Minggu, 6 April 2025
spot_img

Terkait Penyekatan, Polri Diminta Kedepankan Pendekatan Persuasif

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi meminta aparat kepolisian yang bertugas di lapangan dalam melakukan pelarangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021, dapat mengedepankan pendekatan persuasif kepada seluruh masyarakat.

Langkah itu, menurut dia, agar tidak terjadi kesalahpahaman saat bertugas dalam melakukan pencegahan mudik Lebaran 2021.

"Jangan sampai ada gesekan dengan masyarakat, jika perlu lakukan pendekatan dengan kultur budaya setiap daerah yang akan dituju. Tentunya budaya masyarakat yang menuju Pulau Jawa dan Sumatera pasti berbeda," kata Andi Rio, di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Dia juga meminta kepolisian dapat mengatur arus lalu lintas bagi para pengendara yang hendak putar balik, agar tidak terjadi penumpukan jumlah kendaraan.

Baca Juga:  RS Awal Bros Grup MoU dengan CBS School Of Communications Jakarta

Selain itu, menurut dia, untuk menghindari terjadinya penumpukan di rest area ketika hendak kembali ke rumah masing-masing.

"Kepolisian harus mengantisipasi hal itu, langkah ini upaya menghindari kelelahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Andi Rio berharap masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak melakukan mudik Lebaran demi kebaikan sanak keluarga.

Menurut dia, jangan sampai kehadiran pemudik di tengah keluarga di daerah justru membuat kekhawatiran dan penyebaran Covid-19.

"Jangan sampai Indonesia seperti Malaysia dan India yang mengalami ledakan jumlah penyebaran Covid-19 secara signifikan," katanya pula.

Politisi Partai Golkar itu mengajak masyarakat membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar Indonesia dapat segera bangkit, ekonomi pulih dan masyarakat sejahtera.

Baca Juga:  Janjikan Bokeh Maksimal, Lensa Sony Full Frame E-mount FE 20 Mm F1.8 G

Sumber: JPNN/News/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi meminta aparat kepolisian yang bertugas di lapangan dalam melakukan pelarangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021, dapat mengedepankan pendekatan persuasif kepada seluruh masyarakat.

Langkah itu, menurut dia, agar tidak terjadi kesalahpahaman saat bertugas dalam melakukan pencegahan mudik Lebaran 2021.

"Jangan sampai ada gesekan dengan masyarakat, jika perlu lakukan pendekatan dengan kultur budaya setiap daerah yang akan dituju. Tentunya budaya masyarakat yang menuju Pulau Jawa dan Sumatera pasti berbeda," kata Andi Rio, di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Dia juga meminta kepolisian dapat mengatur arus lalu lintas bagi para pengendara yang hendak putar balik, agar tidak terjadi penumpukan jumlah kendaraan.

Baca Juga:  Polisi: 4 IRT di Lombok Ditahan karena Mediasi Gagal

Selain itu, menurut dia, untuk menghindari terjadinya penumpukan di rest area ketika hendak kembali ke rumah masing-masing.

"Kepolisian harus mengantisipasi hal itu, langkah ini upaya menghindari kelelahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Andi Rio berharap masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak melakukan mudik Lebaran demi kebaikan sanak keluarga.

Menurut dia, jangan sampai kehadiran pemudik di tengah keluarga di daerah justru membuat kekhawatiran dan penyebaran Covid-19.

"Jangan sampai Indonesia seperti Malaysia dan India yang mengalami ledakan jumlah penyebaran Covid-19 secara signifikan," katanya pula.

Politisi Partai Golkar itu mengajak masyarakat membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar Indonesia dapat segera bangkit, ekonomi pulih dan masyarakat sejahtera.

Baca Juga:  Tegas, Ikatan Bidan Minta Susu Kental Manis Bukan untuk Balita

Sumber: JPNN/News/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Terkait Penyekatan, Polri Diminta Kedepankan Pendekatan Persuasif

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi meminta aparat kepolisian yang bertugas di lapangan dalam melakukan pelarangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021, dapat mengedepankan pendekatan persuasif kepada seluruh masyarakat.

Langkah itu, menurut dia, agar tidak terjadi kesalahpahaman saat bertugas dalam melakukan pencegahan mudik Lebaran 2021.

"Jangan sampai ada gesekan dengan masyarakat, jika perlu lakukan pendekatan dengan kultur budaya setiap daerah yang akan dituju. Tentunya budaya masyarakat yang menuju Pulau Jawa dan Sumatera pasti berbeda," kata Andi Rio, di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Dia juga meminta kepolisian dapat mengatur arus lalu lintas bagi para pengendara yang hendak putar balik, agar tidak terjadi penumpukan jumlah kendaraan.

Baca Juga:  Ramadan,Vaksinasi Berpeluang di Malam Hari

Selain itu, menurut dia, untuk menghindari terjadinya penumpukan di rest area ketika hendak kembali ke rumah masing-masing.

"Kepolisian harus mengantisipasi hal itu, langkah ini upaya menghindari kelelahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Andi Rio berharap masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak melakukan mudik Lebaran demi kebaikan sanak keluarga.

Menurut dia, jangan sampai kehadiran pemudik di tengah keluarga di daerah justru membuat kekhawatiran dan penyebaran Covid-19.

"Jangan sampai Indonesia seperti Malaysia dan India yang mengalami ledakan jumlah penyebaran Covid-19 secara signifikan," katanya pula.

Politisi Partai Golkar itu mengajak masyarakat membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar Indonesia dapat segera bangkit, ekonomi pulih dan masyarakat sejahtera.

Baca Juga:  Sindir Ribka Tjiptaning, Ridwan Kamil Singgung Tanggung Jawab Wakil Rakyat  

Sumber: JPNN/News/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi meminta aparat kepolisian yang bertugas di lapangan dalam melakukan pelarangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021, dapat mengedepankan pendekatan persuasif kepada seluruh masyarakat.

Langkah itu, menurut dia, agar tidak terjadi kesalahpahaman saat bertugas dalam melakukan pencegahan mudik Lebaran 2021.

"Jangan sampai ada gesekan dengan masyarakat, jika perlu lakukan pendekatan dengan kultur budaya setiap daerah yang akan dituju. Tentunya budaya masyarakat yang menuju Pulau Jawa dan Sumatera pasti berbeda," kata Andi Rio, di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Dia juga meminta kepolisian dapat mengatur arus lalu lintas bagi para pengendara yang hendak putar balik, agar tidak terjadi penumpukan jumlah kendaraan.

Baca Juga:  Janjikan Bokeh Maksimal, Lensa Sony Full Frame E-mount FE 20 Mm F1.8 G

Selain itu, menurut dia, untuk menghindari terjadinya penumpukan di rest area ketika hendak kembali ke rumah masing-masing.

"Kepolisian harus mengantisipasi hal itu, langkah ini upaya menghindari kelelahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Andi Rio berharap masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak melakukan mudik Lebaran demi kebaikan sanak keluarga.

Menurut dia, jangan sampai kehadiran pemudik di tengah keluarga di daerah justru membuat kekhawatiran dan penyebaran Covid-19.

"Jangan sampai Indonesia seperti Malaysia dan India yang mengalami ledakan jumlah penyebaran Covid-19 secara signifikan," katanya pula.

Politisi Partai Golkar itu mengajak masyarakat membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar Indonesia dapat segera bangkit, ekonomi pulih dan masyarakat sejahtera.

Baca Juga:  Tegas, Ikatan Bidan Minta Susu Kental Manis Bukan untuk Balita

Sumber: JPNN/News/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari