Minggu, 15 Maret 2026
- Advertisement -

Peduli akan Kesehatan, Mahasiswa Kukerta Keperawatan Unri Gelar Tanam TOGA

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Salah satu bentuk kepedulian akan kesehatan di masyarakat, Mahasiswa Kukerta Program B2018 Fakultas Keperawatan Universitas Riau taja kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang berlokasi di  RW 05 Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, Sabtu (14/12/2019).

Kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dibarengi dengan pengaplikasian dari pupuk kompos dan sampah yang bisa dijadikan sebagai tempat penanamannya.

Kegiatan ini dihadiri masyarakat Kelurahan Tanjung Rhu yang terdiri dari Perangkat Desa, tim penggerak PKK, masyarakat serta mahasiswa Univesitas Riau yang sedang melaksanakan Kukerta. Dimulai dari pembukaan, dilanjutkan dengan penjelasan dan tanya jawab tentang pupuk kompos dan limbah sampah untuk penanaman TOGA yang nantinya dapat digunakan masyarakat sebagai obat tradisional penanganan pertama apabila terjadi masalah kesehatan. Setelah selesai penjelasan dilanjutkan dengan penanaman TOGA serta pengaplikasian pupuk kompos secara bersama-sama dengan masyarakat.

Baca Juga:  Mie Tumpah

Sementara itu, ketua tim TOGA Okvi Mawarni mengungkapkan kegiatan ini di selenggarakan untuk membantu masyarakat yang masih mengkonsumsi obat-obatan tradisional dengan cara memaksimalkan cara penanaman dan jenis tanaman yang digunakan untuk dijadikan Tanaman Obat Keluarga khususnya untuk masyarakat Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru.

“Melihat antusias dan masih banyaknya masyarakat yang sering mengkonsumsi obat-obatan tradisional jadi kami berinisiatif untuk membuat lahan Tanaman Obat Keluarga dengan berbagai jenis tanaman seperti: kencur, jahe, jeruk kasturi dan lain sebagainya. Apalagi ditambah dengan adanya pupuk kompos ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif pengganti pupuk kimia untuk menyuburkan tanaman obat keluarga beserta jenis tanaman lainnya,” tutupnya. ***

Baca Juga:  Cewek Seksi

Editor: Arif O
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Salah satu bentuk kepedulian akan kesehatan di masyarakat, Mahasiswa Kukerta Program B2018 Fakultas Keperawatan Universitas Riau taja kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang berlokasi di  RW 05 Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, Sabtu (14/12/2019).

Kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dibarengi dengan pengaplikasian dari pupuk kompos dan sampah yang bisa dijadikan sebagai tempat penanamannya.

Kegiatan ini dihadiri masyarakat Kelurahan Tanjung Rhu yang terdiri dari Perangkat Desa, tim penggerak PKK, masyarakat serta mahasiswa Univesitas Riau yang sedang melaksanakan Kukerta. Dimulai dari pembukaan, dilanjutkan dengan penjelasan dan tanya jawab tentang pupuk kompos dan limbah sampah untuk penanaman TOGA yang nantinya dapat digunakan masyarakat sebagai obat tradisional penanganan pertama apabila terjadi masalah kesehatan. Setelah selesai penjelasan dilanjutkan dengan penanaman TOGA serta pengaplikasian pupuk kompos secara bersama-sama dengan masyarakat.

Baca Juga:  Kejujuran Sikap Kritis Diuji Dalam Kasus Abdul Somad dan Sukmawati

Sementara itu, ketua tim TOGA Okvi Mawarni mengungkapkan kegiatan ini di selenggarakan untuk membantu masyarakat yang masih mengkonsumsi obat-obatan tradisional dengan cara memaksimalkan cara penanaman dan jenis tanaman yang digunakan untuk dijadikan Tanaman Obat Keluarga khususnya untuk masyarakat Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru.

“Melihat antusias dan masih banyaknya masyarakat yang sering mengkonsumsi obat-obatan tradisional jadi kami berinisiatif untuk membuat lahan Tanaman Obat Keluarga dengan berbagai jenis tanaman seperti: kencur, jahe, jeruk kasturi dan lain sebagainya. Apalagi ditambah dengan adanya pupuk kompos ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif pengganti pupuk kimia untuk menyuburkan tanaman obat keluarga beserta jenis tanaman lainnya,” tutupnya. ***

- Advertisement -
Baca Juga:  Ruhut Minta Maaf di Media, Pelapor Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Editor: Arif O
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Salah satu bentuk kepedulian akan kesehatan di masyarakat, Mahasiswa Kukerta Program B2018 Fakultas Keperawatan Universitas Riau taja kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang berlokasi di  RW 05 Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, Sabtu (14/12/2019).

Kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dibarengi dengan pengaplikasian dari pupuk kompos dan sampah yang bisa dijadikan sebagai tempat penanamannya.

Kegiatan ini dihadiri masyarakat Kelurahan Tanjung Rhu yang terdiri dari Perangkat Desa, tim penggerak PKK, masyarakat serta mahasiswa Univesitas Riau yang sedang melaksanakan Kukerta. Dimulai dari pembukaan, dilanjutkan dengan penjelasan dan tanya jawab tentang pupuk kompos dan limbah sampah untuk penanaman TOGA yang nantinya dapat digunakan masyarakat sebagai obat tradisional penanganan pertama apabila terjadi masalah kesehatan. Setelah selesai penjelasan dilanjutkan dengan penanaman TOGA serta pengaplikasian pupuk kompos secara bersama-sama dengan masyarakat.

Baca Juga:  Kejujuran Sikap Kritis Diuji Dalam Kasus Abdul Somad dan Sukmawati

Sementara itu, ketua tim TOGA Okvi Mawarni mengungkapkan kegiatan ini di selenggarakan untuk membantu masyarakat yang masih mengkonsumsi obat-obatan tradisional dengan cara memaksimalkan cara penanaman dan jenis tanaman yang digunakan untuk dijadikan Tanaman Obat Keluarga khususnya untuk masyarakat Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru.

“Melihat antusias dan masih banyaknya masyarakat yang sering mengkonsumsi obat-obatan tradisional jadi kami berinisiatif untuk membuat lahan Tanaman Obat Keluarga dengan berbagai jenis tanaman seperti: kencur, jahe, jeruk kasturi dan lain sebagainya. Apalagi ditambah dengan adanya pupuk kompos ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif pengganti pupuk kimia untuk menyuburkan tanaman obat keluarga beserta jenis tanaman lainnya,” tutupnya. ***

Baca Juga:  Aliran Duit Rp600 Juta untuk Wahyu Setiawan Didalami

Editor: Arif O
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari