Jumat, 3 April 2026
- Advertisement -

Inilah Kisah Persahabatan Megawati dengan Prabowo

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri, 72, menceritakan persahabatannya dengan Prabowo Subianto yang kini menjabat menteri pertahanan. Salah satu momen yang menurutnya berkesan adalah ketika dia menyelamatkan Prabowo dari stateless alias tak memiliki status kewarganegaraan.

Peristiwa itu terjadi saat Mega menjabat presiden pada 2001-2004. Dia mengetahui Prabowo berada di luar negeri pascareformasi. Tahu Prabowo tak berkewarganegaraan, Mega marah kepada menteri luar negeri dan panglima TNI karena membiarkan kondisi tersebut. Menurut dia, semua warga negara Indonesia berhak dilindungi.

"Saya marah sebagai presiden, siapa yang membuang beliau stateless? Ini saya bukan cari nama. Tanya kepada beliau. Tidak. Saya marah pada Menlu. Saya marah pada panglima. Apa pun juga, beliau itu adalah manusia Indonesia. Pulang. Beri dia. Begitu itu tanggung jawab," ujar Mega dalam acara Presidential Lecture Pembumian Pancasila di Istana Negara Jakarta kemarin (3/12).

Baca Juga:  Pekan Depan PTM, MDTA Islamiyah Terapkan Prokes

Mega yang berbicara sebagai ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengungkapkan, persahabatan dengan Prabowo terjalin sejak lama. Maka, dia bingung saat ada yang menyebut mereka sebagai musuh politik. "Orang kayaknya bingung, kok saya bisa sobatan yang namanya Prabowo Subianto. Memangnya kenapa?" imbuhnya.

Mega menuturkan, bukan halangan baginya bersahabat dengan Prabowo meski kerap berbeda pilihan politik. Dia menyebut itu sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila. "Kalau buat saya, itu Pancasila saya," tuturnya.

Mega dan Prabowo dua kali bertarung pada Pilpres 2014 dan 2019. Namun, sebelumnya mereka pernah berjuang bersama pada Pilpres 2009. Prabowo menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Incumbent Suyatno Juru Kunci

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri, 72, menceritakan persahabatannya dengan Prabowo Subianto yang kini menjabat menteri pertahanan. Salah satu momen yang menurutnya berkesan adalah ketika dia menyelamatkan Prabowo dari stateless alias tak memiliki status kewarganegaraan.

Peristiwa itu terjadi saat Mega menjabat presiden pada 2001-2004. Dia mengetahui Prabowo berada di luar negeri pascareformasi. Tahu Prabowo tak berkewarganegaraan, Mega marah kepada menteri luar negeri dan panglima TNI karena membiarkan kondisi tersebut. Menurut dia, semua warga negara Indonesia berhak dilindungi.

"Saya marah sebagai presiden, siapa yang membuang beliau stateless? Ini saya bukan cari nama. Tanya kepada beliau. Tidak. Saya marah pada Menlu. Saya marah pada panglima. Apa pun juga, beliau itu adalah manusia Indonesia. Pulang. Beri dia. Begitu itu tanggung jawab," ujar Mega dalam acara Presidential Lecture Pembumian Pancasila di Istana Negara Jakarta kemarin (3/12).

Baca Juga:  Soal Fatwa si Kaya Nikahi si Miskin, MUI: Nikah Kok Diatur-atur Begitu

Mega yang berbicara sebagai ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengungkapkan, persahabatan dengan Prabowo terjalin sejak lama. Maka, dia bingung saat ada yang menyebut mereka sebagai musuh politik. "Orang kayaknya bingung, kok saya bisa sobatan yang namanya Prabowo Subianto. Memangnya kenapa?" imbuhnya.

Mega menuturkan, bukan halangan baginya bersahabat dengan Prabowo meski kerap berbeda pilihan politik. Dia menyebut itu sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila. "Kalau buat saya, itu Pancasila saya," tuturnya.

- Advertisement -

Mega dan Prabowo dua kali bertarung pada Pilpres 2014 dan 2019. Namun, sebelumnya mereka pernah berjuang bersama pada Pilpres 2009. Prabowo menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Incumbent Suyatno Juru Kunci
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri, 72, menceritakan persahabatannya dengan Prabowo Subianto yang kini menjabat menteri pertahanan. Salah satu momen yang menurutnya berkesan adalah ketika dia menyelamatkan Prabowo dari stateless alias tak memiliki status kewarganegaraan.

Peristiwa itu terjadi saat Mega menjabat presiden pada 2001-2004. Dia mengetahui Prabowo berada di luar negeri pascareformasi. Tahu Prabowo tak berkewarganegaraan, Mega marah kepada menteri luar negeri dan panglima TNI karena membiarkan kondisi tersebut. Menurut dia, semua warga negara Indonesia berhak dilindungi.

"Saya marah sebagai presiden, siapa yang membuang beliau stateless? Ini saya bukan cari nama. Tanya kepada beliau. Tidak. Saya marah pada Menlu. Saya marah pada panglima. Apa pun juga, beliau itu adalah manusia Indonesia. Pulang. Beri dia. Begitu itu tanggung jawab," ujar Mega dalam acara Presidential Lecture Pembumian Pancasila di Istana Negara Jakarta kemarin (3/12).

Baca Juga:  Aurel Jualan Disinfektan dan Handsanitizer

Mega yang berbicara sebagai ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengungkapkan, persahabatan dengan Prabowo terjalin sejak lama. Maka, dia bingung saat ada yang menyebut mereka sebagai musuh politik. "Orang kayaknya bingung, kok saya bisa sobatan yang namanya Prabowo Subianto. Memangnya kenapa?" imbuhnya.

Mega menuturkan, bukan halangan baginya bersahabat dengan Prabowo meski kerap berbeda pilihan politik. Dia menyebut itu sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila. "Kalau buat saya, itu Pancasila saya," tuturnya.

Mega dan Prabowo dua kali bertarung pada Pilpres 2014 dan 2019. Namun, sebelumnya mereka pernah berjuang bersama pada Pilpres 2009. Prabowo menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Kapolsek Bangko Temu Ramah dengan Wartawan

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari