Senin, 7 April 2025
spot_img

Petugas Nilai Masyarakat Diduga Jenuh Pakai Masker

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bertuah, petugas gabungan dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) pun masih melakukan operasi yustisi. Tujuannya, agar masyarakat patuh memakai masker.

Petugas melakukan operasi di depan Pasar Sail, Jalan Hang Tuah, Pekanbaru. Terlihat banyak dari pengendara yang terjaring. Tidak hanya pengguna motor, namun mobil pun ikut serta.

Kepala Seksi (Kasi) Pengamanan dan Dalmas Satpol PP Kota Pekanbaru, Azwir, mengatakan, masyarakat yang terjaring dominan memilih sanksi sosial. Usia pelanggar merata produktif.

"Faktor lain dari pelanggar yang terjaring diduga jenuh pakai masker. Untuk itu, kami petugas tak henti-hentinya untuk terus mengingatkan agar memakai masker sebagai salah satu bentuk menekan penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Baca Juga:  21 Panti Asuhan Terima Sedekah Program Air Minum

Adapun data masyarakat yang terjaring selama giat,  yaitu 34 orang. Dirincikannya, 12 orang memilih sanksi sosial, teguran lisan 17 orang, dan membuat pernyataan lima orang.

Masyarakat yang memilih sanksi sosial itu, menyapu di sekitar pasar. Sehingga, dedaunan gugur di depan pasar, bersih dikerjakan pelanggar protokol kesehatan.
"Pasar menjadi tujuan orang berkumpul. Sehingga,  diadakan di depan pasar untuk melihat situasi atau kondisi daripada aktivitas masyarakat dan untuk mencegah klaster pasar," tegasnya. (azr) 

Laporan: SOFIAH (PEKANBARU)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bertuah, petugas gabungan dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) pun masih melakukan operasi yustisi. Tujuannya, agar masyarakat patuh memakai masker.

Petugas melakukan operasi di depan Pasar Sail, Jalan Hang Tuah, Pekanbaru. Terlihat banyak dari pengendara yang terjaring. Tidak hanya pengguna motor, namun mobil pun ikut serta.

Kepala Seksi (Kasi) Pengamanan dan Dalmas Satpol PP Kota Pekanbaru, Azwir, mengatakan, masyarakat yang terjaring dominan memilih sanksi sosial. Usia pelanggar merata produktif.

"Faktor lain dari pelanggar yang terjaring diduga jenuh pakai masker. Untuk itu, kami petugas tak henti-hentinya untuk terus mengingatkan agar memakai masker sebagai salah satu bentuk menekan penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Baca Juga:  IKA SMPN 3 Pekanbaru Gelar "Gowes Sehat"

Adapun data masyarakat yang terjaring selama giat,  yaitu 34 orang. Dirincikannya, 12 orang memilih sanksi sosial, teguran lisan 17 orang, dan membuat pernyataan lima orang.

Masyarakat yang memilih sanksi sosial itu, menyapu di sekitar pasar. Sehingga, dedaunan gugur di depan pasar, bersih dikerjakan pelanggar protokol kesehatan.
"Pasar menjadi tujuan orang berkumpul. Sehingga,  diadakan di depan pasar untuk melihat situasi atau kondisi daripada aktivitas masyarakat dan untuk mencegah klaster pasar," tegasnya. (azr) 

Laporan: SOFIAH (PEKANBARU)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Petugas Nilai Masyarakat Diduga Jenuh Pakai Masker

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bertuah, petugas gabungan dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) pun masih melakukan operasi yustisi. Tujuannya, agar masyarakat patuh memakai masker.

Petugas melakukan operasi di depan Pasar Sail, Jalan Hang Tuah, Pekanbaru. Terlihat banyak dari pengendara yang terjaring. Tidak hanya pengguna motor, namun mobil pun ikut serta.

Kepala Seksi (Kasi) Pengamanan dan Dalmas Satpol PP Kota Pekanbaru, Azwir, mengatakan, masyarakat yang terjaring dominan memilih sanksi sosial. Usia pelanggar merata produktif.

"Faktor lain dari pelanggar yang terjaring diduga jenuh pakai masker. Untuk itu, kami petugas tak henti-hentinya untuk terus mengingatkan agar memakai masker sebagai salah satu bentuk menekan penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Baca Juga:  Lapas Pekanbaru Buka Layanan Tatap Muka

Adapun data masyarakat yang terjaring selama giat,  yaitu 34 orang. Dirincikannya, 12 orang memilih sanksi sosial, teguran lisan 17 orang, dan membuat pernyataan lima orang.

Masyarakat yang memilih sanksi sosial itu, menyapu di sekitar pasar. Sehingga, dedaunan gugur di depan pasar, bersih dikerjakan pelanggar protokol kesehatan.
"Pasar menjadi tujuan orang berkumpul. Sehingga,  diadakan di depan pasar untuk melihat situasi atau kondisi daripada aktivitas masyarakat dan untuk mencegah klaster pasar," tegasnya. (azr) 

Laporan: SOFIAH (PEKANBARU)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bertuah, petugas gabungan dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) pun masih melakukan operasi yustisi. Tujuannya, agar masyarakat patuh memakai masker.

Petugas melakukan operasi di depan Pasar Sail, Jalan Hang Tuah, Pekanbaru. Terlihat banyak dari pengendara yang terjaring. Tidak hanya pengguna motor, namun mobil pun ikut serta.

Kepala Seksi (Kasi) Pengamanan dan Dalmas Satpol PP Kota Pekanbaru, Azwir, mengatakan, masyarakat yang terjaring dominan memilih sanksi sosial. Usia pelanggar merata produktif.

"Faktor lain dari pelanggar yang terjaring diduga jenuh pakai masker. Untuk itu, kami petugas tak henti-hentinya untuk terus mengingatkan agar memakai masker sebagai salah satu bentuk menekan penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Baca Juga:  Pastikan Festival JAS Sesuai Rencana

Adapun data masyarakat yang terjaring selama giat,  yaitu 34 orang. Dirincikannya, 12 orang memilih sanksi sosial, teguran lisan 17 orang, dan membuat pernyataan lima orang.

Masyarakat yang memilih sanksi sosial itu, menyapu di sekitar pasar. Sehingga, dedaunan gugur di depan pasar, bersih dikerjakan pelanggar protokol kesehatan.
"Pasar menjadi tujuan orang berkumpul. Sehingga,  diadakan di depan pasar untuk melihat situasi atau kondisi daripada aktivitas masyarakat dan untuk mencegah klaster pasar," tegasnya. (azr) 

Laporan: SOFIAH (PEKANBARU)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari