Minggu, 6 April 2025
spot_img

Buzzer Hancurkan Tatanan Sosial, Merusak Persepsi Publik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Novel Baswedan menyesalkan permainan buzzer dalam membangun opini di media sosial. Menurut mantan penyidik KPK, aktivitas buzzer di media sosial sangat merusak.

Pernyataan ini disampaikan Novel menanggapi kabar adanya pasukan buzzer yang berperan dalam revisi Undang-Undang KPK dan Undang-Undang Cipta Kerja.

“Melihat kelakuan BuzzeRp mestinya kita kasihan, karena yang bersangkutan merusak dirinya sendiri,” kata Novel dalam cuitan pada akun media sosial Twitter pribadinya, Rabu (3/11/2021).

Novel yang disingkirkan dari KPK akibat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) ini menyebut, aktivitas buzzer di media sosial sangat merusak persepsi publik dan hanya menciptakan keburukan. Hal ini dikhawatirkan merusak tatanan sosial masyarakat.

Baca Juga:  Begini Penanganan Terhadap Jenazah Pasien Covid-19

“Masalahnya mereka juga merusak persepsi publik dan mengadudomba, yang bisa menghancurkan tatanan sosial,” ungkap Novel.

Menurut Novel, terdapat pemodal yang memang sengaja memainkan buzzer di media sosial. Dia menyebut, mereka sama saja pengkhianat bangsa.

BuzzeRp, pemodalnya, yang memanfaatkannya dan yang terlibat adalah pengkhianat era now,” pungkas Novel.

Sebagaimana diketahui, hasil riset Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), menyatakan terdapat peran buzzer dan pasukan siber untuk mendukung pemerintah saat polemik revisi UU KPK dan UU Cipta Kerja. Bahkan, mereka juga memainkan isu taliban di KPK.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Erwan Sani

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Novel Baswedan menyesalkan permainan buzzer dalam membangun opini di media sosial. Menurut mantan penyidik KPK, aktivitas buzzer di media sosial sangat merusak.

Pernyataan ini disampaikan Novel menanggapi kabar adanya pasukan buzzer yang berperan dalam revisi Undang-Undang KPK dan Undang-Undang Cipta Kerja.

“Melihat kelakuan BuzzeRp mestinya kita kasihan, karena yang bersangkutan merusak dirinya sendiri,” kata Novel dalam cuitan pada akun media sosial Twitter pribadinya, Rabu (3/11/2021).

Novel yang disingkirkan dari KPK akibat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) ini menyebut, aktivitas buzzer di media sosial sangat merusak persepsi publik dan hanya menciptakan keburukan. Hal ini dikhawatirkan merusak tatanan sosial masyarakat.

Baca Juga:  12 Remaja Diringkus saat Pesta Narkoba di Kamar Hotel di Jalan Melur Pekanbaru

“Masalahnya mereka juga merusak persepsi publik dan mengadudomba, yang bisa menghancurkan tatanan sosial,” ungkap Novel.

Menurut Novel, terdapat pemodal yang memang sengaja memainkan buzzer di media sosial. Dia menyebut, mereka sama saja pengkhianat bangsa.

BuzzeRp, pemodalnya, yang memanfaatkannya dan yang terlibat adalah pengkhianat era now,” pungkas Novel.

Sebagaimana diketahui, hasil riset Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), menyatakan terdapat peran buzzer dan pasukan siber untuk mendukung pemerintah saat polemik revisi UU KPK dan UU Cipta Kerja. Bahkan, mereka juga memainkan isu taliban di KPK.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Erwan Sani

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Buzzer Hancurkan Tatanan Sosial, Merusak Persepsi Publik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Novel Baswedan menyesalkan permainan buzzer dalam membangun opini di media sosial. Menurut mantan penyidik KPK, aktivitas buzzer di media sosial sangat merusak.

Pernyataan ini disampaikan Novel menanggapi kabar adanya pasukan buzzer yang berperan dalam revisi Undang-Undang KPK dan Undang-Undang Cipta Kerja.

“Melihat kelakuan BuzzeRp mestinya kita kasihan, karena yang bersangkutan merusak dirinya sendiri,” kata Novel dalam cuitan pada akun media sosial Twitter pribadinya, Rabu (3/11/2021).

Novel yang disingkirkan dari KPK akibat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) ini menyebut, aktivitas buzzer di media sosial sangat merusak persepsi publik dan hanya menciptakan keburukan. Hal ini dikhawatirkan merusak tatanan sosial masyarakat.

Baca Juga:  12 Remaja Diringkus saat Pesta Narkoba di Kamar Hotel di Jalan Melur Pekanbaru

“Masalahnya mereka juga merusak persepsi publik dan mengadudomba, yang bisa menghancurkan tatanan sosial,” ungkap Novel.

Menurut Novel, terdapat pemodal yang memang sengaja memainkan buzzer di media sosial. Dia menyebut, mereka sama saja pengkhianat bangsa.

BuzzeRp, pemodalnya, yang memanfaatkannya dan yang terlibat adalah pengkhianat era now,” pungkas Novel.

Sebagaimana diketahui, hasil riset Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), menyatakan terdapat peran buzzer dan pasukan siber untuk mendukung pemerintah saat polemik revisi UU KPK dan UU Cipta Kerja. Bahkan, mereka juga memainkan isu taliban di KPK.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Erwan Sani

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Novel Baswedan menyesalkan permainan buzzer dalam membangun opini di media sosial. Menurut mantan penyidik KPK, aktivitas buzzer di media sosial sangat merusak.

Pernyataan ini disampaikan Novel menanggapi kabar adanya pasukan buzzer yang berperan dalam revisi Undang-Undang KPK dan Undang-Undang Cipta Kerja.

“Melihat kelakuan BuzzeRp mestinya kita kasihan, karena yang bersangkutan merusak dirinya sendiri,” kata Novel dalam cuitan pada akun media sosial Twitter pribadinya, Rabu (3/11/2021).

Novel yang disingkirkan dari KPK akibat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) ini menyebut, aktivitas buzzer di media sosial sangat merusak persepsi publik dan hanya menciptakan keburukan. Hal ini dikhawatirkan merusak tatanan sosial masyarakat.

Baca Juga:  Kanwil BPN Riau Gelar Rakerda

“Masalahnya mereka juga merusak persepsi publik dan mengadudomba, yang bisa menghancurkan tatanan sosial,” ungkap Novel.

Menurut Novel, terdapat pemodal yang memang sengaja memainkan buzzer di media sosial. Dia menyebut, mereka sama saja pengkhianat bangsa.

BuzzeRp, pemodalnya, yang memanfaatkannya dan yang terlibat adalah pengkhianat era now,” pungkas Novel.

Sebagaimana diketahui, hasil riset Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), menyatakan terdapat peran buzzer dan pasukan siber untuk mendukung pemerintah saat polemik revisi UU KPK dan UU Cipta Kerja. Bahkan, mereka juga memainkan isu taliban di KPK.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Erwan Sani

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari