Jumat, 30 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Gaji Guru Bantu Kepulauan Meranti Tunggu Transfer Provinsi

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pembayaran gaji guru bantu di Kepulauan Meranti masih menanti kejelasan dari Pemerintah Provinsi Riau. Artinya Pemkab Kepulauan Meranti masih menunggu transfer bantuan keuangan terikait yang tak kunjung dikirim hingga saat ini.

Namun segala persiapan administrasi jelang proses pencairan telah dilakukan. Sebagaimana disampaikan oleh Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Alamsyah Almubaraq kepada Riau Pos, Rabu (13/4) siang.

"Telah diusulkan dan segala administrasi jelang proses pencairan juga siap semua. Tapi kami masih menunggu Pemprov Riau mentransfer kebutuhan anggaran yang diusulkan tersebut," ungkapnya.

Semula dibeberkannya, usulan pencairan untuk mengakomodir kebutuhan gaji 65 orang guru bantu yang tersebar di Kepulauan Meranti. Dengan besaran pendapatan tidak kurang dari Rp2 juta per bulan.

Namun diajukan dan masih menunggu pencairan dari Pemprov Riau tersebut khusus untuk semester satu (enam bulan) 2022 ini dengan besaran hampir mencapai Rp1 milliar. "Untuk semester pertama saja, total anggaran yang kita ajukan Rp780 juta," ungkapnya.

Memang ia tidak menyangkal jika proses usulan pencairan sebelumnya sempat terganjal pendataan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti. "Data dari bawah baru diterima oleh jajaran DPKAD akhir peka  kemarin. Jadi makanya agak sedikit molor," bebernya.(wir)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pembayaran gaji guru bantu di Kepulauan Meranti masih menanti kejelasan dari Pemerintah Provinsi Riau. Artinya Pemkab Kepulauan Meranti masih menunggu transfer bantuan keuangan terikait yang tak kunjung dikirim hingga saat ini.

Namun segala persiapan administrasi jelang proses pencairan telah dilakukan. Sebagaimana disampaikan oleh Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Alamsyah Almubaraq kepada Riau Pos, Rabu (13/4) siang.

"Telah diusulkan dan segala administrasi jelang proses pencairan juga siap semua. Tapi kami masih menunggu Pemprov Riau mentransfer kebutuhan anggaran yang diusulkan tersebut," ungkapnya.

Semula dibeberkannya, usulan pencairan untuk mengakomodir kebutuhan gaji 65 orang guru bantu yang tersebar di Kepulauan Meranti. Dengan besaran pendapatan tidak kurang dari Rp2 juta per bulan.

Namun diajukan dan masih menunggu pencairan dari Pemprov Riau tersebut khusus untuk semester satu (enam bulan) 2022 ini dengan besaran hampir mencapai Rp1 milliar. "Untuk semester pertama saja, total anggaran yang kita ajukan Rp780 juta," ungkapnya.

- Advertisement -

Memang ia tidak menyangkal jika proses usulan pencairan sebelumnya sempat terganjal pendataan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti. "Data dari bawah baru diterima oleh jajaran DPKAD akhir peka  kemarin. Jadi makanya agak sedikit molor," bebernya.(wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pembayaran gaji guru bantu di Kepulauan Meranti masih menanti kejelasan dari Pemerintah Provinsi Riau. Artinya Pemkab Kepulauan Meranti masih menunggu transfer bantuan keuangan terikait yang tak kunjung dikirim hingga saat ini.

Namun segala persiapan administrasi jelang proses pencairan telah dilakukan. Sebagaimana disampaikan oleh Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Alamsyah Almubaraq kepada Riau Pos, Rabu (13/4) siang.

"Telah diusulkan dan segala administrasi jelang proses pencairan juga siap semua. Tapi kami masih menunggu Pemprov Riau mentransfer kebutuhan anggaran yang diusulkan tersebut," ungkapnya.

Semula dibeberkannya, usulan pencairan untuk mengakomodir kebutuhan gaji 65 orang guru bantu yang tersebar di Kepulauan Meranti. Dengan besaran pendapatan tidak kurang dari Rp2 juta per bulan.

Namun diajukan dan masih menunggu pencairan dari Pemprov Riau tersebut khusus untuk semester satu (enam bulan) 2022 ini dengan besaran hampir mencapai Rp1 milliar. "Untuk semester pertama saja, total anggaran yang kita ajukan Rp780 juta," ungkapnya.

Memang ia tidak menyangkal jika proses usulan pencairan sebelumnya sempat terganjal pendataan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti. "Data dari bawah baru diterima oleh jajaran DPKAD akhir peka  kemarin. Jadi makanya agak sedikit molor," bebernya.(wir)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari