Kamis, 8 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Jika Mau Pacu Jalur Dilaksanakan Tahun Depan, Vaksinasi Harus Serius

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Wakil Bupati Kuansing, Drs H Suhardiman Amby Ak MM menyinggung pelaksanaan pacu jalur di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, pacu jalur kian sulit terlaksana apabila angka terpapar corona masih tinggi. Karena itu, menurutnya, Kuansing harus keluar dari zona merah, oren, dan kuning.

"Ujung tombak penanganan Covid-19 adalah pemerintah desa. Karena desa paling mengetahui siapa yang terpapar," katanya saat rapat pemantapan Covid-19, beberapa waktu lalu.

Intinya, ditegaskan Suhardiman, semuanya harus turunkan kekuatan bersama untuk menekan kasus Covid-19 ini. Vaksinasi harus tuntas. 

"Camat harus menyiapkan, kadis siap pula. Vaksin harus ada. Ini harus paralel," katanya.

Menurutnya, langkah yang dilakukan ini untuk keselamatan masyarakat Kuansing. Saat ini baru 14 ribu orang yang sudah divaksin. Sementara, penduduk Kuansing ada ratusan ribu. Maka ke depan harus ditingkatkan lagi.

"Ini harus dilakukan serius. Kalau mau pacu jalur bisa dilaksanakan tahun depan," tegasnya mengakhiri.

Laporan: Juprison (Telukkuantan)
Editor: Hary B Koriun

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Wakil Bupati Kuansing, Drs H Suhardiman Amby Ak MM menyinggung pelaksanaan pacu jalur di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, pacu jalur kian sulit terlaksana apabila angka terpapar corona masih tinggi. Karena itu, menurutnya, Kuansing harus keluar dari zona merah, oren, dan kuning.

"Ujung tombak penanganan Covid-19 adalah pemerintah desa. Karena desa paling mengetahui siapa yang terpapar," katanya saat rapat pemantapan Covid-19, beberapa waktu lalu.

Intinya, ditegaskan Suhardiman, semuanya harus turunkan kekuatan bersama untuk menekan kasus Covid-19 ini. Vaksinasi harus tuntas. 

"Camat harus menyiapkan, kadis siap pula. Vaksin harus ada. Ini harus paralel," katanya.

- Advertisement -

Menurutnya, langkah yang dilakukan ini untuk keselamatan masyarakat Kuansing. Saat ini baru 14 ribu orang yang sudah divaksin. Sementara, penduduk Kuansing ada ratusan ribu. Maka ke depan harus ditingkatkan lagi.

"Ini harus dilakukan serius. Kalau mau pacu jalur bisa dilaksanakan tahun depan," tegasnya mengakhiri.

- Advertisement -

Laporan: Juprison (Telukkuantan)
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Wakil Bupati Kuansing, Drs H Suhardiman Amby Ak MM menyinggung pelaksanaan pacu jalur di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, pacu jalur kian sulit terlaksana apabila angka terpapar corona masih tinggi. Karena itu, menurutnya, Kuansing harus keluar dari zona merah, oren, dan kuning.

"Ujung tombak penanganan Covid-19 adalah pemerintah desa. Karena desa paling mengetahui siapa yang terpapar," katanya saat rapat pemantapan Covid-19, beberapa waktu lalu.

Intinya, ditegaskan Suhardiman, semuanya harus turunkan kekuatan bersama untuk menekan kasus Covid-19 ini. Vaksinasi harus tuntas. 

"Camat harus menyiapkan, kadis siap pula. Vaksin harus ada. Ini harus paralel," katanya.

Menurutnya, langkah yang dilakukan ini untuk keselamatan masyarakat Kuansing. Saat ini baru 14 ribu orang yang sudah divaksin. Sementara, penduduk Kuansing ada ratusan ribu. Maka ke depan harus ditingkatkan lagi.

"Ini harus dilakukan serius. Kalau mau pacu jalur bisa dilaksanakan tahun depan," tegasnya mengakhiri.

Laporan: Juprison (Telukkuantan)
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari