Jumat, 23 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Kondisi Mulai Membaik, Riski Mencari Keluarganya di Duri

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kasus yang terjadi pada Riski korban penganiayaan oleh pengasuhnya pada Maret 2019 lalu menyorot perhatian publik. Bagaimana tidak, bocah yang menurut hasil forensik berusia 8 tahun itu dianiaya dan tinggal di kandang ayam.

Beruntung, sejak mendapat perawatan dari RS Bhayangkara dan Balai Rehabilitasi Sosial dan Anak yang Memerlukan Penanganan Khusus (BRSAMPK) dengan bantuan psikolog serta bantuan obat dan dokter di RS Jiwa Tampan, kondisinya sudah semakin membaik.

Pihak BRSAMPK pun terus mencari seluk-beluk keluarganya. Terlebih pihak P2TP2A yang membawa Riski untuk mendapat perawatan khusus di BRSAMPK.

Menurut keterangan Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial, Muhammad Toher, pasien yang dirawat di BRSAMPK menurut peraturan hanya enam bulan. Namun tidak menutup kemungkinan jika terminasi belum berhasil ditemukan keluarga maka korban masih bisa tinggal di BRSAMPK.

Baca Juga:  Lumbung Sedekah Pangan, Cara Lain Berbagi di Tengah Pandemi

“Sekarang para pekerja BRSAMPK membawa Riski ke Duri untuk membantu mencari keluarganya. Barangkali ia ada teringat tentang masa kecilnya di Duri,” ucapnya kemarin.

Lebih lanjut, sebelumnya BRSAMPK sudah mencoba mendatangi pelaku Irwan yang berada di sel. Menurut keterangannya, keluarganya tinggal di Duri sebelum memutuskan pergi ke Pelalawan.

“Kami sudah diberi tahu Irwan, identitas tetangga baik nama ataupun alamatnya. Semoga dari keterangan tetangganya bisa ditemukan jalan keluar tentang keberadaan orangtuanya maupun keluarganya,” jelasnya.

Hal yang menyulitkan, karena barang bukti milik Irwan seperti hp sudah dimusnahkan. Jadi perlu ektra untuk mencari keberadaan orangtua maupun keluarga. Menurutnya, perlu bantuan semua pihak untuk mencari keluarganya.

Baca Juga:  Mobil Dilarikan Karyawan Bengkel

“Alhamdulillah Riski semakin hari perkembangannya semakin membaik, baik tingkah laku, sopan santun dan lainnya,” ujarnya.(*3)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kasus yang terjadi pada Riski korban penganiayaan oleh pengasuhnya pada Maret 2019 lalu menyorot perhatian publik. Bagaimana tidak, bocah yang menurut hasil forensik berusia 8 tahun itu dianiaya dan tinggal di kandang ayam.

Beruntung, sejak mendapat perawatan dari RS Bhayangkara dan Balai Rehabilitasi Sosial dan Anak yang Memerlukan Penanganan Khusus (BRSAMPK) dengan bantuan psikolog serta bantuan obat dan dokter di RS Jiwa Tampan, kondisinya sudah semakin membaik.

Pihak BRSAMPK pun terus mencari seluk-beluk keluarganya. Terlebih pihak P2TP2A yang membawa Riski untuk mendapat perawatan khusus di BRSAMPK.

Menurut keterangan Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial, Muhammad Toher, pasien yang dirawat di BRSAMPK menurut peraturan hanya enam bulan. Namun tidak menutup kemungkinan jika terminasi belum berhasil ditemukan keluarga maka korban masih bisa tinggal di BRSAMPK.

Baca Juga:  Osteoporosis pada Wanita

“Sekarang para pekerja BRSAMPK membawa Riski ke Duri untuk membantu mencari keluarganya. Barangkali ia ada teringat tentang masa kecilnya di Duri,” ucapnya kemarin.

Lebih lanjut, sebelumnya BRSAMPK sudah mencoba mendatangi pelaku Irwan yang berada di sel. Menurut keterangannya, keluarganya tinggal di Duri sebelum memutuskan pergi ke Pelalawan.

- Advertisement -

“Kami sudah diberi tahu Irwan, identitas tetangga baik nama ataupun alamatnya. Semoga dari keterangan tetangganya bisa ditemukan jalan keluar tentang keberadaan orangtuanya maupun keluarganya,” jelasnya.

Hal yang menyulitkan, karena barang bukti milik Irwan seperti hp sudah dimusnahkan. Jadi perlu ektra untuk mencari keberadaan orangtua maupun keluarga. Menurutnya, perlu bantuan semua pihak untuk mencari keluarganya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ini Alasan Jokowi Umumkan Menteri Sambil Duduk di Tangga

“Alhamdulillah Riski semakin hari perkembangannya semakin membaik, baik tingkah laku, sopan santun dan lainnya,” ujarnya.(*3)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kasus yang terjadi pada Riski korban penganiayaan oleh pengasuhnya pada Maret 2019 lalu menyorot perhatian publik. Bagaimana tidak, bocah yang menurut hasil forensik berusia 8 tahun itu dianiaya dan tinggal di kandang ayam.

Beruntung, sejak mendapat perawatan dari RS Bhayangkara dan Balai Rehabilitasi Sosial dan Anak yang Memerlukan Penanganan Khusus (BRSAMPK) dengan bantuan psikolog serta bantuan obat dan dokter di RS Jiwa Tampan, kondisinya sudah semakin membaik.

Pihak BRSAMPK pun terus mencari seluk-beluk keluarganya. Terlebih pihak P2TP2A yang membawa Riski untuk mendapat perawatan khusus di BRSAMPK.

Menurut keterangan Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial, Muhammad Toher, pasien yang dirawat di BRSAMPK menurut peraturan hanya enam bulan. Namun tidak menutup kemungkinan jika terminasi belum berhasil ditemukan keluarga maka korban masih bisa tinggal di BRSAMPK.

Baca Juga:  Mobil Dilarikan Karyawan Bengkel

“Sekarang para pekerja BRSAMPK membawa Riski ke Duri untuk membantu mencari keluarganya. Barangkali ia ada teringat tentang masa kecilnya di Duri,” ucapnya kemarin.

Lebih lanjut, sebelumnya BRSAMPK sudah mencoba mendatangi pelaku Irwan yang berada di sel. Menurut keterangannya, keluarganya tinggal di Duri sebelum memutuskan pergi ke Pelalawan.

“Kami sudah diberi tahu Irwan, identitas tetangga baik nama ataupun alamatnya. Semoga dari keterangan tetangganya bisa ditemukan jalan keluar tentang keberadaan orangtuanya maupun keluarganya,” jelasnya.

Hal yang menyulitkan, karena barang bukti milik Irwan seperti hp sudah dimusnahkan. Jadi perlu ektra untuk mencari keberadaan orangtua maupun keluarga. Menurutnya, perlu bantuan semua pihak untuk mencari keluarganya.

Baca Juga:  Empat Tokoh Nasional dan Piminan Lembaga Survei Diincar Pembunuh Bayaran

“Alhamdulillah Riski semakin hari perkembangannya semakin membaik, baik tingkah laku, sopan santun dan lainnya,” ujarnya.(*3)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari