Senin, 16 Februari 2026
- Advertisement -

Polemik Gorden Mewah RJA, BURT Akan Panggil Sekjend DPR Indra Iskandar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Polemik tender pengadaan gorden pintu rumah jabatan anggota (RJA) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terus berlanjut. Berbagai pihak menyoroti proyek dengan anggaran jumbo itu, apa lagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat tengah sulit.

Terkait hal tersebut, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Agung Budi Santosa mengatakan, segera memanggil Sekjen DPR, Indra Iskandar untuk mengusut soal tender gorden yang dimenangkan oleh peserta dengan penawaran harga tertinggi.

"Setelah reses BURT akan panggil Sekjen (DPR)," kata Agung kepada wartawan, kemarin.

Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menilai ada kejanggalan dalam tender pengadaan gorden rumah dinas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebesar Rp 43,5 miliar. 

Baca Juga:  Dosen FIA Unilak Dampingi Masyarakat Mengembangkan Ekowisata Mangrove di Siak

Boyamin menyebut tender gorden Rp 43,5 miliar itu justru dimenangkan oleh perusahaan dengan harga penawaran tertinggi yakni PT Bertiga Mitra Solusi.

"Terus terang saja agak aneh, ketika pengumuman pemenang yang jadi pemenang adalah penawar tertinggi," kata Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis, Selasa (10/5/2022). 
 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Polemik tender pengadaan gorden pintu rumah jabatan anggota (RJA) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terus berlanjut. Berbagai pihak menyoroti proyek dengan anggaran jumbo itu, apa lagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat tengah sulit.

Terkait hal tersebut, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Agung Budi Santosa mengatakan, segera memanggil Sekjen DPR, Indra Iskandar untuk mengusut soal tender gorden yang dimenangkan oleh peserta dengan penawaran harga tertinggi.

"Setelah reses BURT akan panggil Sekjen (DPR)," kata Agung kepada wartawan, kemarin.

Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menilai ada kejanggalan dalam tender pengadaan gorden rumah dinas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebesar Rp 43,5 miliar. 

Baca Juga:  Kuliner Pekanbaru: Di Warung Kopi Pak Itam Reborn Kini Ada Sate YSL

Boyamin menyebut tender gorden Rp 43,5 miliar itu justru dimenangkan oleh perusahaan dengan harga penawaran tertinggi yakni PT Bertiga Mitra Solusi.

- Advertisement -

"Terus terang saja agak aneh, ketika pengumuman pemenang yang jadi pemenang adalah penawar tertinggi," kata Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis, Selasa (10/5/2022). 
 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

- Advertisement -

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Polemik tender pengadaan gorden pintu rumah jabatan anggota (RJA) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terus berlanjut. Berbagai pihak menyoroti proyek dengan anggaran jumbo itu, apa lagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat tengah sulit.

Terkait hal tersebut, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Agung Budi Santosa mengatakan, segera memanggil Sekjen DPR, Indra Iskandar untuk mengusut soal tender gorden yang dimenangkan oleh peserta dengan penawaran harga tertinggi.

"Setelah reses BURT akan panggil Sekjen (DPR)," kata Agung kepada wartawan, kemarin.

Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menilai ada kejanggalan dalam tender pengadaan gorden rumah dinas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebesar Rp 43,5 miliar. 

Baca Juga:  Kurangi Tampil di Televisi, Depe Takut Covid-19

Boyamin menyebut tender gorden Rp 43,5 miliar itu justru dimenangkan oleh perusahaan dengan harga penawaran tertinggi yakni PT Bertiga Mitra Solusi.

"Terus terang saja agak aneh, ketika pengumuman pemenang yang jadi pemenang adalah penawar tertinggi," kata Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis, Selasa (10/5/2022). 
 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari