Kamis, 19 Maret 2026
- Advertisement -

Seluruh Kloter Haji Sudah Tinggalkan Saudi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Masa operasional haji 2019 sudah berakhir. Ahad (15/9) hari ini, seluruh kloter jamaah haji Indonesia telah meninggalkan Arab Saudi. Ada empat kloter yang diterbangkan pada hari terakhir pemulangan jamaah dari bandara Madinah.

Keempat kloter tersebut adalah SOC-97 dari Embarkasi Solo, UPG-40 dari Embarkasi Makassar, BDJ-19 dari Embarkasi Banjarmasin, dan BPN-15 dari Embarkasi Balikpapan. Jamaah kloter BPN-15 diterbangkan paling akhir di pukul 02.25 dini hari waktu Arab Saudi atau 06.25 WIB pagi ini.

Sampai malam tadi, tercatat jumlah jamaah haji yang meninggal di Arab Saudi mencapai 450 orang. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tahun lalu yang tercatat 388 orang. Kasus serangan jantung dan penyakit pernafasan masih menjadi faktor terbesar penyebab meninggalnya jamaah haji Indonesia.

Baca Juga:  Gara-gara Hoax, Jumlah Pengungsi Gempa Maluku Melonjak

Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah Arsyad Hidayat menuturkan dengan pemberangkatan kloter BPN-15 berarti seluruh rombongan jamaah haji Indonesia telah dipulangkan ke Tanah Air. Data hingga malam tadi, menunjukkan 205.619 jamaah sudah tiba kembali di Tanah Air. “Semua sudah dipulangkan. Kecuali yang masih dirawat di rumah sakit,” katanya.

Sejauh ini Arsyad mengatakan proses pemulangan jamaah haji berjalan baik. Tidak ada permasalahan berarti yang bisa menghambat proses pemulangan. Dia juga mengapresiasi jamaah karena memiliki komitmen untuk mentaati regulasi penerbangan.

“Walaupun mungkin kita masih melihat ada sebagian kecil jamaah yang masih coba-coba bawa barang lebih dari ketentuan,” katanya. ‘’Tetapi upaya tersebut ujungnya tetap kena sweeping otoritas penerbangan. Sebab sebelum meninggalkan hotel, barang bawaan jamaah ditimbang terlebih dahulu,’’ tambahnya.

Baca Juga:  Berikan Kemudahan Izin Pelaku UMKM

Arsyad juga mengatakan inovasi layanan Eyab (jalur khusus) atau lounge eksekutif mendapatkan respon positif. Jamaah berharap layanan ini bisa kembali diterapkan tahun depan. Dengan jumlah kloter sasaran Eyab lebih banyak lagi. Saat ini ada 32 kloter jamaah haji Indonesia merasakan layanan Eyab di bandara Madinah.

Terkait dengan adanya jamaah yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi, akan dilaporkan oleh panitia.(wan/jpg)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Masa operasional haji 2019 sudah berakhir. Ahad (15/9) hari ini, seluruh kloter jamaah haji Indonesia telah meninggalkan Arab Saudi. Ada empat kloter yang diterbangkan pada hari terakhir pemulangan jamaah dari bandara Madinah.

Keempat kloter tersebut adalah SOC-97 dari Embarkasi Solo, UPG-40 dari Embarkasi Makassar, BDJ-19 dari Embarkasi Banjarmasin, dan BPN-15 dari Embarkasi Balikpapan. Jamaah kloter BPN-15 diterbangkan paling akhir di pukul 02.25 dini hari waktu Arab Saudi atau 06.25 WIB pagi ini.

Sampai malam tadi, tercatat jumlah jamaah haji yang meninggal di Arab Saudi mencapai 450 orang. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tahun lalu yang tercatat 388 orang. Kasus serangan jantung dan penyakit pernafasan masih menjadi faktor terbesar penyebab meninggalnya jamaah haji Indonesia.

Baca Juga:  Dea Gita Ningsih, Merangkum Senja dalam Sebuah Buku

Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah Arsyad Hidayat menuturkan dengan pemberangkatan kloter BPN-15 berarti seluruh rombongan jamaah haji Indonesia telah dipulangkan ke Tanah Air. Data hingga malam tadi, menunjukkan 205.619 jamaah sudah tiba kembali di Tanah Air. “Semua sudah dipulangkan. Kecuali yang masih dirawat di rumah sakit,” katanya.

Sejauh ini Arsyad mengatakan proses pemulangan jamaah haji berjalan baik. Tidak ada permasalahan berarti yang bisa menghambat proses pemulangan. Dia juga mengapresiasi jamaah karena memiliki komitmen untuk mentaati regulasi penerbangan.

- Advertisement -

“Walaupun mungkin kita masih melihat ada sebagian kecil jamaah yang masih coba-coba bawa barang lebih dari ketentuan,” katanya. ‘’Tetapi upaya tersebut ujungnya tetap kena sweeping otoritas penerbangan. Sebab sebelum meninggalkan hotel, barang bawaan jamaah ditimbang terlebih dahulu,’’ tambahnya.

Baca Juga:  Jangan Biarkan PMA Tak Taat Aturan

Arsyad juga mengatakan inovasi layanan Eyab (jalur khusus) atau lounge eksekutif mendapatkan respon positif. Jamaah berharap layanan ini bisa kembali diterapkan tahun depan. Dengan jumlah kloter sasaran Eyab lebih banyak lagi. Saat ini ada 32 kloter jamaah haji Indonesia merasakan layanan Eyab di bandara Madinah.

- Advertisement -

Terkait dengan adanya jamaah yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi, akan dilaporkan oleh panitia.(wan/jpg)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Masa operasional haji 2019 sudah berakhir. Ahad (15/9) hari ini, seluruh kloter jamaah haji Indonesia telah meninggalkan Arab Saudi. Ada empat kloter yang diterbangkan pada hari terakhir pemulangan jamaah dari bandara Madinah.

Keempat kloter tersebut adalah SOC-97 dari Embarkasi Solo, UPG-40 dari Embarkasi Makassar, BDJ-19 dari Embarkasi Banjarmasin, dan BPN-15 dari Embarkasi Balikpapan. Jamaah kloter BPN-15 diterbangkan paling akhir di pukul 02.25 dini hari waktu Arab Saudi atau 06.25 WIB pagi ini.

Sampai malam tadi, tercatat jumlah jamaah haji yang meninggal di Arab Saudi mencapai 450 orang. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tahun lalu yang tercatat 388 orang. Kasus serangan jantung dan penyakit pernafasan masih menjadi faktor terbesar penyebab meninggalnya jamaah haji Indonesia.

Baca Juga:  Saat Pandemi Corona, Vanuatu Dihantam Badai Tropis

Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah Arsyad Hidayat menuturkan dengan pemberangkatan kloter BPN-15 berarti seluruh rombongan jamaah haji Indonesia telah dipulangkan ke Tanah Air. Data hingga malam tadi, menunjukkan 205.619 jamaah sudah tiba kembali di Tanah Air. “Semua sudah dipulangkan. Kecuali yang masih dirawat di rumah sakit,” katanya.

Sejauh ini Arsyad mengatakan proses pemulangan jamaah haji berjalan baik. Tidak ada permasalahan berarti yang bisa menghambat proses pemulangan. Dia juga mengapresiasi jamaah karena memiliki komitmen untuk mentaati regulasi penerbangan.

“Walaupun mungkin kita masih melihat ada sebagian kecil jamaah yang masih coba-coba bawa barang lebih dari ketentuan,” katanya. ‘’Tetapi upaya tersebut ujungnya tetap kena sweeping otoritas penerbangan. Sebab sebelum meninggalkan hotel, barang bawaan jamaah ditimbang terlebih dahulu,’’ tambahnya.

Baca Juga:  Menteri Kelautan dan Perikanan Takkan Menenggelamkan Kapal Ilegal

Arsyad juga mengatakan inovasi layanan Eyab (jalur khusus) atau lounge eksekutif mendapatkan respon positif. Jamaah berharap layanan ini bisa kembali diterapkan tahun depan. Dengan jumlah kloter sasaran Eyab lebih banyak lagi. Saat ini ada 32 kloter jamaah haji Indonesia merasakan layanan Eyab di bandara Madinah.

Terkait dengan adanya jamaah yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi, akan dilaporkan oleh panitia.(wan/jpg)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari