Sabtu, 21 Februari 2026
- Advertisement -

Jangan Cemas, Stok Elpiji 3 Kg Aman

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) — Meski sempat langka, elpiji 3 kilogram sudah mulai aman. Bahkan Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri (Koperindagrin) Kuansing, menjamin tidak ada lagi kelangkaan elpiji 3 kg.

Menurut Kadis Koperindagrin, Azhar kepada Riau Pos, mengatakan, masyarakat diminta jangan cemas dengan stok elpiji 3 Kg. Sebab, pihaknya selalu melakukan pemantauan di beberapa agen.

 “Kita selalu melakukan pemantauan di agen yang ada di kecamatan-kecamatan. Nah, dengan adanya pemantauan ini, kita bisa antisipasi. Jika nanti ada agen yang main-main dengan pangkalan, akan kami beri sanksi. Masyarakat juga bantu laporkan ke kami,” tegas Azhar, Jumat (3/1).

Selain itu, Azhar juga mengimbau kepada para ASN dan restoran untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg. Sebab, elpiji 3 kg tersebut dieperuntukkan bagi warga miskin.

Selain ASN, lanjut Azhar, Pemkab Kuansing juga mengimbau kepada rumah makan dan restoran untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg.

“Ini akan kami pantau di setiap restoran dan rumah makan. Jika masih kedapatan, akan kami beri teguran keras,” ujar Azhar.

 Jika perlu, tambah Azhar, para pembeli elpiji 3 kg akan diwajibkan membawa KK. Ini bertujuan untuk membatasi penggunaan elpiji 3 kg supaya tepat sasaran. “Di KK itu kan tertera pekekerjaan kita. Nah, nanti akan ketahuan ASN atau masyarakat biasanya,” ujar Azhar.(kom)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) — Meski sempat langka, elpiji 3 kilogram sudah mulai aman. Bahkan Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri (Koperindagrin) Kuansing, menjamin tidak ada lagi kelangkaan elpiji 3 kg.

Menurut Kadis Koperindagrin, Azhar kepada Riau Pos, mengatakan, masyarakat diminta jangan cemas dengan stok elpiji 3 Kg. Sebab, pihaknya selalu melakukan pemantauan di beberapa agen.

 “Kita selalu melakukan pemantauan di agen yang ada di kecamatan-kecamatan. Nah, dengan adanya pemantauan ini, kita bisa antisipasi. Jika nanti ada agen yang main-main dengan pangkalan, akan kami beri sanksi. Masyarakat juga bantu laporkan ke kami,” tegas Azhar, Jumat (3/1).

Selain itu, Azhar juga mengimbau kepada para ASN dan restoran untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg. Sebab, elpiji 3 kg tersebut dieperuntukkan bagi warga miskin.

Selain ASN, lanjut Azhar, Pemkab Kuansing juga mengimbau kepada rumah makan dan restoran untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg.

- Advertisement -

“Ini akan kami pantau di setiap restoran dan rumah makan. Jika masih kedapatan, akan kami beri teguran keras,” ujar Azhar.

 Jika perlu, tambah Azhar, para pembeli elpiji 3 kg akan diwajibkan membawa KK. Ini bertujuan untuk membatasi penggunaan elpiji 3 kg supaya tepat sasaran. “Di KK itu kan tertera pekekerjaan kita. Nah, nanti akan ketahuan ASN atau masyarakat biasanya,” ujar Azhar.(kom)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) — Meski sempat langka, elpiji 3 kilogram sudah mulai aman. Bahkan Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri (Koperindagrin) Kuansing, menjamin tidak ada lagi kelangkaan elpiji 3 kg.

Menurut Kadis Koperindagrin, Azhar kepada Riau Pos, mengatakan, masyarakat diminta jangan cemas dengan stok elpiji 3 Kg. Sebab, pihaknya selalu melakukan pemantauan di beberapa agen.

 “Kita selalu melakukan pemantauan di agen yang ada di kecamatan-kecamatan. Nah, dengan adanya pemantauan ini, kita bisa antisipasi. Jika nanti ada agen yang main-main dengan pangkalan, akan kami beri sanksi. Masyarakat juga bantu laporkan ke kami,” tegas Azhar, Jumat (3/1).

Selain itu, Azhar juga mengimbau kepada para ASN dan restoran untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg. Sebab, elpiji 3 kg tersebut dieperuntukkan bagi warga miskin.

Selain ASN, lanjut Azhar, Pemkab Kuansing juga mengimbau kepada rumah makan dan restoran untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg.

“Ini akan kami pantau di setiap restoran dan rumah makan. Jika masih kedapatan, akan kami beri teguran keras,” ujar Azhar.

 Jika perlu, tambah Azhar, para pembeli elpiji 3 kg akan diwajibkan membawa KK. Ini bertujuan untuk membatasi penggunaan elpiji 3 kg supaya tepat sasaran. “Di KK itu kan tertera pekekerjaan kita. Nah, nanti akan ketahuan ASN atau masyarakat biasanya,” ujar Azhar.(kom)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari