sakit kepala, termasuk munculnya vertigo merupakan salah satu keluhan yang menyebabkan banyak orang memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, masyarakat masih banyak yang bertanya-tanya apakah vertigo bisa memicu stroke.

Faktanya, keluhan tersebut memiliki cukup banyak kemungkinan penyebab, sehingga perlu dilakukan evaluasi menyeluruh untuk menemukan penyebabnya. Sehingga disarankan untuk tidak sembarangan dalam mengobati sakit kepala atau pusing yang dialami.

Lalu bagaimana kaitan antara vertigo dan stroke? Apakah vertigo benar memicu timbulnya stroke?

Kaitan antara vertigo dan stroke

Pada kasus stroke, terdapat gejala neurologis akibat kurangnya asupan darah ke otak. Hal ini bisa timbul akibat dua faktor, yaitu adanya sumbatan pada pembuluh darah otak (stroke iskemik) atau adanya perdarahan pada otak (stroke hemoragik). Jika jaringan otak dibiarkan kekurangan darah, lama-kelamaan jaringan otak yang sangat bergantung pada oksigen yang dibawa oleh darah bisa mati.

Gejala stroke sendiri bervariasi, yang bisa berbeda antara stroke iskemik dan stroke hemoragik.

Gejala stroke iskemik yang banyak dikenal antara lain senyum menjadi tidak simetris, gerakan tangan dan kaki menjadi lemah (umumnya pada satu sisi tubuh), gangguan bicara (seperti pelo, sulit bicara, bicara tidak menyambung, atau sulit mengerti kata-kata). Pada jenis stroke ini, bisa juga ditemukan keluhan vertigo.

Gejala stroke hemoragik bisa serupa, tetapi sering kali disertai penurunan kesadaran, nyeri kepala hebat, kejang, dan muntah yang tidak didahului oleh mual.

Pada vertigo, keluhan utamanya adalah pusing, terutama rasa sekeliling atau diri seperti berputar. Faktor penyebabnya beragam, tetapi secara umum dibagi menjadi vertigo perifer (diakibatkan adanya gangguan di telinga) dan vertigo sentral (akibat dari masalah pada sistem saraf pusat seperti otak).

Pada vertigo sentral, keluhan umumnya muncul akibat masalah pada batang otak atau otak kecil (serebelum). Misalnya akibat berkurangnya asupan darah ke otak (stroke), adanya tumor pada otak, penyakit multiple sclerosis (MS), migrain, trauma pada otak, dan sebagainya.

Di antara keduanya, vertigo sentral umumnya memiliki tingkat keparahan yang lebih berat dibandingkan dengan vertigo perifer. Hal ini khususnya terjadi jika penyakit yang mendasari gejala vertigo tidak segera diatasi. Misalnya saja vertigo yang disebabkan oleh penyakit stroke. Kondisi tersebut merupakan gawat darurat medis, sehingga butuh pertolongan segera.

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

23 jam ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

23 jam ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

24 jam ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

24 jam ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

2 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

2 hari ago