Minggu, 24 Mei 2026
- Advertisement -

Sri Mulyani: Skenario Terburuk Pengangguran Bisa Sampai 5,2 Juta Orang

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Virus Corona atau Covid-19 bukan hanya menyerang kesehatan manusia, namun juga hampir seluruh sektor perekonomian. Banyak perusahaan yang terganggu, bahkan tidak dapat beroperasi sama sekali. Hal ini dapar menimbulkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang sangat besar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah menyiapkan skenario terberat termasuk dalam menghadapi angka kenaikan pengangguran hingga 5,2 juta orang. “Kenaikan sampai 2,9 juta orang pengangguran baru dan skenario lebih berat ada kenaikan 5,2 juta,” ujar Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (17/4).

Sri Mulyani menyebut, masyarakat yang paling berdampak adalah sektor informal atau pekerja harian sebanyak 265 ribu. Sementara untuk pekerja yang dirumahkan yaitu sebanyak 1,24 juta. “Pekerja yang dirumahkan dari April adalah 1,24 juta dari pekerja sektor formal. Sektor informal, pencatatan harus dilihat lagi sebanyak 265 ribu pekerja,” tuturnya.

Baca Juga:  Guspardi: Tak Ada Salahnya Gubernur Sumut Minta Maaf ke Coki

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 telah meluas ke berbagai negara. Sehingga, membuat perekonomian global turun dan terancam terjadinya resesi. “AS pengangguran 10 persen, bahkan ada yang estimasi di atas 15 sampai 20 persen. Ini tingkat penganguran terbesar dunia,” ucapnya.

Sumber:JawaPos.com

Editor: Deslina

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Virus Corona atau Covid-19 bukan hanya menyerang kesehatan manusia, namun juga hampir seluruh sektor perekonomian. Banyak perusahaan yang terganggu, bahkan tidak dapat beroperasi sama sekali. Hal ini dapar menimbulkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang sangat besar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah menyiapkan skenario terberat termasuk dalam menghadapi angka kenaikan pengangguran hingga 5,2 juta orang. “Kenaikan sampai 2,9 juta orang pengangguran baru dan skenario lebih berat ada kenaikan 5,2 juta,” ujar Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (17/4).

Sri Mulyani menyebut, masyarakat yang paling berdampak adalah sektor informal atau pekerja harian sebanyak 265 ribu. Sementara untuk pekerja yang dirumahkan yaitu sebanyak 1,24 juta. “Pekerja yang dirumahkan dari April adalah 1,24 juta dari pekerja sektor formal. Sektor informal, pencatatan harus dilihat lagi sebanyak 265 ribu pekerja,” tuturnya.

Baca Juga:  Mengenal Arti Penting Keberadaan Fitur ESP di Mobil Kesayangan Anda

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 telah meluas ke berbagai negara. Sehingga, membuat perekonomian global turun dan terancam terjadinya resesi. “AS pengangguran 10 persen, bahkan ada yang estimasi di atas 15 sampai 20 persen. Ini tingkat penganguran terbesar dunia,” ucapnya.

Sumber:JawaPos.com

- Advertisement -

Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Perlawanan

Salah Naik Mobil

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Virus Corona atau Covid-19 bukan hanya menyerang kesehatan manusia, namun juga hampir seluruh sektor perekonomian. Banyak perusahaan yang terganggu, bahkan tidak dapat beroperasi sama sekali. Hal ini dapar menimbulkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang sangat besar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah menyiapkan skenario terberat termasuk dalam menghadapi angka kenaikan pengangguran hingga 5,2 juta orang. “Kenaikan sampai 2,9 juta orang pengangguran baru dan skenario lebih berat ada kenaikan 5,2 juta,” ujar Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (17/4).

Sri Mulyani menyebut, masyarakat yang paling berdampak adalah sektor informal atau pekerja harian sebanyak 265 ribu. Sementara untuk pekerja yang dirumahkan yaitu sebanyak 1,24 juta. “Pekerja yang dirumahkan dari April adalah 1,24 juta dari pekerja sektor formal. Sektor informal, pencatatan harus dilihat lagi sebanyak 265 ribu pekerja,” tuturnya.

Baca Juga:  Risma : Bansos Tunai Jangan Dibelikan Rokok dan Miras

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 telah meluas ke berbagai negara. Sehingga, membuat perekonomian global turun dan terancam terjadinya resesi. “AS pengangguran 10 persen, bahkan ada yang estimasi di atas 15 sampai 20 persen. Ini tingkat penganguran terbesar dunia,” ucapnya.

Sumber:JawaPos.com

Editor: Deslina

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Perlawanan

Salah Naik Mobil

Trending Tags

Rubrik dicari