Categories: Nasional

Kenali Dampak Lingkungan Kerja Bagi Kesehatan Mental

RIAUPOS.CO – Semua pekerjaan memiliki tingkat stres sendiri-sendiri, baik itu tinggi maupun rendah, sering atau jarang. Namun, jangan sepelekan apabila semakin hari Anda semakin merasa lelah, stres, tertekan, depresi, dan tidak bersemangat lagi dengan pekerjaan Anda. Jangan-jangan lingkungan kerja Anda toxic atau beracun bagi kesehatan mental.

Pada dasarnya, ada tiga alasan utama seseorang memilih suatu pekerjaan. Pertama, lingkup pekerjaan sesuai dengan keilmuan atau passion yang dimiliki. Kedua, pekerjaan itu memberikan gaji yang memuaskan. Ketiga, lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal atau jauh dari kemacetan.

Anda umumnya akan merasa nyaman bila sudah punya pekerjaan yang memenuhi minimal dua kriteria di atas. Namun, orang yang bekerja di lingkungan toxic tidak akan merasakan nyaman dengan pekerjaannya, bahkan cenderung semakin buruk.

Jangankan bekerja, melangkahkan kaki keluar rumah untuk menuju ke kantor setiap hari bisa terasa berat dan malas. Jika mengalami hal tersebut, mungkin kesehatan mental Anda sudah mulai terganggu oleh lingkungan kerja yang kurang baik.

Sama seperti kesehatan fisik, kesehatan mental tidak kalah pentingnya bagi tubuh. Bahkan, kesehatan mental yang terganggu dapat pula menyebabkan gangguan kesehatan fisik. Contoh sederhananya, seseorang yang sedang stres dapat mengalami sakit kepala atau sakit mag.

Kenali lingkungan kerja yang toxic

Lingkungan kerja yang toxic atau beracun dapat berasal dari pekerjaan, suasana, orang-orang di dalamnya, atau kombinasi beberapa faktor tersebut. Ada beberapa pertanyaan yang dapat Anda tanyakan kepada diri sendiri untuk mengetahui apakah lingkungan kerja Anda toxic atau tidak.

Misalnya, “Apakah Anda dapat tidur dengan cukup dan nyenyak sehari-hari?”, “Apakah Anda sering merasa cemas dan berdebar-debar tanpa sebab yang jelas?”, “Apakah Anda mengalami gangguan makan (tidak selera makan atau makan terlalu kalap)?”, serta “Apakah Anda merasa nyaman, aman, dan bahagia ketika berada di tempat kerja dan di rumah?”.

Apabila ada satu saja jawaban negatif dari pertanyaan tersebut, maka kemungkinan lingkungan tempat kerja Anda sekarang ini beracun bagi kesehatan mental.

Ciri-ciri lingkungan kerja yang ’beracun’

Di lingkungan kerja yang toxic, umumnya para karyawannya merasa kurang sejahtera. Mereka merasa kelelahan, stres, dan jenuh dengan beban tugas yang diberikan. Saking banyaknya beban tugas, karyawan sering harus bekerja lembur. Karyawan juga tampak kurang bahagia, kurang tampak komunikasi, interaksi,  dan keeratan antarkaryawan.

Sebaliknya, lingkungan kerja yang terlalu sarat dengan gosip dan rumor juga dapat “meracuni” kesehatan mental pekerjanya. Selain itu, atasan yang memimpin dengan kurang bijaksana juga dapat membuat lingkungan kerja menjadi tidak sehat, seperti memaksakan kehendak, bersifat otoriter, dan kurang mengayomi anak buah.

Akibat semua hal yang dibahas di atas, pada umumnya turn over karyawan akan relatif tinggi. Karena merasa kurang nyaman di lingkungan kerja demikian, karyawan akan sulit merasa kerasan hingga akhirnya memutuskan untuk keluar.

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina
   

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

18 jam ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

18 jam ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

1 hari ago

Penampilan Dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat Meriahkan HSBL

Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…

2 hari ago

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

2 hari ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

2 hari ago