Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Pejabat Istana Kompak Irit Bicara Terkait Perppu KPK

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pejabat di Istana Kepresidenan Jakarta kompak tak mau bicara soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (Perppu KPK) yang sedang dipertimbangkan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang ditemui di Istana, Kamis (3/10), hanya diam saat ditanya perkembangan Perppu untuk menganulir perubahan UU KPK, sebagaimana tuntutan pegiat antikorupsi dan demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah.

Sikap serupa juga ditunjukkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu hanya tersenyum saat ditanya kebenaran Rancangan Perppu KPK sedang disusun, dibantu Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti.

Pratikno hanya merespons sedikit ketika ditanya kembali apakah statemen soal Perppu KPK akan disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi? "Nanti tulisanmu macam macam," ujarnya sembari tersenyum.

Baca Juga:  Temukan Unsur Pidana, Antara Kesengajaan dan Kelalaian

Pratikno sedikit terbuka mengenai UU KPK hasil revisi. Menurutnya, dokumen yang telah disahkan DPR itu telah sampai diterima pihak Istana. Namun, karena ada sejumlah perbaikan kesalahan penulisan huruf, terpaksa dikembalikan agar mendapat pembetulan dari DPR.

"Sudah dikirim, tetapi masih ada typo, yang itu kami minta klarifikasi. Jadi mereka sudah proses mengirim (balik) katanya, sudah di Baleg. Typo-typo itu perlu klarifikasi, yang nanti bisa menimbulkan interpretasi," ucap Pratikno. (fat/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pejabat di Istana Kepresidenan Jakarta kompak tak mau bicara soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (Perppu KPK) yang sedang dipertimbangkan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang ditemui di Istana, Kamis (3/10), hanya diam saat ditanya perkembangan Perppu untuk menganulir perubahan UU KPK, sebagaimana tuntutan pegiat antikorupsi dan demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah.

Sikap serupa juga ditunjukkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu hanya tersenyum saat ditanya kebenaran Rancangan Perppu KPK sedang disusun, dibantu Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti.

Pratikno hanya merespons sedikit ketika ditanya kembali apakah statemen soal Perppu KPK akan disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi? "Nanti tulisanmu macam macam," ujarnya sembari tersenyum.

Baca Juga:  Innalillahi, Tokoh Golkar dan Mantan Menteri Fahmi Idris Meninggal

Pratikno sedikit terbuka mengenai UU KPK hasil revisi. Menurutnya, dokumen yang telah disahkan DPR itu telah sampai diterima pihak Istana. Namun, karena ada sejumlah perbaikan kesalahan penulisan huruf, terpaksa dikembalikan agar mendapat pembetulan dari DPR.

"Sudah dikirim, tetapi masih ada typo, yang itu kami minta klarifikasi. Jadi mereka sudah proses mengirim (balik) katanya, sudah di Baleg. Typo-typo itu perlu klarifikasi, yang nanti bisa menimbulkan interpretasi," ucap Pratikno. (fat/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Pejabat Istana Kompak Irit Bicara Terkait Perppu KPK

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pejabat di Istana Kepresidenan Jakarta kompak tak mau bicara soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (Perppu KPK) yang sedang dipertimbangkan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang ditemui di Istana, Kamis (3/10), hanya diam saat ditanya perkembangan Perppu untuk menganulir perubahan UU KPK, sebagaimana tuntutan pegiat antikorupsi dan demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah.

Sikap serupa juga ditunjukkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu hanya tersenyum saat ditanya kebenaran Rancangan Perppu KPK sedang disusun, dibantu Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti.

Pratikno hanya merespons sedikit ketika ditanya kembali apakah statemen soal Perppu KPK akan disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi? "Nanti tulisanmu macam macam," ujarnya sembari tersenyum.

Baca Juga:  Sepakat Tak Ada Subsidi Iuran BPJS

Pratikno sedikit terbuka mengenai UU KPK hasil revisi. Menurutnya, dokumen yang telah disahkan DPR itu telah sampai diterima pihak Istana. Namun, karena ada sejumlah perbaikan kesalahan penulisan huruf, terpaksa dikembalikan agar mendapat pembetulan dari DPR.

"Sudah dikirim, tetapi masih ada typo, yang itu kami minta klarifikasi. Jadi mereka sudah proses mengirim (balik) katanya, sudah di Baleg. Typo-typo itu perlu klarifikasi, yang nanti bisa menimbulkan interpretasi," ucap Pratikno. (fat/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pejabat di Istana Kepresidenan Jakarta kompak tak mau bicara soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (Perppu KPK) yang sedang dipertimbangkan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang ditemui di Istana, Kamis (3/10), hanya diam saat ditanya perkembangan Perppu untuk menganulir perubahan UU KPK, sebagaimana tuntutan pegiat antikorupsi dan demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah.

Sikap serupa juga ditunjukkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu hanya tersenyum saat ditanya kebenaran Rancangan Perppu KPK sedang disusun, dibantu Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti.

Pratikno hanya merespons sedikit ketika ditanya kembali apakah statemen soal Perppu KPK akan disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi? "Nanti tulisanmu macam macam," ujarnya sembari tersenyum.

Baca Juga:  Sepakat Tak Ada Subsidi Iuran BPJS

Pratikno sedikit terbuka mengenai UU KPK hasil revisi. Menurutnya, dokumen yang telah disahkan DPR itu telah sampai diterima pihak Istana. Namun, karena ada sejumlah perbaikan kesalahan penulisan huruf, terpaksa dikembalikan agar mendapat pembetulan dari DPR.

"Sudah dikirim, tetapi masih ada typo, yang itu kami minta klarifikasi. Jadi mereka sudah proses mengirim (balik) katanya, sudah di Baleg. Typo-typo itu perlu klarifikasi, yang nanti bisa menimbulkan interpretasi," ucap Pratikno. (fat/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari