Sabtu, 10 Oktober 2026
- Advertisement -

Bupati: Sering Dikejar, Nelayan Natuna Tidak Takut Berlayar

BATAM (RIAUPOS.CO) – Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal mengatakan para nelayan sangat berharap adanya patroli rutin kapal milik TNI di perairan Natuna. Walaupun, hingga saat ini nelayan masih berani berlayar. Namun, kapal Cina itu masih mengejar-ngejar perahu nelayan yang berada di perairan Natuna.

‎”Jadi diharapkan ada kapal pengawas kita yang continue di perbatasan itu,”ujar Abdul Hamid, Selasa (7/1).

Abdul Hamid menegaskan para nelayan di Natuna tidak takut adanya kapal milik Tiongkok yang sering datang ke perairan Natuna. ‎”Untuk melaut tidak takut. ‎Itu saja mereka ambil video enggak takut padahal tidak ada pengawas kita,” tegasnya.

Abdul Hamid mendapat aduan dari masyarakat saat ini nelayan ingin melaut dan menangkap ikan dengan tenang. Tanpa harus dikejar oleh kapal coast guard milik Cina.

Baca Juga:  Cara Hutama Karya Antisipasi Lakalantas di Tol Pekanbaru-Dumai

‎”Cuma mereka mengingkan bisa melaut yang tenang, aman,” katanya.

Abdul Hamid mengatakan, kapal milik nelayan di Natuna belum pernah ditabrak oleh coast guard Cina. Para nelayan hanya dikejar apabila berpapasan dengan kapal coast guard Cina.

‎”Kalau berapa kali saya kurang tahu. Tapi kalau dikejar pernah. Kalau tidak ada patroli kita dikejar nelayan kita. Kalau ada patroli kita mereka tidak berani‎,” ungkapnya.

‎Oleh sebab itu, Abdul Hamid berharap kapal TNI AU perlu sering beroperasi di perairan Natuna. Sehingga masyarakat Natuna bisa tenang dan aman untuk mencari ikan.

‎”Memang seharusnya perlu menguatkan pengawasan di wilayah perbatasan itu,” katanya lagi.

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

Baca Juga:  Ini Spesifikasi Redmi Note 9 Pro dan Note 9 Pro Max

BATAM (RIAUPOS.CO) – Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal mengatakan para nelayan sangat berharap adanya patroli rutin kapal milik TNI di perairan Natuna. Walaupun, hingga saat ini nelayan masih berani berlayar. Namun, kapal Cina itu masih mengejar-ngejar perahu nelayan yang berada di perairan Natuna.

‎”Jadi diharapkan ada kapal pengawas kita yang continue di perbatasan itu,”ujar Abdul Hamid, Selasa (7/1).

Abdul Hamid menegaskan para nelayan di Natuna tidak takut adanya kapal milik Tiongkok yang sering datang ke perairan Natuna. ‎”Untuk melaut tidak takut. ‎Itu saja mereka ambil video enggak takut padahal tidak ada pengawas kita,” tegasnya.

Abdul Hamid mendapat aduan dari masyarakat saat ini nelayan ingin melaut dan menangkap ikan dengan tenang. Tanpa harus dikejar oleh kapal coast guard milik Cina.

Baca Juga:  Siswa SMP dan SMA Witama Raih Medali Emas

‎”Cuma mereka mengingkan bisa melaut yang tenang, aman,” katanya.

- Advertisement -

Abdul Hamid mengatakan, kapal milik nelayan di Natuna belum pernah ditabrak oleh coast guard Cina. Para nelayan hanya dikejar apabila berpapasan dengan kapal coast guard Cina.

‎”Kalau berapa kali saya kurang tahu. Tapi kalau dikejar pernah. Kalau tidak ada patroli kita dikejar nelayan kita. Kalau ada patroli kita mereka tidak berani‎,” ungkapnya.

- Advertisement -

‎Oleh sebab itu, Abdul Hamid berharap kapal TNI AU perlu sering beroperasi di perairan Natuna. Sehingga masyarakat Natuna bisa tenang dan aman untuk mencari ikan.

‎”Memang seharusnya perlu menguatkan pengawasan di wilayah perbatasan itu,” katanya lagi.

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

Baca Juga:  Polisi Siapkan 3.385 Personel Amankan Demo Jokowi End Game
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BATAM (RIAUPOS.CO) – Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal mengatakan para nelayan sangat berharap adanya patroli rutin kapal milik TNI di perairan Natuna. Walaupun, hingga saat ini nelayan masih berani berlayar. Namun, kapal Cina itu masih mengejar-ngejar perahu nelayan yang berada di perairan Natuna.

‎”Jadi diharapkan ada kapal pengawas kita yang continue di perbatasan itu,”ujar Abdul Hamid, Selasa (7/1).

Abdul Hamid menegaskan para nelayan di Natuna tidak takut adanya kapal milik Tiongkok yang sering datang ke perairan Natuna. ‎”Untuk melaut tidak takut. ‎Itu saja mereka ambil video enggak takut padahal tidak ada pengawas kita,” tegasnya.

Abdul Hamid mendapat aduan dari masyarakat saat ini nelayan ingin melaut dan menangkap ikan dengan tenang. Tanpa harus dikejar oleh kapal coast guard milik Cina.

Baca Juga:  Ini Spesifikasi Redmi Note 9 Pro dan Note 9 Pro Max

‎”Cuma mereka mengingkan bisa melaut yang tenang, aman,” katanya.

Abdul Hamid mengatakan, kapal milik nelayan di Natuna belum pernah ditabrak oleh coast guard Cina. Para nelayan hanya dikejar apabila berpapasan dengan kapal coast guard Cina.

‎”Kalau berapa kali saya kurang tahu. Tapi kalau dikejar pernah. Kalau tidak ada patroli kita dikejar nelayan kita. Kalau ada patroli kita mereka tidak berani‎,” ungkapnya.

‎Oleh sebab itu, Abdul Hamid berharap kapal TNI AU perlu sering beroperasi di perairan Natuna. Sehingga masyarakat Natuna bisa tenang dan aman untuk mencari ikan.

‎”Memang seharusnya perlu menguatkan pengawasan di wilayah perbatasan itu,” katanya lagi.

Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com

Baca Juga:  Muhammadiyah Ingin Pemerintah yang Terbuka

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari