Kamis, 12 Maret 2026
- Advertisement -

Murah Meriah, Jajanan Samping SKA Ramai Pembeli 

KOTA (RIAUPOS.CO) — Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di samping Mal SKA, tepatnya di Jalan Nangka ramai dikunjungi pembeli. Harganya yang murah meriah serta banyak pilihan makanan membuat banyak pengunjung yang datang.

Salah seorang pembeli Amir mengatakan, sering mengunjungi tempat jajanan tersebut dikarenakan harganya relatif murah. "Di sini murah-murah, sampai sudah jadi langganan tempat nongkrong setelah kuliah," katanya.

Amir mengajak agar generasi muda tidak hanya membeli jajanan kekinian di kafe-kafe ternama saja. Tetapi juga membeli jajanan tradisonal yang dijajakan di pinggir jalan. Ia kurang setuju jika banyak yang mengatakan jajanan pinggir jalan tidak higienis. 

"Kalau bisa ya jajan sambil bagi rezeki. Bersih kok, siapa bilang tidak higienis," sebutnya. 

Baca Juga:  Gesa Perbaikan Jalan Rusak di Pekanbaru

Sales promotion girl (SPG) yang bekerja di Mal SKA Dina mengatakan, lebih sering jajan di pinggir jalan dari pada di dalam mal. Apalagi harga makanan yang dijual juga lebih terjangkau. 

"Lebih sering jajan di sini kalau tidak bawa bekal dari rumah. Kadang juga sering booking kalau ada acara ulang tahun teman-teman," ujarnya. 

Diketahui bahwa PKL sejak dulu sudah berjualan di wilayah Mal SKA. Beragam jenis makanan yang ditawarkan seperti, batagor, rujak buah, mie ayam, bakso, miso, sate, dan aneka jenis minuman.

Penjual mie ayam bakso Tri mengatakan dirinya sejak 1998 telah berdagang mie ayam bakso. Sejak 2004 dirinya telah berjualan di sekitar Mal SKA hingga kini. 

Baca Juga:  Klaim Belum Ada Efek Samping

"Jangan sampai digusurlah, nanti mau dagang di mana lagi," pungkasnya.(sol) 

KOTA (RIAUPOS.CO) — Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di samping Mal SKA, tepatnya di Jalan Nangka ramai dikunjungi pembeli. Harganya yang murah meriah serta banyak pilihan makanan membuat banyak pengunjung yang datang.

Salah seorang pembeli Amir mengatakan, sering mengunjungi tempat jajanan tersebut dikarenakan harganya relatif murah. "Di sini murah-murah, sampai sudah jadi langganan tempat nongkrong setelah kuliah," katanya.

Amir mengajak agar generasi muda tidak hanya membeli jajanan kekinian di kafe-kafe ternama saja. Tetapi juga membeli jajanan tradisonal yang dijajakan di pinggir jalan. Ia kurang setuju jika banyak yang mengatakan jajanan pinggir jalan tidak higienis. 

"Kalau bisa ya jajan sambil bagi rezeki. Bersih kok, siapa bilang tidak higienis," sebutnya. 

Baca Juga:  Kanwil DJBC Riau Ajak Media Edukasi Masyarakat

Sales promotion girl (SPG) yang bekerja di Mal SKA Dina mengatakan, lebih sering jajan di pinggir jalan dari pada di dalam mal. Apalagi harga makanan yang dijual juga lebih terjangkau. 

- Advertisement -

"Lebih sering jajan di sini kalau tidak bawa bekal dari rumah. Kadang juga sering booking kalau ada acara ulang tahun teman-teman," ujarnya. 

Diketahui bahwa PKL sejak dulu sudah berjualan di wilayah Mal SKA. Beragam jenis makanan yang ditawarkan seperti, batagor, rujak buah, mie ayam, bakso, miso, sate, dan aneka jenis minuman.

- Advertisement -

Penjual mie ayam bakso Tri mengatakan dirinya sejak 1998 telah berdagang mie ayam bakso. Sejak 2004 dirinya telah berjualan di sekitar Mal SKA hingga kini. 

Baca Juga:  Menuju Hari Jadi Ke-6 Tahun, Novotel Pekanbaru Gelar Beberapa Kegiatan

"Jangan sampai digusurlah, nanti mau dagang di mana lagi," pungkasnya.(sol) 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

KOTA (RIAUPOS.CO) — Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di samping Mal SKA, tepatnya di Jalan Nangka ramai dikunjungi pembeli. Harganya yang murah meriah serta banyak pilihan makanan membuat banyak pengunjung yang datang.

Salah seorang pembeli Amir mengatakan, sering mengunjungi tempat jajanan tersebut dikarenakan harganya relatif murah. "Di sini murah-murah, sampai sudah jadi langganan tempat nongkrong setelah kuliah," katanya.

Amir mengajak agar generasi muda tidak hanya membeli jajanan kekinian di kafe-kafe ternama saja. Tetapi juga membeli jajanan tradisonal yang dijajakan di pinggir jalan. Ia kurang setuju jika banyak yang mengatakan jajanan pinggir jalan tidak higienis. 

"Kalau bisa ya jajan sambil bagi rezeki. Bersih kok, siapa bilang tidak higienis," sebutnya. 

Baca Juga:  Klaim Belum Ada Efek Samping

Sales promotion girl (SPG) yang bekerja di Mal SKA Dina mengatakan, lebih sering jajan di pinggir jalan dari pada di dalam mal. Apalagi harga makanan yang dijual juga lebih terjangkau. 

"Lebih sering jajan di sini kalau tidak bawa bekal dari rumah. Kadang juga sering booking kalau ada acara ulang tahun teman-teman," ujarnya. 

Diketahui bahwa PKL sejak dulu sudah berjualan di wilayah Mal SKA. Beragam jenis makanan yang ditawarkan seperti, batagor, rujak buah, mie ayam, bakso, miso, sate, dan aneka jenis minuman.

Penjual mie ayam bakso Tri mengatakan dirinya sejak 1998 telah berdagang mie ayam bakso. Sejak 2004 dirinya telah berjualan di sekitar Mal SKA hingga kini. 

Baca Juga:  Ramadan 1440 H, Unilak Santuni 60 Anak Yatim Piatu

"Jangan sampai digusurlah, nanti mau dagang di mana lagi," pungkasnya.(sol) 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari