Rabu, 11 Maret 2026
- Advertisement -

Demonstran Mulai Pengaruhi Turis Cina

HONGKONG (RIAUPOS.CO) — Perjuangan belum usai. Penduduk Hongkong tak mau berhenti berunjuk rasa hingga keinginan mereka terpenuhi yaitu, RUU Ekstradisi dicabut. Kemarin (7/7) sebanyak 230 ribu demonstran memenuhi Distrik Tsim Sha Tsui.

Mereka berjalan menuju Stasiun Kereta Api West Kowloon. ’’Kami ingin menunjukkan kepada para turis, termasuk yang berasal dari Cina, tentang apa yang terjadi di Hongkong,’’ ujar Eddison Ng, salah seorang demonstran.

Stasiun Kereta Api West Kowloon adalah satu-satunya pintu masuk para turis Cina yang datang lewat jalur darat. Selama ini akses informasi di Cina sangat dibatasi. Mayoritas media propemerintah dan memberitakan hal yang salah tentang aksi damai di Hongkong. Karena itulah, dengan melakukan aksi langsung di depan para turis asal Tiongkok, diharapkan informasi yang benar bisa tersampaikan.

Baca Juga:  Ngeri, Jasad Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Menyatu dengan Motornya

Penduduk Hongkong berbicara dengan bahasa Kanton, sedangkan warga Cina menggunakan bahasa Mandarin. Karena itu, selebaran yang diberikan kepada para turis dibuat dengan bahasa Mandarin. Begitu pun pesan yang disebar lewat Bluetooth. Legislator prodemokrasi yang ikut aksi mengajari para demonstran meneriakkan kalimat ’’Pelajar Bukan Perusuh’’ dengan pengucapan bahasa Mandarin yang benar. (sha/c14/dos/jpg)

HONGKONG (RIAUPOS.CO) — Perjuangan belum usai. Penduduk Hongkong tak mau berhenti berunjuk rasa hingga keinginan mereka terpenuhi yaitu, RUU Ekstradisi dicabut. Kemarin (7/7) sebanyak 230 ribu demonstran memenuhi Distrik Tsim Sha Tsui.

Mereka berjalan menuju Stasiun Kereta Api West Kowloon. ’’Kami ingin menunjukkan kepada para turis, termasuk yang berasal dari Cina, tentang apa yang terjadi di Hongkong,’’ ujar Eddison Ng, salah seorang demonstran.

Stasiun Kereta Api West Kowloon adalah satu-satunya pintu masuk para turis Cina yang datang lewat jalur darat. Selama ini akses informasi di Cina sangat dibatasi. Mayoritas media propemerintah dan memberitakan hal yang salah tentang aksi damai di Hongkong. Karena itulah, dengan melakukan aksi langsung di depan para turis asal Tiongkok, diharapkan informasi yang benar bisa tersampaikan.

Baca Juga:  Mentan Tindak Pejabat yang Terlibat Kasus Impor Bawang Putih

Penduduk Hongkong berbicara dengan bahasa Kanton, sedangkan warga Cina menggunakan bahasa Mandarin. Karena itu, selebaran yang diberikan kepada para turis dibuat dengan bahasa Mandarin. Begitu pun pesan yang disebar lewat Bluetooth. Legislator prodemokrasi yang ikut aksi mengajari para demonstran meneriakkan kalimat ’’Pelajar Bukan Perusuh’’ dengan pengucapan bahasa Mandarin yang benar. (sha/c14/dos/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

HONGKONG (RIAUPOS.CO) — Perjuangan belum usai. Penduduk Hongkong tak mau berhenti berunjuk rasa hingga keinginan mereka terpenuhi yaitu, RUU Ekstradisi dicabut. Kemarin (7/7) sebanyak 230 ribu demonstran memenuhi Distrik Tsim Sha Tsui.

Mereka berjalan menuju Stasiun Kereta Api West Kowloon. ’’Kami ingin menunjukkan kepada para turis, termasuk yang berasal dari Cina, tentang apa yang terjadi di Hongkong,’’ ujar Eddison Ng, salah seorang demonstran.

Stasiun Kereta Api West Kowloon adalah satu-satunya pintu masuk para turis Cina yang datang lewat jalur darat. Selama ini akses informasi di Cina sangat dibatasi. Mayoritas media propemerintah dan memberitakan hal yang salah tentang aksi damai di Hongkong. Karena itulah, dengan melakukan aksi langsung di depan para turis asal Tiongkok, diharapkan informasi yang benar bisa tersampaikan.

Baca Juga:  Siak Geger, Bayi Perempuan Ditemukan di Kebun Sawit

Penduduk Hongkong berbicara dengan bahasa Kanton, sedangkan warga Cina menggunakan bahasa Mandarin. Karena itu, selebaran yang diberikan kepada para turis dibuat dengan bahasa Mandarin. Begitu pun pesan yang disebar lewat Bluetooth. Legislator prodemokrasi yang ikut aksi mengajari para demonstran meneriakkan kalimat ’’Pelajar Bukan Perusuh’’ dengan pengucapan bahasa Mandarin yang benar. (sha/c14/dos/jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari