Rabu, 11 Maret 2026
- Advertisement -

WHO Sulit Buat Rekomendasi Universal untuk Anak-Anak Masuk Sekolah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (12/6) mengatakan bahwa sulit untuk membuat rekomendasi universal perihal kembalinya anak-anak ke sekolah, dan WHO sedang berupaya memberikan panduan agar keputusan dalam konteks yang spesifik dapat dibuat.

"Di tingkat sekolah, sangat sulit untuk memberikan rekomendasi universal seputar pembukaan atau penutupan sekolah, karena seperti yang Anda lihat konteksnya sangat berbeda," ujar Michael Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, pada konferensi pers di Jenewa, Swiss, seperti dilansir Antara dari Xinhua.

"Epidemi itu sangat berbeda. Kerentanan anak-anak di berbagai lingkungan sangat berbeda. Sekolah merupakan konsep yang sangat berbeda di banyak belahan dunia. Stratifikasi usia, (seperti) apa yang Anda lakukan pada anak kecil dibandingkan dengan anak-anak yang lebih besar, dengan remaja, dengan mahasiswa, sehingga sangat sulit untuk membuat rekomendasi universal," jelasnya.

Baca Juga:  Abraham Samad Heran Lihat Sikap Firli Bahuri Cs

Anshu Banejee, Direktur Departemen Kesehatan Ibu, Bayi, Anak, Remaja dan Penuaan, mengatakan bahwa dengan mempertimbangkan dampak negatif dari penutupan sekolah dan dampaknya pada penularan, penting untuk "mengidentifikasi lebih baik apa dampak dari penutupan sekolah pada penularan di masyarakat."

"Kami juga telah mengidentifikasi bahwa penutupan sekolah berkontribusi atau akan berkontribusi pada hasil pendidikan yang lebih buruk, pada masalah kesehatan mental, tetapi juga nutrisi yang lebih buruk, banyak anak-anak yang bergantung pada makanan di sekolah sebagai bagian dari kebutuhan terhadap kondisi gizi mereka, serta melihat dampak kekerasan terhadap anak-anak," ujarnya.

"Jadi saya kira kita harus benar-benar melihatnya secara seimbang: apa risikonya atau apa dampak dari penutupan sekolah, dampaknya terhadap anak-anak dan penularannya di masyarakat, dan itu merupakan sesuatu yang sedang kita pelajari saat ini," tambahnya.

Baca Juga:  Pesawat Ukraina Tertembak Rudal Iran

"Hal ini sangat bersifat konteks spesifik, sehingga sangat sulit untuk menetapkan satu kebijakan, apa yang kami coba lakukan adalah membantu para pembuat keputusan untuk mengambil keputusan untuk membuka kembali sekolah dengan aman," tambah Maria Van Kerkhove, Kepala Teknis Covid-19 di Program Kedaruratan Kesehatan WHO.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (12/6) mengatakan bahwa sulit untuk membuat rekomendasi universal perihal kembalinya anak-anak ke sekolah, dan WHO sedang berupaya memberikan panduan agar keputusan dalam konteks yang spesifik dapat dibuat.

"Di tingkat sekolah, sangat sulit untuk memberikan rekomendasi universal seputar pembukaan atau penutupan sekolah, karena seperti yang Anda lihat konteksnya sangat berbeda," ujar Michael Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, pada konferensi pers di Jenewa, Swiss, seperti dilansir Antara dari Xinhua.

"Epidemi itu sangat berbeda. Kerentanan anak-anak di berbagai lingkungan sangat berbeda. Sekolah merupakan konsep yang sangat berbeda di banyak belahan dunia. Stratifikasi usia, (seperti) apa yang Anda lakukan pada anak kecil dibandingkan dengan anak-anak yang lebih besar, dengan remaja, dengan mahasiswa, sehingga sangat sulit untuk membuat rekomendasi universal," jelasnya.

Baca Juga:  Menko Airlangga Dampingi Presiden Serahkan Bantuan Tunai Warung dan PKL

Anshu Banejee, Direktur Departemen Kesehatan Ibu, Bayi, Anak, Remaja dan Penuaan, mengatakan bahwa dengan mempertimbangkan dampak negatif dari penutupan sekolah dan dampaknya pada penularan, penting untuk "mengidentifikasi lebih baik apa dampak dari penutupan sekolah pada penularan di masyarakat."

"Kami juga telah mengidentifikasi bahwa penutupan sekolah berkontribusi atau akan berkontribusi pada hasil pendidikan yang lebih buruk, pada masalah kesehatan mental, tetapi juga nutrisi yang lebih buruk, banyak anak-anak yang bergantung pada makanan di sekolah sebagai bagian dari kebutuhan terhadap kondisi gizi mereka, serta melihat dampak kekerasan terhadap anak-anak," ujarnya.

- Advertisement -

"Jadi saya kira kita harus benar-benar melihatnya secara seimbang: apa risikonya atau apa dampak dari penutupan sekolah, dampaknya terhadap anak-anak dan penularannya di masyarakat, dan itu merupakan sesuatu yang sedang kita pelajari saat ini," tambahnya.

Baca Juga:  12 Cabang Berhasil Masuk Final MTQ

"Hal ini sangat bersifat konteks spesifik, sehingga sangat sulit untuk menetapkan satu kebijakan, apa yang kami coba lakukan adalah membantu para pembuat keputusan untuk mengambil keputusan untuk membuka kembali sekolah dengan aman," tambah Maria Van Kerkhove, Kepala Teknis Covid-19 di Program Kedaruratan Kesehatan WHO.

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (12/6) mengatakan bahwa sulit untuk membuat rekomendasi universal perihal kembalinya anak-anak ke sekolah, dan WHO sedang berupaya memberikan panduan agar keputusan dalam konteks yang spesifik dapat dibuat.

"Di tingkat sekolah, sangat sulit untuk memberikan rekomendasi universal seputar pembukaan atau penutupan sekolah, karena seperti yang Anda lihat konteksnya sangat berbeda," ujar Michael Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, pada konferensi pers di Jenewa, Swiss, seperti dilansir Antara dari Xinhua.

"Epidemi itu sangat berbeda. Kerentanan anak-anak di berbagai lingkungan sangat berbeda. Sekolah merupakan konsep yang sangat berbeda di banyak belahan dunia. Stratifikasi usia, (seperti) apa yang Anda lakukan pada anak kecil dibandingkan dengan anak-anak yang lebih besar, dengan remaja, dengan mahasiswa, sehingga sangat sulit untuk membuat rekomendasi universal," jelasnya.

Baca Juga:  Film-film Joko Anwar Berjaya di 2019

Anshu Banejee, Direktur Departemen Kesehatan Ibu, Bayi, Anak, Remaja dan Penuaan, mengatakan bahwa dengan mempertimbangkan dampak negatif dari penutupan sekolah dan dampaknya pada penularan, penting untuk "mengidentifikasi lebih baik apa dampak dari penutupan sekolah pada penularan di masyarakat."

"Kami juga telah mengidentifikasi bahwa penutupan sekolah berkontribusi atau akan berkontribusi pada hasil pendidikan yang lebih buruk, pada masalah kesehatan mental, tetapi juga nutrisi yang lebih buruk, banyak anak-anak yang bergantung pada makanan di sekolah sebagai bagian dari kebutuhan terhadap kondisi gizi mereka, serta melihat dampak kekerasan terhadap anak-anak," ujarnya.

"Jadi saya kira kita harus benar-benar melihatnya secara seimbang: apa risikonya atau apa dampak dari penutupan sekolah, dampaknya terhadap anak-anak dan penularannya di masyarakat, dan itu merupakan sesuatu yang sedang kita pelajari saat ini," tambahnya.

Baca Juga:  Ibu Kota Baru

"Hal ini sangat bersifat konteks spesifik, sehingga sangat sulit untuk menetapkan satu kebijakan, apa yang kami coba lakukan adalah membantu para pembuat keputusan untuk mengambil keputusan untuk membuka kembali sekolah dengan aman," tambah Maria Van Kerkhove, Kepala Teknis Covid-19 di Program Kedaruratan Kesehatan WHO.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari