Minggu, 22 Maret 2026
- Advertisement -

Peternak Diimbau Kurangi Suplai DOC

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menstabilkan harga pokok produksi (HPP) ayam di tingkat peternak menjadi prioritas pemerintah. Kemarin (6/9) Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengimbau peternak mengurangi produksi ayam umur sehari atau day old chick (DOC). Artinya, peternak juga harus memangkas jumlah hatched egg (HE).

Catatan Ditjen PKH sampai bulan ini menunjukkan bahwa potensi keperluan daging ayam ras sepanjang 2019 sebanyak 3.251.745 ton atau rata-rata 270.979 ton per bulan. Sementara itu, potensi produksinya mencapai 3.829.663 ton atau rata-rata 319.139 ton per bulan.

"Dari data tersebut, terdapat potensi surplus sebanyak 577.918 ton atau 17,77 persen selama 2019," ujar Subbag Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Ditjen PKH Pebi Purwo Suseno.

Baca Juga:  Udara di Tiga Kota Tidak Sehat

Saat ini surplus daging ayam pada skala nasional kira-kira 7,29 persen. Karena itu, Ditjen PKH meminta seluruh pelaku usaha peternakan, integrator, maupun peternak mandiri memangkas jumlah HE umur 19 hari.

"Itu supaya produksi segera berkurang dan peternak bisa kembali menikmati HPP stabil," terang Pebi.

Pengamat Pertanian Khudori mengkritik pemerintah yang tidak langsung tanggap. Dia menjelaskan bahwa surplusnya komoditas sebenarnya bisa membawa dampak positif terhadap perekonomian.

"Ini kan ayam surplus. Seharusnya bisa membawa ekonomi tinggi," katanya.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menstabilkan harga pokok produksi (HPP) ayam di tingkat peternak menjadi prioritas pemerintah. Kemarin (6/9) Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengimbau peternak mengurangi produksi ayam umur sehari atau day old chick (DOC). Artinya, peternak juga harus memangkas jumlah hatched egg (HE).

Catatan Ditjen PKH sampai bulan ini menunjukkan bahwa potensi keperluan daging ayam ras sepanjang 2019 sebanyak 3.251.745 ton atau rata-rata 270.979 ton per bulan. Sementara itu, potensi produksinya mencapai 3.829.663 ton atau rata-rata 319.139 ton per bulan.

"Dari data tersebut, terdapat potensi surplus sebanyak 577.918 ton atau 17,77 persen selama 2019," ujar Subbag Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Ditjen PKH Pebi Purwo Suseno.

Baca Juga:  Tingkatkan Kinerja ASN, Pemko Dumai Gelar Bimtek SKP

Saat ini surplus daging ayam pada skala nasional kira-kira 7,29 persen. Karena itu, Ditjen PKH meminta seluruh pelaku usaha peternakan, integrator, maupun peternak mandiri memangkas jumlah HE umur 19 hari.

"Itu supaya produksi segera berkurang dan peternak bisa kembali menikmati HPP stabil," terang Pebi.

- Advertisement -

Pengamat Pertanian Khudori mengkritik pemerintah yang tidak langsung tanggap. Dia menjelaskan bahwa surplusnya komoditas sebenarnya bisa membawa dampak positif terhadap perekonomian.

"Ini kan ayam surplus. Seharusnya bisa membawa ekonomi tinggi," katanya.

- Advertisement -

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menstabilkan harga pokok produksi (HPP) ayam di tingkat peternak menjadi prioritas pemerintah. Kemarin (6/9) Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengimbau peternak mengurangi produksi ayam umur sehari atau day old chick (DOC). Artinya, peternak juga harus memangkas jumlah hatched egg (HE).

Catatan Ditjen PKH sampai bulan ini menunjukkan bahwa potensi keperluan daging ayam ras sepanjang 2019 sebanyak 3.251.745 ton atau rata-rata 270.979 ton per bulan. Sementara itu, potensi produksinya mencapai 3.829.663 ton atau rata-rata 319.139 ton per bulan.

"Dari data tersebut, terdapat potensi surplus sebanyak 577.918 ton atau 17,77 persen selama 2019," ujar Subbag Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Ditjen PKH Pebi Purwo Suseno.

Baca Juga:  Kembali Meningkat, Kasus Positif Baru di Riau Bertambah 117 orang

Saat ini surplus daging ayam pada skala nasional kira-kira 7,29 persen. Karena itu, Ditjen PKH meminta seluruh pelaku usaha peternakan, integrator, maupun peternak mandiri memangkas jumlah HE umur 19 hari.

"Itu supaya produksi segera berkurang dan peternak bisa kembali menikmati HPP stabil," terang Pebi.

Pengamat Pertanian Khudori mengkritik pemerintah yang tidak langsung tanggap. Dia menjelaskan bahwa surplusnya komoditas sebenarnya bisa membawa dampak positif terhadap perekonomian.

"Ini kan ayam surplus. Seharusnya bisa membawa ekonomi tinggi," katanya.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari