Jumat, 4 April 2025
spot_img

Tingkatkan Penerimaan Zakat, Pemprov Riau Gunakan Sistem Digitalisasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan zakat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar bersama Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution beserta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemprov Riau melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Riau.

Gubri menerangkan, dari hasil rakor itu Pemprov Riau telah memiliki strategi yang disampaikan kepada kepala OPD untuk meningkatkan upaya pendapatan zakat ini. Khususnya di lingkungan Pemprov Riau. Yaitu melalui pengumpulan zakat secara otomatis atau digitalisasi.

"Kami sudah rapat bersama Wagub, OPD termasuk pimpinan Bank Riau Kepri dan Baznas dalam rangka membicarakan peningkatan pengumpulan zakat yang ada di Riau," ucapnya di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (15/2).

Syamsuar menjelaskan, dengan adanya sistem otomatis ini, nantinya uang gaji yang langsung masuk ke rekening para pegawai Pemprov langsung dipotong sebesar 2,5 persen dan masuk ke rekening Baznas.

Baca Juga:  Anda Perokok? Mau Tahu Akibatnya pada Anak Anda?

"Misalnya nama saya Syamsuar, agama Islam nanti uangnya langsung masuk ke rekening Baznas sebanyak apa yang saya terima gaji saya (2,5 persen). Langsung masuk otomatis," ujarnya.

Ia menerangkan, pengumpulan zakat metode ini tidak lagi melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di masing-masing OPD yang dipotong melalui bendahara di OPD tersebut

"Kalau ini tidak. Gaji tunjangan langsung masuk (ke rekening Baznas Riau). Yang islam langsung dipotong 2,5 persen. Yang non tidak. In sya Allah bulan Maret bisa digunakan " ucapnya.

Orang nomor satu di Riau ini berharap, tahun ini penerimaan zakat di lingkungan Pemprov Riau dapat lebih ditingkatkan lagi dari tahun 2021 lalu. Di samping itu, ia juga menginginkan semua BUMD yang ada di Riau bahkan BUMN dan perusahaan swasta juga bisa memanfaatkan Baznas sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat di Indonesia.

Untuk itu, Gubri mengimbau, bukan hanya untuk pemerintah provinsi, akan tetapi diharapkan pula instansi vertikal dan yang lainnya bisa memberikan amanah ke Baznas agar bisa memaksimalkan dalam rangka membantu keluarga miskin yang ada di Riau.

Baca Juga:  Wanita yang Bentak Ibu Kandung Arteria Minta Maaf

"Ini sesuai program dari Baznas Riau, sangat banyak yang berperan membantu rakyat kita ini. Dan ini juga sangat membantu Pemda dengan adanya dukungan Baznas Provinsi ini. Karena kita tahu bahwa tidak semua dana bisa diakomodir Pemda, (salah satunya) bantuan kita kepada masyarakat miskin ini," ucapnya.

Gubri mengharapkan, pemerintah kabupaten/kota juga bisa membantu pengumpulan zakat di daerahnya masing-masing. Sehingga dengan koordinasi dan kolaborasi semua pihak, baik di provinsi maupun kabupaten/kota, maka diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan di tengah pandemi Covid-19.

"Kita harapkan tahun ini zakat meningkat di lingkungan Pemprov Riau. In sya Allah mudahan-mudahan bisa dimaksimalkan, mudah-mudahan tidak ada halangan bisa ditingkatkan," tutupnya.(adv/sol)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan zakat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar bersama Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution beserta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemprov Riau melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Riau.

Gubri menerangkan, dari hasil rakor itu Pemprov Riau telah memiliki strategi yang disampaikan kepada kepala OPD untuk meningkatkan upaya pendapatan zakat ini. Khususnya di lingkungan Pemprov Riau. Yaitu melalui pengumpulan zakat secara otomatis atau digitalisasi.

"Kami sudah rapat bersama Wagub, OPD termasuk pimpinan Bank Riau Kepri dan Baznas dalam rangka membicarakan peningkatan pengumpulan zakat yang ada di Riau," ucapnya di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (15/2).

Syamsuar menjelaskan, dengan adanya sistem otomatis ini, nantinya uang gaji yang langsung masuk ke rekening para pegawai Pemprov langsung dipotong sebesar 2,5 persen dan masuk ke rekening Baznas.

Baca Juga:  Turun Level, Penyekatan Tetap Dilakukan di Kota Dumai

"Misalnya nama saya Syamsuar, agama Islam nanti uangnya langsung masuk ke rekening Baznas sebanyak apa yang saya terima gaji saya (2,5 persen). Langsung masuk otomatis," ujarnya.

Ia menerangkan, pengumpulan zakat metode ini tidak lagi melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di masing-masing OPD yang dipotong melalui bendahara di OPD tersebut

"Kalau ini tidak. Gaji tunjangan langsung masuk (ke rekening Baznas Riau). Yang islam langsung dipotong 2,5 persen. Yang non tidak. In sya Allah bulan Maret bisa digunakan " ucapnya.

Orang nomor satu di Riau ini berharap, tahun ini penerimaan zakat di lingkungan Pemprov Riau dapat lebih ditingkatkan lagi dari tahun 2021 lalu. Di samping itu, ia juga menginginkan semua BUMD yang ada di Riau bahkan BUMN dan perusahaan swasta juga bisa memanfaatkan Baznas sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat di Indonesia.

Untuk itu, Gubri mengimbau, bukan hanya untuk pemerintah provinsi, akan tetapi diharapkan pula instansi vertikal dan yang lainnya bisa memberikan amanah ke Baznas agar bisa memaksimalkan dalam rangka membantu keluarga miskin yang ada di Riau.

Baca Juga:  Ini Peran 6 Tersangka Pengibar Bendera Bintang Kejora di Istana Negara

"Ini sesuai program dari Baznas Riau, sangat banyak yang berperan membantu rakyat kita ini. Dan ini juga sangat membantu Pemda dengan adanya dukungan Baznas Provinsi ini. Karena kita tahu bahwa tidak semua dana bisa diakomodir Pemda, (salah satunya) bantuan kita kepada masyarakat miskin ini," ucapnya.

Gubri mengharapkan, pemerintah kabupaten/kota juga bisa membantu pengumpulan zakat di daerahnya masing-masing. Sehingga dengan koordinasi dan kolaborasi semua pihak, baik di provinsi maupun kabupaten/kota, maka diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan di tengah pandemi Covid-19.

"Kita harapkan tahun ini zakat meningkat di lingkungan Pemprov Riau. In sya Allah mudahan-mudahan bisa dimaksimalkan, mudah-mudahan tidak ada halangan bisa ditingkatkan," tutupnya.(adv/sol)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Tingkatkan Penerimaan Zakat, Pemprov Riau Gunakan Sistem Digitalisasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan zakat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar bersama Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution beserta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemprov Riau melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Riau.

Gubri menerangkan, dari hasil rakor itu Pemprov Riau telah memiliki strategi yang disampaikan kepada kepala OPD untuk meningkatkan upaya pendapatan zakat ini. Khususnya di lingkungan Pemprov Riau. Yaitu melalui pengumpulan zakat secara otomatis atau digitalisasi.

"Kami sudah rapat bersama Wagub, OPD termasuk pimpinan Bank Riau Kepri dan Baznas dalam rangka membicarakan peningkatan pengumpulan zakat yang ada di Riau," ucapnya di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (15/2).

Syamsuar menjelaskan, dengan adanya sistem otomatis ini, nantinya uang gaji yang langsung masuk ke rekening para pegawai Pemprov langsung dipotong sebesar 2,5 persen dan masuk ke rekening Baznas.

Baca Juga:  Mudik Lebaran, KLHK Himbau Masyarakat Kurangi Penggunaan Sampah Plastik

"Misalnya nama saya Syamsuar, agama Islam nanti uangnya langsung masuk ke rekening Baznas sebanyak apa yang saya terima gaji saya (2,5 persen). Langsung masuk otomatis," ujarnya.

Ia menerangkan, pengumpulan zakat metode ini tidak lagi melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di masing-masing OPD yang dipotong melalui bendahara di OPD tersebut

"Kalau ini tidak. Gaji tunjangan langsung masuk (ke rekening Baznas Riau). Yang islam langsung dipotong 2,5 persen. Yang non tidak. In sya Allah bulan Maret bisa digunakan " ucapnya.

Orang nomor satu di Riau ini berharap, tahun ini penerimaan zakat di lingkungan Pemprov Riau dapat lebih ditingkatkan lagi dari tahun 2021 lalu. Di samping itu, ia juga menginginkan semua BUMD yang ada di Riau bahkan BUMN dan perusahaan swasta juga bisa memanfaatkan Baznas sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat di Indonesia.

Untuk itu, Gubri mengimbau, bukan hanya untuk pemerintah provinsi, akan tetapi diharapkan pula instansi vertikal dan yang lainnya bisa memberikan amanah ke Baznas agar bisa memaksimalkan dalam rangka membantu keluarga miskin yang ada di Riau.

Baca Juga:  Tiga Pria Bobol ATM Bank

"Ini sesuai program dari Baznas Riau, sangat banyak yang berperan membantu rakyat kita ini. Dan ini juga sangat membantu Pemda dengan adanya dukungan Baznas Provinsi ini. Karena kita tahu bahwa tidak semua dana bisa diakomodir Pemda, (salah satunya) bantuan kita kepada masyarakat miskin ini," ucapnya.

Gubri mengharapkan, pemerintah kabupaten/kota juga bisa membantu pengumpulan zakat di daerahnya masing-masing. Sehingga dengan koordinasi dan kolaborasi semua pihak, baik di provinsi maupun kabupaten/kota, maka diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan di tengah pandemi Covid-19.

"Kita harapkan tahun ini zakat meningkat di lingkungan Pemprov Riau. In sya Allah mudahan-mudahan bisa dimaksimalkan, mudah-mudahan tidak ada halangan bisa ditingkatkan," tutupnya.(adv/sol)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan zakat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar bersama Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution beserta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemprov Riau melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Riau.

Gubri menerangkan, dari hasil rakor itu Pemprov Riau telah memiliki strategi yang disampaikan kepada kepala OPD untuk meningkatkan upaya pendapatan zakat ini. Khususnya di lingkungan Pemprov Riau. Yaitu melalui pengumpulan zakat secara otomatis atau digitalisasi.

"Kami sudah rapat bersama Wagub, OPD termasuk pimpinan Bank Riau Kepri dan Baznas dalam rangka membicarakan peningkatan pengumpulan zakat yang ada di Riau," ucapnya di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (15/2).

Syamsuar menjelaskan, dengan adanya sistem otomatis ini, nantinya uang gaji yang langsung masuk ke rekening para pegawai Pemprov langsung dipotong sebesar 2,5 persen dan masuk ke rekening Baznas.

Baca Juga:  Wanita yang Bentak Ibu Kandung Arteria Minta Maaf

"Misalnya nama saya Syamsuar, agama Islam nanti uangnya langsung masuk ke rekening Baznas sebanyak apa yang saya terima gaji saya (2,5 persen). Langsung masuk otomatis," ujarnya.

Ia menerangkan, pengumpulan zakat metode ini tidak lagi melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di masing-masing OPD yang dipotong melalui bendahara di OPD tersebut

"Kalau ini tidak. Gaji tunjangan langsung masuk (ke rekening Baznas Riau). Yang islam langsung dipotong 2,5 persen. Yang non tidak. In sya Allah bulan Maret bisa digunakan " ucapnya.

Orang nomor satu di Riau ini berharap, tahun ini penerimaan zakat di lingkungan Pemprov Riau dapat lebih ditingkatkan lagi dari tahun 2021 lalu. Di samping itu, ia juga menginginkan semua BUMD yang ada di Riau bahkan BUMN dan perusahaan swasta juga bisa memanfaatkan Baznas sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat di Indonesia.

Untuk itu, Gubri mengimbau, bukan hanya untuk pemerintah provinsi, akan tetapi diharapkan pula instansi vertikal dan yang lainnya bisa memberikan amanah ke Baznas agar bisa memaksimalkan dalam rangka membantu keluarga miskin yang ada di Riau.

Baca Juga:  Tiga Pria Bobol ATM Bank

"Ini sesuai program dari Baznas Riau, sangat banyak yang berperan membantu rakyat kita ini. Dan ini juga sangat membantu Pemda dengan adanya dukungan Baznas Provinsi ini. Karena kita tahu bahwa tidak semua dana bisa diakomodir Pemda, (salah satunya) bantuan kita kepada masyarakat miskin ini," ucapnya.

Gubri mengharapkan, pemerintah kabupaten/kota juga bisa membantu pengumpulan zakat di daerahnya masing-masing. Sehingga dengan koordinasi dan kolaborasi semua pihak, baik di provinsi maupun kabupaten/kota, maka diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan di tengah pandemi Covid-19.

"Kita harapkan tahun ini zakat meningkat di lingkungan Pemprov Riau. In sya Allah mudahan-mudahan bisa dimaksimalkan, mudah-mudahan tidak ada halangan bisa ditingkatkan," tutupnya.(adv/sol)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari