Minggu, 6 April 2025
spot_img

Buntut Invasi Rusia ke Ukraina, Ribuan Jutawan Rusia Pilih Eksodus

MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Orang-orang kaya Rusia diperkirakan melakukan eksodus besar-besaran tahun ini. Hingga akhir tahun, lebih dari 15 ribu jutawan diduga akan meninggalkan Negeri Beruang Merah. Mereka memilih pergi sebagai imbas invasi negaranya ke Ukraina.

Data tersebut dirilis Henley & Partners, perusahaan berbasis di London, Inggris, yang membantu orang-orang superkaya menemukan negara yang menawarkan kewarganegaraan. Mereka mengungkapkan, rata-rata penduduk yang ingin hengkang itu memiliki lebih dari 1 juta dolar AS (Rp14,7 miliar) aset siap pakai.

Kepala Penelitian di New World Wealth Andrew Amoils menuturkan, orang kaya yang beremigrasi dari Rusia meningkat setiap tahunnya dalam satu dekade terakhir. Amoils adalah pihak yang membantu pengumpulan data Henley & Partners. Dia menegaskan, situasi tersebut seharusnya menjadi peringatan dini bagi Rusia.

’’Secara historis, keruntuhan negara besar biasanya didahului oleh percepatan emigrasi orang-orang kaya,’’ ujarnya, seperti dikutip The Guardian.

Mereka sering kali menjadi orang pertama yang pergi karena memiliki sarana untuk melakukannya. Orang-orang kaya di Ukraina juga memilih hengkang. Bukan karena ingin, tapi mereka terpaksa karena negaranya hancur lebur diserang Rusia. Individu dengan kekayaan bersih tinggi (HNWI) alias jutawan yang diperkirakan pergi mencapai 2.800 orang. Itu setara 42 persen HNWI di Ukraina. Berdasar proporsi populasi, angkanya termasuk tinggi.

Baca Juga:  Menangis Ucapkan Syahadat, Deddy Corbuzier Resmi Masuk Islam

Biasanya orang-orang kaya memilih pindah ke AS dan Inggris. Namun, belakangan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi destinasi baru. Sekitar 4.000 HNWI diperkirakan pindah ke UEA pada akhir tahun ini, 3.500 ke Australia, 2.800 ke Singapura, dan 2.500 ke Israel.

’’Sejumlah besar jutawan juga bakal pindah ke 3M. Yakni, Malta, Mauritius, dan Monako,’’ terang Amoils.

Monako membuat orang-orang kaya tertarik karena di sana tidak ada pajak penghasilan dan pajak properti. Sekitar 7 di antara 10 orang yang tinggal di Monako adalah jutawan.

Di sisi lain, invasi Rusia ke Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda usai dan justru kian membara. Rusia berhasil menguasai sebagian besar wilayah Sievierodonetsk di Luhansk. Mereka menghancurkan semua jembatan penghubung dari dan ke kota tersebut. Praktis, kota itu terisolasi.

Baca Juga:  Bupati Kumpulkan Tokoh di Rokan Hilir

Mayoritas kota di Luhansk sudah dikuasai pemberontak pro-Rusia. Jika berhasil mengambil alih Severodonetsk dan Lysychansk, artinya Rusia telah menguasai seluruh wilayah Luhansk.

’’Pertempuran sengit di Sievierodonetsk akan dikenang sebagai salah satu yang paling brutal yang pernah terjadi di Eropa,’’ ucap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.(sha/c18/bay/jpg)

Sumber: Jawapos.pos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Orang-orang kaya Rusia diperkirakan melakukan eksodus besar-besaran tahun ini. Hingga akhir tahun, lebih dari 15 ribu jutawan diduga akan meninggalkan Negeri Beruang Merah. Mereka memilih pergi sebagai imbas invasi negaranya ke Ukraina.

Data tersebut dirilis Henley & Partners, perusahaan berbasis di London, Inggris, yang membantu orang-orang superkaya menemukan negara yang menawarkan kewarganegaraan. Mereka mengungkapkan, rata-rata penduduk yang ingin hengkang itu memiliki lebih dari 1 juta dolar AS (Rp14,7 miliar) aset siap pakai.

Kepala Penelitian di New World Wealth Andrew Amoils menuturkan, orang kaya yang beremigrasi dari Rusia meningkat setiap tahunnya dalam satu dekade terakhir. Amoils adalah pihak yang membantu pengumpulan data Henley & Partners. Dia menegaskan, situasi tersebut seharusnya menjadi peringatan dini bagi Rusia.

’’Secara historis, keruntuhan negara besar biasanya didahului oleh percepatan emigrasi orang-orang kaya,’’ ujarnya, seperti dikutip The Guardian.

Mereka sering kali menjadi orang pertama yang pergi karena memiliki sarana untuk melakukannya. Orang-orang kaya di Ukraina juga memilih hengkang. Bukan karena ingin, tapi mereka terpaksa karena negaranya hancur lebur diserang Rusia. Individu dengan kekayaan bersih tinggi (HNWI) alias jutawan yang diperkirakan pergi mencapai 2.800 orang. Itu setara 42 persen HNWI di Ukraina. Berdasar proporsi populasi, angkanya termasuk tinggi.

Baca Juga:  Elevasi Masih Tinggi, Pintu Air Waduk PLTA Koto Panjang Dibuka 100 cm

Biasanya orang-orang kaya memilih pindah ke AS dan Inggris. Namun, belakangan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi destinasi baru. Sekitar 4.000 HNWI diperkirakan pindah ke UEA pada akhir tahun ini, 3.500 ke Australia, 2.800 ke Singapura, dan 2.500 ke Israel.

’’Sejumlah besar jutawan juga bakal pindah ke 3M. Yakni, Malta, Mauritius, dan Monako,’’ terang Amoils.

Monako membuat orang-orang kaya tertarik karena di sana tidak ada pajak penghasilan dan pajak properti. Sekitar 7 di antara 10 orang yang tinggal di Monako adalah jutawan.

Di sisi lain, invasi Rusia ke Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda usai dan justru kian membara. Rusia berhasil menguasai sebagian besar wilayah Sievierodonetsk di Luhansk. Mereka menghancurkan semua jembatan penghubung dari dan ke kota tersebut. Praktis, kota itu terisolasi.

Baca Juga:  Surat Cinta Rozi untuk Fit, Anak Panger yang Tewas Gantung Diri

Mayoritas kota di Luhansk sudah dikuasai pemberontak pro-Rusia. Jika berhasil mengambil alih Severodonetsk dan Lysychansk, artinya Rusia telah menguasai seluruh wilayah Luhansk.

’’Pertempuran sengit di Sievierodonetsk akan dikenang sebagai salah satu yang paling brutal yang pernah terjadi di Eropa,’’ ucap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.(sha/c18/bay/jpg)

Sumber: Jawapos.pos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Buntut Invasi Rusia ke Ukraina, Ribuan Jutawan Rusia Pilih Eksodus

MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Orang-orang kaya Rusia diperkirakan melakukan eksodus besar-besaran tahun ini. Hingga akhir tahun, lebih dari 15 ribu jutawan diduga akan meninggalkan Negeri Beruang Merah. Mereka memilih pergi sebagai imbas invasi negaranya ke Ukraina.

Data tersebut dirilis Henley & Partners, perusahaan berbasis di London, Inggris, yang membantu orang-orang superkaya menemukan negara yang menawarkan kewarganegaraan. Mereka mengungkapkan, rata-rata penduduk yang ingin hengkang itu memiliki lebih dari 1 juta dolar AS (Rp14,7 miliar) aset siap pakai.

Kepala Penelitian di New World Wealth Andrew Amoils menuturkan, orang kaya yang beremigrasi dari Rusia meningkat setiap tahunnya dalam satu dekade terakhir. Amoils adalah pihak yang membantu pengumpulan data Henley & Partners. Dia menegaskan, situasi tersebut seharusnya menjadi peringatan dini bagi Rusia.

’’Secara historis, keruntuhan negara besar biasanya didahului oleh percepatan emigrasi orang-orang kaya,’’ ujarnya, seperti dikutip The Guardian.

Mereka sering kali menjadi orang pertama yang pergi karena memiliki sarana untuk melakukannya. Orang-orang kaya di Ukraina juga memilih hengkang. Bukan karena ingin, tapi mereka terpaksa karena negaranya hancur lebur diserang Rusia. Individu dengan kekayaan bersih tinggi (HNWI) alias jutawan yang diperkirakan pergi mencapai 2.800 orang. Itu setara 42 persen HNWI di Ukraina. Berdasar proporsi populasi, angkanya termasuk tinggi.

Baca Juga:  Buka IDC AMSI 2021, Airlangga: Peluang Ekonomi Digital Masih Terbuka Lebar

Biasanya orang-orang kaya memilih pindah ke AS dan Inggris. Namun, belakangan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi destinasi baru. Sekitar 4.000 HNWI diperkirakan pindah ke UEA pada akhir tahun ini, 3.500 ke Australia, 2.800 ke Singapura, dan 2.500 ke Israel.

’’Sejumlah besar jutawan juga bakal pindah ke 3M. Yakni, Malta, Mauritius, dan Monako,’’ terang Amoils.

Monako membuat orang-orang kaya tertarik karena di sana tidak ada pajak penghasilan dan pajak properti. Sekitar 7 di antara 10 orang yang tinggal di Monako adalah jutawan.

Di sisi lain, invasi Rusia ke Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda usai dan justru kian membara. Rusia berhasil menguasai sebagian besar wilayah Sievierodonetsk di Luhansk. Mereka menghancurkan semua jembatan penghubung dari dan ke kota tersebut. Praktis, kota itu terisolasi.

Baca Juga:  Mengerikan, Kecelakaan di Tol Cipali 10 Orang Tewas

Mayoritas kota di Luhansk sudah dikuasai pemberontak pro-Rusia. Jika berhasil mengambil alih Severodonetsk dan Lysychansk, artinya Rusia telah menguasai seluruh wilayah Luhansk.

’’Pertempuran sengit di Sievierodonetsk akan dikenang sebagai salah satu yang paling brutal yang pernah terjadi di Eropa,’’ ucap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.(sha/c18/bay/jpg)

Sumber: Jawapos.pos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Orang-orang kaya Rusia diperkirakan melakukan eksodus besar-besaran tahun ini. Hingga akhir tahun, lebih dari 15 ribu jutawan diduga akan meninggalkan Negeri Beruang Merah. Mereka memilih pergi sebagai imbas invasi negaranya ke Ukraina.

Data tersebut dirilis Henley & Partners, perusahaan berbasis di London, Inggris, yang membantu orang-orang superkaya menemukan negara yang menawarkan kewarganegaraan. Mereka mengungkapkan, rata-rata penduduk yang ingin hengkang itu memiliki lebih dari 1 juta dolar AS (Rp14,7 miliar) aset siap pakai.

Kepala Penelitian di New World Wealth Andrew Amoils menuturkan, orang kaya yang beremigrasi dari Rusia meningkat setiap tahunnya dalam satu dekade terakhir. Amoils adalah pihak yang membantu pengumpulan data Henley & Partners. Dia menegaskan, situasi tersebut seharusnya menjadi peringatan dini bagi Rusia.

’’Secara historis, keruntuhan negara besar biasanya didahului oleh percepatan emigrasi orang-orang kaya,’’ ujarnya, seperti dikutip The Guardian.

Mereka sering kali menjadi orang pertama yang pergi karena memiliki sarana untuk melakukannya. Orang-orang kaya di Ukraina juga memilih hengkang. Bukan karena ingin, tapi mereka terpaksa karena negaranya hancur lebur diserang Rusia. Individu dengan kekayaan bersih tinggi (HNWI) alias jutawan yang diperkirakan pergi mencapai 2.800 orang. Itu setara 42 persen HNWI di Ukraina. Berdasar proporsi populasi, angkanya termasuk tinggi.

Baca Juga:  Honda CBR250RR Lebih Sporty dengan Warna Baru

Biasanya orang-orang kaya memilih pindah ke AS dan Inggris. Namun, belakangan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi destinasi baru. Sekitar 4.000 HNWI diperkirakan pindah ke UEA pada akhir tahun ini, 3.500 ke Australia, 2.800 ke Singapura, dan 2.500 ke Israel.

’’Sejumlah besar jutawan juga bakal pindah ke 3M. Yakni, Malta, Mauritius, dan Monako,’’ terang Amoils.

Monako membuat orang-orang kaya tertarik karena di sana tidak ada pajak penghasilan dan pajak properti. Sekitar 7 di antara 10 orang yang tinggal di Monako adalah jutawan.

Di sisi lain, invasi Rusia ke Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda usai dan justru kian membara. Rusia berhasil menguasai sebagian besar wilayah Sievierodonetsk di Luhansk. Mereka menghancurkan semua jembatan penghubung dari dan ke kota tersebut. Praktis, kota itu terisolasi.

Baca Juga:  Elevasi Masih Tinggi, Pintu Air Waduk PLTA Koto Panjang Dibuka 100 cm

Mayoritas kota di Luhansk sudah dikuasai pemberontak pro-Rusia. Jika berhasil mengambil alih Severodonetsk dan Lysychansk, artinya Rusia telah menguasai seluruh wilayah Luhansk.

’’Pertempuran sengit di Sievierodonetsk akan dikenang sebagai salah satu yang paling brutal yang pernah terjadi di Eropa,’’ ucap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.(sha/c18/bay/jpg)

Sumber: Jawapos.pos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari