Kamis, 19 Maret 2026
- Advertisement -

Peringati Hari Ritel Nasional 2021, Mendag: Jaga Daya Beli Masyarakat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Situasi pandemi saat ini mengharuskan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk tidak kendor dalam mencegah penularan Covid-19. Mendag Muhammad Lutfi menegaskan bahwa pemerintah terus konsisten dengan berbagai kebijakannya untuk menjaga momentum daya beli masyarakat guna memulihkan perekonomian.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan, Pemerintah harus dapat menjaga momentum daya beli masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat  tidak boleh teledor dalam menangani Covid-19.

Hal ini disampaikan Mendag saat membuka acara Hari Ritel Nasional ke-2 Tahun 2021 dengan tema “Ritel Tangguh, UMKM Maju, Indonesia Bangkit” yang diselenggarakan pada Kamis (11/11/2021).

“Saat ini kita bersama-sama mencari ekuilibrium baru pasca Covid-19. Salah satunya dengan menjaga agar daya beli masyarakat tetap terjaga supaya perekonomian Indonesia bisa tetap tumbuh dan sehat. Hari Ritel Nasional diharapkan menjadi hari kebangkitan ekonomi Indonesia. Kita harus bisa bangkit dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” kata Mendag.

Konsumsi masyarakat, lanjut Mendag, menyumbang produk domestik bruto (PDB) terbesar untuk negara. Pada 2020, konsumsi masyarakat mencapai 57,66 persen dari PDB.

Baca Juga:  Kapolri Perintahkan Operasi Premanisme

“Artinya, konsumen Indonesia berperan besar dalam mendorong perekonomian nasional,” tuturnya.

Mendag menuturkan, pada September 2021, indeks kepercayaan konsumen mencapai 95,5 persen dan pada Oktober 2021 mencapai 113 persen. 

“Angka kenaikan ini merupakan hasil komitmen Kemendag bersama seluruh asosiasi mal dan pusat belanja untuk kembali membuka mal dan pusat perbelanjaan, khususnya jika dibandingkan dengan indeks kepercayaan masyarakat pada Agustus 2021 sebesar 77,3 persen,” jelas Mendag.

Mendag berharap, pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun 2021 akan mencapai 4 persen. 

“Meskipun tidak sesuai target yaitu 5,5 persen, diharapkan tahun depan akan tumbuh lebih baik ke depannya. Tahun ini Indonesia akan mencetak surplus terbesar dalam sejarah. Periode Januari–September 2021 surplus perdagangan sudah mencapai USD 25 miliar. Jika angkanya konsisten di kuartal terakhir, surplus Indonesia diharapkan akan menembus USD 30 miliar,” ungkap Mendag.

Ketua Panitia Penyelenggara Hari Ritel Nasional ke-2 Tahun 2021 Setyadi Surya mengungkapkan, pada peringatan Hari Ritel Nasional ini, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) kembali fokus pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena kontribusi UMKM di ritel modern sangat besar.

Baca Juga:  Hindari Depresi, Saatnya Anda Perlu Staycation

“Untuk mendorong UMKM, Aprindo berkolaborasi dengan Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta. Diharapkan, UMKM dan ritel modern harus tumbuh bersama dalam perkembangannya. Semakin maju UMKM, maka akan semakin tangguh pula usaha ritel modern,” ujar Setyadi.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menambahkan, seiring dengan penanganan Covid-19 yang semakin baik, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tumbuh positif baik di kuartal II dan kuartal III.

Menurut Roy, ritel berperan penting untuk membuka akses pasar bagi UMKM. Ritel bekerja sama dengan UMKM untuk memasarkan produk. 

“Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM. Selain itu, kolaborasi UMKM dan ritel juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja,” imbuh Roy.

Editor: Eka G Putra

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Situasi pandemi saat ini mengharuskan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk tidak kendor dalam mencegah penularan Covid-19. Mendag Muhammad Lutfi menegaskan bahwa pemerintah terus konsisten dengan berbagai kebijakannya untuk menjaga momentum daya beli masyarakat guna memulihkan perekonomian.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan, Pemerintah harus dapat menjaga momentum daya beli masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat  tidak boleh teledor dalam menangani Covid-19.

Hal ini disampaikan Mendag saat membuka acara Hari Ritel Nasional ke-2 Tahun 2021 dengan tema “Ritel Tangguh, UMKM Maju, Indonesia Bangkit” yang diselenggarakan pada Kamis (11/11/2021).

“Saat ini kita bersama-sama mencari ekuilibrium baru pasca Covid-19. Salah satunya dengan menjaga agar daya beli masyarakat tetap terjaga supaya perekonomian Indonesia bisa tetap tumbuh dan sehat. Hari Ritel Nasional diharapkan menjadi hari kebangkitan ekonomi Indonesia. Kita harus bisa bangkit dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” kata Mendag.

Konsumsi masyarakat, lanjut Mendag, menyumbang produk domestik bruto (PDB) terbesar untuk negara. Pada 2020, konsumsi masyarakat mencapai 57,66 persen dari PDB.

- Advertisement -
Baca Juga:  Posisi Guru Terbanyak, Pendaftaran Seleksi CPNS 11 November

“Artinya, konsumen Indonesia berperan besar dalam mendorong perekonomian nasional,” tuturnya.

Mendag menuturkan, pada September 2021, indeks kepercayaan konsumen mencapai 95,5 persen dan pada Oktober 2021 mencapai 113 persen. 

- Advertisement -

“Angka kenaikan ini merupakan hasil komitmen Kemendag bersama seluruh asosiasi mal dan pusat belanja untuk kembali membuka mal dan pusat perbelanjaan, khususnya jika dibandingkan dengan indeks kepercayaan masyarakat pada Agustus 2021 sebesar 77,3 persen,” jelas Mendag.

Mendag berharap, pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun 2021 akan mencapai 4 persen. 

“Meskipun tidak sesuai target yaitu 5,5 persen, diharapkan tahun depan akan tumbuh lebih baik ke depannya. Tahun ini Indonesia akan mencetak surplus terbesar dalam sejarah. Periode Januari–September 2021 surplus perdagangan sudah mencapai USD 25 miliar. Jika angkanya konsisten di kuartal terakhir, surplus Indonesia diharapkan akan menembus USD 30 miliar,” ungkap Mendag.

Ketua Panitia Penyelenggara Hari Ritel Nasional ke-2 Tahun 2021 Setyadi Surya mengungkapkan, pada peringatan Hari Ritel Nasional ini, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) kembali fokus pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena kontribusi UMKM di ritel modern sangat besar.

Baca Juga:  Penurunan Stunting, Rohul Terbaik III

“Untuk mendorong UMKM, Aprindo berkolaborasi dengan Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta. Diharapkan, UMKM dan ritel modern harus tumbuh bersama dalam perkembangannya. Semakin maju UMKM, maka akan semakin tangguh pula usaha ritel modern,” ujar Setyadi.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menambahkan, seiring dengan penanganan Covid-19 yang semakin baik, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tumbuh positif baik di kuartal II dan kuartal III.

Menurut Roy, ritel berperan penting untuk membuka akses pasar bagi UMKM. Ritel bekerja sama dengan UMKM untuk memasarkan produk. 

“Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM. Selain itu, kolaborasi UMKM dan ritel juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja,” imbuh Roy.

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Situasi pandemi saat ini mengharuskan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk tidak kendor dalam mencegah penularan Covid-19. Mendag Muhammad Lutfi menegaskan bahwa pemerintah terus konsisten dengan berbagai kebijakannya untuk menjaga momentum daya beli masyarakat guna memulihkan perekonomian.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan, Pemerintah harus dapat menjaga momentum daya beli masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat  tidak boleh teledor dalam menangani Covid-19.

Hal ini disampaikan Mendag saat membuka acara Hari Ritel Nasional ke-2 Tahun 2021 dengan tema “Ritel Tangguh, UMKM Maju, Indonesia Bangkit” yang diselenggarakan pada Kamis (11/11/2021).

“Saat ini kita bersama-sama mencari ekuilibrium baru pasca Covid-19. Salah satunya dengan menjaga agar daya beli masyarakat tetap terjaga supaya perekonomian Indonesia bisa tetap tumbuh dan sehat. Hari Ritel Nasional diharapkan menjadi hari kebangkitan ekonomi Indonesia. Kita harus bisa bangkit dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” kata Mendag.

Konsumsi masyarakat, lanjut Mendag, menyumbang produk domestik bruto (PDB) terbesar untuk negara. Pada 2020, konsumsi masyarakat mencapai 57,66 persen dari PDB.

Baca Juga:  Pagi Ini, 59 Hotspot Terpantau di Riau

“Artinya, konsumen Indonesia berperan besar dalam mendorong perekonomian nasional,” tuturnya.

Mendag menuturkan, pada September 2021, indeks kepercayaan konsumen mencapai 95,5 persen dan pada Oktober 2021 mencapai 113 persen. 

“Angka kenaikan ini merupakan hasil komitmen Kemendag bersama seluruh asosiasi mal dan pusat belanja untuk kembali membuka mal dan pusat perbelanjaan, khususnya jika dibandingkan dengan indeks kepercayaan masyarakat pada Agustus 2021 sebesar 77,3 persen,” jelas Mendag.

Mendag berharap, pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun 2021 akan mencapai 4 persen. 

“Meskipun tidak sesuai target yaitu 5,5 persen, diharapkan tahun depan akan tumbuh lebih baik ke depannya. Tahun ini Indonesia akan mencetak surplus terbesar dalam sejarah. Periode Januari–September 2021 surplus perdagangan sudah mencapai USD 25 miliar. Jika angkanya konsisten di kuartal terakhir, surplus Indonesia diharapkan akan menembus USD 30 miliar,” ungkap Mendag.

Ketua Panitia Penyelenggara Hari Ritel Nasional ke-2 Tahun 2021 Setyadi Surya mengungkapkan, pada peringatan Hari Ritel Nasional ini, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) kembali fokus pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena kontribusi UMKM di ritel modern sangat besar.

Baca Juga:  Hindari Depresi, Saatnya Anda Perlu Staycation

“Untuk mendorong UMKM, Aprindo berkolaborasi dengan Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta. Diharapkan, UMKM dan ritel modern harus tumbuh bersama dalam perkembangannya. Semakin maju UMKM, maka akan semakin tangguh pula usaha ritel modern,” ujar Setyadi.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menambahkan, seiring dengan penanganan Covid-19 yang semakin baik, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tumbuh positif baik di kuartal II dan kuartal III.

Menurut Roy, ritel berperan penting untuk membuka akses pasar bagi UMKM. Ritel bekerja sama dengan UMKM untuk memasarkan produk. 

“Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM. Selain itu, kolaborasi UMKM dan ritel juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja,” imbuh Roy.

Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari