Senin, 19 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Dosen Unri Sosialisasi Pemanfaatan Lidi Sawit Jadi Produk Bernilai Ekonomis

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Salah satu aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan dosen adalah program kegiatan kepada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan terkait bagaimana dosen ikut serta berpatisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat misalnya melalui aktivitas-aktivitas mengolah bahan-bahan, barang-barang yang kurang bernilai guna dan ekonomis menjadi sebuah produk yang lebih bernilai ekonomis.

Penyosialisasian pemanfaatan lidi kelapa sawit dilakukan di Desa Sirih, Kecamatan Singingi, di Kabupaten Kuantan Singigi ini ditaja oleh dosen-dosen Universitas Riau, dalam rangka kegiatan pengabdian dalam bentuk program Pengabdian Desa Binaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Riau.

Kegiatan ini dilakukan beberapa hari yang lalu di hadapan 40-an ibu-ibu kader PKK Desa Sei Sirih, Kecamatan Singingi, Kuantan Singingi, yang juga dihadiri oleh mahasiswa KKN Universitas Riau yang ditempatkan di desa ini. Seluruh peserta antusias dan menyimak semua yang dipaparkan Ketua Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat, Dr R Lestari Garnasih SE MM.

Baca Juga:  Samsung Siapkan Merek Dagang Rangkaian Galaxy A Series Terbaru

"Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini, kami memperoleh pengetahuan baru terkait pengolahan lidi kelapa sawit, dan harapannya apa yang nanti dihasilkan oleh ibu-ibu di sini akan memberi penghasilan tambahan bagi rumah tangga masing-masing," harap Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sei Sirih, Kecamatan Singingi, Zukafatus Sholekhah.

Selama ini limbah kelapa sawit yakni lidi sawit, sangat banyak dihasilkan di daerah ini. Lidi tersebut dibiarkan begitu saja serta dibuang percuma. Melihat kondisi ini kegiatan pensosilalisasian dilakukan untuk mengedukasi masyarakat bahwa lidi kelapa sawitpun jika diolah dengan baik dan bernilai estetika, dapat menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

"Kami memberi peluang kepada ibu-ibu di sini untuk memiliki kemampuan dan terampil untuk mengolah lidi kelapa sawit, sehingga mereka memiliki penghasilan tambahan bagi kehidupan rumah tangga mereka, mengingat selama ini harga kelapa sawit mengalami fluktuatif dan kondisi ini tentunya akan berdampak pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat, untuk itu dibuthkan penghasilan sampingan," kata Dr R Lestari Garnasih SE MM.

Baca Juga:  Aktor Senior Henky Solaiman Meninggal Dunia

Kegiatan ini tidak hanya sampai disini, aktivitas selanjutnya adalah melatih ibu-ibu memiliki keterampilan dalam mengolah lidi sawit, yang akan dilatih oleh instruktur yang mumpuni dalam menghasilkan produk anyaman yang cantik, berkualitas dan bernilai ekonomis. Aspek manajemen pun nanti akan diberikan yakni aspek pemasaran, keuangan sederhana , dan motivasi.(mar/ifr)

Editor: Arif Oktafian

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Salah satu aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan dosen adalah program kegiatan kepada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan terkait bagaimana dosen ikut serta berpatisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat misalnya melalui aktivitas-aktivitas mengolah bahan-bahan, barang-barang yang kurang bernilai guna dan ekonomis menjadi sebuah produk yang lebih bernilai ekonomis.

Penyosialisasian pemanfaatan lidi kelapa sawit dilakukan di Desa Sirih, Kecamatan Singingi, di Kabupaten Kuantan Singigi ini ditaja oleh dosen-dosen Universitas Riau, dalam rangka kegiatan pengabdian dalam bentuk program Pengabdian Desa Binaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Riau.

Kegiatan ini dilakukan beberapa hari yang lalu di hadapan 40-an ibu-ibu kader PKK Desa Sei Sirih, Kecamatan Singingi, Kuantan Singingi, yang juga dihadiri oleh mahasiswa KKN Universitas Riau yang ditempatkan di desa ini. Seluruh peserta antusias dan menyimak semua yang dipaparkan Ketua Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat, Dr R Lestari Garnasih SE MM.

Baca Juga:  Lima WNA yang Terdampar di Bengkalis Negatif Corona

"Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini, kami memperoleh pengetahuan baru terkait pengolahan lidi kelapa sawit, dan harapannya apa yang nanti dihasilkan oleh ibu-ibu di sini akan memberi penghasilan tambahan bagi rumah tangga masing-masing," harap Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sei Sirih, Kecamatan Singingi, Zukafatus Sholekhah.

Selama ini limbah kelapa sawit yakni lidi sawit, sangat banyak dihasilkan di daerah ini. Lidi tersebut dibiarkan begitu saja serta dibuang percuma. Melihat kondisi ini kegiatan pensosilalisasian dilakukan untuk mengedukasi masyarakat bahwa lidi kelapa sawitpun jika diolah dengan baik dan bernilai estetika, dapat menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

- Advertisement -

"Kami memberi peluang kepada ibu-ibu di sini untuk memiliki kemampuan dan terampil untuk mengolah lidi kelapa sawit, sehingga mereka memiliki penghasilan tambahan bagi kehidupan rumah tangga mereka, mengingat selama ini harga kelapa sawit mengalami fluktuatif dan kondisi ini tentunya akan berdampak pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat, untuk itu dibuthkan penghasilan sampingan," kata Dr R Lestari Garnasih SE MM.

Baca Juga:  Aktor Senior Henky Solaiman Meninggal Dunia

Kegiatan ini tidak hanya sampai disini, aktivitas selanjutnya adalah melatih ibu-ibu memiliki keterampilan dalam mengolah lidi sawit, yang akan dilatih oleh instruktur yang mumpuni dalam menghasilkan produk anyaman yang cantik, berkualitas dan bernilai ekonomis. Aspek manajemen pun nanti akan diberikan yakni aspek pemasaran, keuangan sederhana , dan motivasi.(mar/ifr)

- Advertisement -

Editor: Arif Oktafian

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Salah satu aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan dosen adalah program kegiatan kepada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan terkait bagaimana dosen ikut serta berpatisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat misalnya melalui aktivitas-aktivitas mengolah bahan-bahan, barang-barang yang kurang bernilai guna dan ekonomis menjadi sebuah produk yang lebih bernilai ekonomis.

Penyosialisasian pemanfaatan lidi kelapa sawit dilakukan di Desa Sirih, Kecamatan Singingi, di Kabupaten Kuantan Singigi ini ditaja oleh dosen-dosen Universitas Riau, dalam rangka kegiatan pengabdian dalam bentuk program Pengabdian Desa Binaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Riau.

Kegiatan ini dilakukan beberapa hari yang lalu di hadapan 40-an ibu-ibu kader PKK Desa Sei Sirih, Kecamatan Singingi, Kuantan Singingi, yang juga dihadiri oleh mahasiswa KKN Universitas Riau yang ditempatkan di desa ini. Seluruh peserta antusias dan menyimak semua yang dipaparkan Ketua Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat, Dr R Lestari Garnasih SE MM.

Baca Juga:  Tiga Pemasok Narkoba ke Artis Ridho Illahi Ditangkap

"Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini, kami memperoleh pengetahuan baru terkait pengolahan lidi kelapa sawit, dan harapannya apa yang nanti dihasilkan oleh ibu-ibu di sini akan memberi penghasilan tambahan bagi rumah tangga masing-masing," harap Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sei Sirih, Kecamatan Singingi, Zukafatus Sholekhah.

Selama ini limbah kelapa sawit yakni lidi sawit, sangat banyak dihasilkan di daerah ini. Lidi tersebut dibiarkan begitu saja serta dibuang percuma. Melihat kondisi ini kegiatan pensosilalisasian dilakukan untuk mengedukasi masyarakat bahwa lidi kelapa sawitpun jika diolah dengan baik dan bernilai estetika, dapat menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

"Kami memberi peluang kepada ibu-ibu di sini untuk memiliki kemampuan dan terampil untuk mengolah lidi kelapa sawit, sehingga mereka memiliki penghasilan tambahan bagi kehidupan rumah tangga mereka, mengingat selama ini harga kelapa sawit mengalami fluktuatif dan kondisi ini tentunya akan berdampak pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat, untuk itu dibuthkan penghasilan sampingan," kata Dr R Lestari Garnasih SE MM.

Baca Juga:  Pembangunan Fasilitas Karantina di Pulau Galang Capai 92 Persen

Kegiatan ini tidak hanya sampai disini, aktivitas selanjutnya adalah melatih ibu-ibu memiliki keterampilan dalam mengolah lidi sawit, yang akan dilatih oleh instruktur yang mumpuni dalam menghasilkan produk anyaman yang cantik, berkualitas dan bernilai ekonomis. Aspek manajemen pun nanti akan diberikan yakni aspek pemasaran, keuangan sederhana , dan motivasi.(mar/ifr)

Editor: Arif Oktafian

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari