Senin, 7 April 2025
spot_img

Kasus Omicron di Indonesia Terus Bertambah, Terbanyak di Jakarta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kementerian Kesehatan (kemenkes) mengungkap total konfirmasi Omicron mencapai 333 orang terhitung Sabtu (8/1/2022).

Berdasarkan lokasinya, 97 persen kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan ada di Provinsi DKI Jakarta.

"Pemerintah mencatat penambahan kasus sebanyak 199 orang, sehingga total konfirmasi Omicron sebanyak 333 orang," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati, di Jakarta, Sabtu (8/1) lalu.

Widya menuturkan tambahan kasus baru tersebut terdiri dari 230 orang di antaranya pelaku perjalanan internasional.

Dengan begitu, secara keseluruhan dari awal kasus omicron pada Desember 2021 hingga akhir pekan ini, kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang.

Baca Juga:  Rohil Kembali Raih Opini WTP

"Secara kumulatif, kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kemudian, kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi Covid-19," tutur Widyawati.

Kendati begitu, saat ini 99 persen kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan bahkan tanpa gejala. Kemudian 4,3 persen kasus memiliki komorbid, seperti diabetes melitus dan hipertensi. Sedangkan, satu persen kasus membutuhkan terapi oksigen.

Lebih lanjut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmidzi menyebut Kemenkes merekomendasikan perawatan berupa perubahan tatalaksana pada pasien asimtomatik dan gejala ringan, seperti penambahan obat molnupiravir dan paxlovid.

"Selain itu, perlu penyiapan isolasi terpusat di DKI Jakarta dan aktivasi program telemedicine untuk isolasi mandiri di DKI Jakarta. Pasien dengan komorbid dengan tingkat keparahan apa pun dirawat di rumah sakit," papar Nadia.

Baca Juga:  Bus Terguling di Subang, 8 Tewas

Sebagai informasi, sejak ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, kini Omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan terus meluas. Di level nasional, pergerakan omicron juga terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kementerian Kesehatan (kemenkes) mengungkap total konfirmasi Omicron mencapai 333 orang terhitung Sabtu (8/1/2022).

Berdasarkan lokasinya, 97 persen kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan ada di Provinsi DKI Jakarta.

"Pemerintah mencatat penambahan kasus sebanyak 199 orang, sehingga total konfirmasi Omicron sebanyak 333 orang," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati, di Jakarta, Sabtu (8/1) lalu.

Widya menuturkan tambahan kasus baru tersebut terdiri dari 230 orang di antaranya pelaku perjalanan internasional.

Dengan begitu, secara keseluruhan dari awal kasus omicron pada Desember 2021 hingga akhir pekan ini, kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang.

Baca Juga:  Serangan Rusia Diperkirakan Meningkat, Presiden Ukraina: Kami Siap!

"Secara kumulatif, kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kemudian, kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi Covid-19," tutur Widyawati.

Kendati begitu, saat ini 99 persen kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan bahkan tanpa gejala. Kemudian 4,3 persen kasus memiliki komorbid, seperti diabetes melitus dan hipertensi. Sedangkan, satu persen kasus membutuhkan terapi oksigen.

Lebih lanjut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmidzi menyebut Kemenkes merekomendasikan perawatan berupa perubahan tatalaksana pada pasien asimtomatik dan gejala ringan, seperti penambahan obat molnupiravir dan paxlovid.

"Selain itu, perlu penyiapan isolasi terpusat di DKI Jakarta dan aktivasi program telemedicine untuk isolasi mandiri di DKI Jakarta. Pasien dengan komorbid dengan tingkat keparahan apa pun dirawat di rumah sakit," papar Nadia.

Baca Juga:  KPK Periksa Artis Nico Siahaan

Sebagai informasi, sejak ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, kini Omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan terus meluas. Di level nasional, pergerakan omicron juga terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Kasus Omicron di Indonesia Terus Bertambah, Terbanyak di Jakarta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kementerian Kesehatan (kemenkes) mengungkap total konfirmasi Omicron mencapai 333 orang terhitung Sabtu (8/1/2022).

Berdasarkan lokasinya, 97 persen kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan ada di Provinsi DKI Jakarta.

"Pemerintah mencatat penambahan kasus sebanyak 199 orang, sehingga total konfirmasi Omicron sebanyak 333 orang," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati, di Jakarta, Sabtu (8/1) lalu.

Widya menuturkan tambahan kasus baru tersebut terdiri dari 230 orang di antaranya pelaku perjalanan internasional.

Dengan begitu, secara keseluruhan dari awal kasus omicron pada Desember 2021 hingga akhir pekan ini, kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang.

Baca Juga:  Rohil Kembali Raih Opini WTP

"Secara kumulatif, kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kemudian, kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi Covid-19," tutur Widyawati.

Kendati begitu, saat ini 99 persen kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan bahkan tanpa gejala. Kemudian 4,3 persen kasus memiliki komorbid, seperti diabetes melitus dan hipertensi. Sedangkan, satu persen kasus membutuhkan terapi oksigen.

Lebih lanjut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmidzi menyebut Kemenkes merekomendasikan perawatan berupa perubahan tatalaksana pada pasien asimtomatik dan gejala ringan, seperti penambahan obat molnupiravir dan paxlovid.

"Selain itu, perlu penyiapan isolasi terpusat di DKI Jakarta dan aktivasi program telemedicine untuk isolasi mandiri di DKI Jakarta. Pasien dengan komorbid dengan tingkat keparahan apa pun dirawat di rumah sakit," papar Nadia.

Baca Juga:  Waspada! Pasien Hepatitis Misterius Naik 2 Kali Lipat dalam 2 Pekan

Sebagai informasi, sejak ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, kini Omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan terus meluas. Di level nasional, pergerakan omicron juga terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kementerian Kesehatan (kemenkes) mengungkap total konfirmasi Omicron mencapai 333 orang terhitung Sabtu (8/1/2022).

Berdasarkan lokasinya, 97 persen kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan ada di Provinsi DKI Jakarta.

"Pemerintah mencatat penambahan kasus sebanyak 199 orang, sehingga total konfirmasi Omicron sebanyak 333 orang," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati, di Jakarta, Sabtu (8/1) lalu.

Widya menuturkan tambahan kasus baru tersebut terdiri dari 230 orang di antaranya pelaku perjalanan internasional.

Dengan begitu, secara keseluruhan dari awal kasus omicron pada Desember 2021 hingga akhir pekan ini, kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang.

Baca Juga:  PNS dan Mahasiswa Dapat Bantuan Pulsa

"Secara kumulatif, kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kemudian, kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi Covid-19," tutur Widyawati.

Kendati begitu, saat ini 99 persen kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan bahkan tanpa gejala. Kemudian 4,3 persen kasus memiliki komorbid, seperti diabetes melitus dan hipertensi. Sedangkan, satu persen kasus membutuhkan terapi oksigen.

Lebih lanjut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmidzi menyebut Kemenkes merekomendasikan perawatan berupa perubahan tatalaksana pada pasien asimtomatik dan gejala ringan, seperti penambahan obat molnupiravir dan paxlovid.

"Selain itu, perlu penyiapan isolasi terpusat di DKI Jakarta dan aktivasi program telemedicine untuk isolasi mandiri di DKI Jakarta. Pasien dengan komorbid dengan tingkat keparahan apa pun dirawat di rumah sakit," papar Nadia.

Baca Juga:  Diduga Makan Suap, Mantan Pejabat Ditjen Pajak Ajukan Praperadilan

Sebagai informasi, sejak ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, kini Omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan terus meluas. Di level nasional, pergerakan omicron juga terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari