Minggu, 26 Mei 2024

Persoalan Banjir Belum Ada Solusi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan deras yang mengguyur Pekanbaru, Kamis (22/2) dinihari lalu menyebabkan permukiman padat penduduk di Kompleks Perumahan Sidomulyo, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai terendam banjir. Meski kerap jadi kawasan langganan banjir, solusi dari pemerintah terkait belum didapat.

Menurut warga Perumahan Sidomulyo, Edius yang tinggal di jalan utama kawasan kompleks perumahan tersebut, banjir kerap terjadi ketika hujan deras mengguyur Kota Pekanbaru. ”Jika banjir besar, ketinggian air bisa mencapai selutut dan biasanya bisa mencapai dada orang dewasa. Saya menduga banjir di Perumahan Sidomulyo ini akibat luapan air dari Sungai Kelulut. Sungai Kelulut itu aliran buangnya Sungai Kampar. Kawasan Perumahan Sidomulyo ini setiap kali hujan dipastikan mengalami banjir,” ujarnya, Kamis (22/2).

Terkait masalah banjir yang terjadi di kawasan Perumahan Sidomulyo tersebut, Lurah Perhentian Marpoyan Yanwarti Widya menjelaskan bahwa dirinya sudah sering membahas masalah banjir di kawasan itu melalui musrenbang. Namun sampai sekarang belum ada solusi yang didapatkan.

”Kami sudah sampaikan di kegiatan musrenbang, tapi memang aliran sungai itu kiriman dari atas termasuk Pasar Pagi Arengka. Air sungai itu (Sungai Kelulut, red) meluap karena di ujung Sungai Kelulut itu bergandengan dengan sungai yang ke Kampar dan di sana sungainya kecil, jadi tidak bisa menampung debit air yang dari Perumahan Sidomulyo. Itu sudah kami sampaikan ke Pak Pj Wako melalui pihak kecamatan dan memang itu harus ada penanganan khusus dari Pemko Pekanbaru dan Pemerintah Kampar,” katanya.

Baca Juga:  Beras Penyalai Segera Dapat Sertifikat Kekayaan Intelektual

Sementara itu, menyikapi persoalan banjir yang masih terjadi di Kota Pekanbaru, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah mengatakan, banjir yang terjadi di beberapa

- Advertisement -

ruas jalan di Kota Pekanbaru seperti di Jalan HR Soebrantas Panam, Jalan Arifin Achmad dan beberapa di wilayah lainnya disebabkan oleh pendangkalan drainase atau parit sehingga tidak bisa menampung debit yang tinggi sehingga menyebabkan luapan air.

”Di beberapa titik seperti di Jalan HR Soebrantas, Jalan Arifin Achmad dan di beberapa daerah lainnya sama-sama kita tau itu karena drainase atau parit tidak cukup menampung debit air hujan. Tetapi 3-4 jam air akan surut kembali. Untuk itu mesti dilakukan pengerukan sedimen lagi,” kata Edward kepada Riau Pos, Jumat (23/2).

- Advertisement -

Lebih lanjut dikatakannya, untuk banjir yang terjadi di Jalan Ahmad Dahlan juga disebabkan karena pendangkalan parit. Solusinya dengan melakukan normalisasi sedimen-sedimen yang berada di parit Jalan Ahmad Dahlan tersebut. Begitu juga dengan Jalan HR Soebrantas Panam.

Baca Juga:  Bahas Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Infrastruktur

”Kami selalu rutin melakukan pengerukan sedimen, tetapi karena keterbatasan tim, karena kan yang melakukan pengerukan itu kan tenaga manusia. Kami tadi bersama dengan Dinas Perkim meninjau Sungai Sail. Rencananya dalam waktu dekat akan melakukan normalisasi Sungai Sail,” katanya.

Ia juga mengatakan, pihaknya bersama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) ekanbaru telah meninjau beberapa titik banjir di Kota Pekanbaru seperti di Sungai Sail dan Sungai Batak. “Dalam waktu dekat kami bersama dengan Perkim akan melakukan normalisasi Sungai Sail. Terkait banjir yang terjadi di kompleks perumahan, itu merupakan kewenangan dari Perkim. Tanya ke Perkim lah,” katanya.

Edward Riansyah juga mengimbau agar masyarakat bisa peduli dengan lingkungan sekitarnya, seperti menjaga agar tidak membuang sampah di parit atau drainase. Dan juga bersama-sama bergotong-royong melakukan pengerukan drainase atau parit yang berada di depan ruko.(ayi/dof/yls)

Laporan TIM RIAU POS, Marpoyan Damai






Reporter: Redaksi Riau Pos Riau Pos

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan deras yang mengguyur Pekanbaru, Kamis (22/2) dinihari lalu menyebabkan permukiman padat penduduk di Kompleks Perumahan Sidomulyo, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai terendam banjir. Meski kerap jadi kawasan langganan banjir, solusi dari pemerintah terkait belum didapat.

Menurut warga Perumahan Sidomulyo, Edius yang tinggal di jalan utama kawasan kompleks perumahan tersebut, banjir kerap terjadi ketika hujan deras mengguyur Kota Pekanbaru. ”Jika banjir besar, ketinggian air bisa mencapai selutut dan biasanya bisa mencapai dada orang dewasa. Saya menduga banjir di Perumahan Sidomulyo ini akibat luapan air dari Sungai Kelulut. Sungai Kelulut itu aliran buangnya Sungai Kampar. Kawasan Perumahan Sidomulyo ini setiap kali hujan dipastikan mengalami banjir,” ujarnya, Kamis (22/2).

Terkait masalah banjir yang terjadi di kawasan Perumahan Sidomulyo tersebut, Lurah Perhentian Marpoyan Yanwarti Widya menjelaskan bahwa dirinya sudah sering membahas masalah banjir di kawasan itu melalui musrenbang. Namun sampai sekarang belum ada solusi yang didapatkan.

”Kami sudah sampaikan di kegiatan musrenbang, tapi memang aliran sungai itu kiriman dari atas termasuk Pasar Pagi Arengka. Air sungai itu (Sungai Kelulut, red) meluap karena di ujung Sungai Kelulut itu bergandengan dengan sungai yang ke Kampar dan di sana sungainya kecil, jadi tidak bisa menampung debit air yang dari Perumahan Sidomulyo. Itu sudah kami sampaikan ke Pak Pj Wako melalui pihak kecamatan dan memang itu harus ada penanganan khusus dari Pemko Pekanbaru dan Pemerintah Kampar,” katanya.

Baca Juga:  18.744 Jiwa Terdampak Banjir

Sementara itu, menyikapi persoalan banjir yang masih terjadi di Kota Pekanbaru, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah mengatakan, banjir yang terjadi di beberapa

ruas jalan di Kota Pekanbaru seperti di Jalan HR Soebrantas Panam, Jalan Arifin Achmad dan beberapa di wilayah lainnya disebabkan oleh pendangkalan drainase atau parit sehingga tidak bisa menampung debit yang tinggi sehingga menyebabkan luapan air.

”Di beberapa titik seperti di Jalan HR Soebrantas, Jalan Arifin Achmad dan di beberapa daerah lainnya sama-sama kita tau itu karena drainase atau parit tidak cukup menampung debit air hujan. Tetapi 3-4 jam air akan surut kembali. Untuk itu mesti dilakukan pengerukan sedimen lagi,” kata Edward kepada Riau Pos, Jumat (23/2).

Lebih lanjut dikatakannya, untuk banjir yang terjadi di Jalan Ahmad Dahlan juga disebabkan karena pendangkalan parit. Solusinya dengan melakukan normalisasi sedimen-sedimen yang berada di parit Jalan Ahmad Dahlan tersebut. Begitu juga dengan Jalan HR Soebrantas Panam.

Baca Juga:  Warga Muhammadiyah di Pekanbaru Mulai Salat Tarawih

”Kami selalu rutin melakukan pengerukan sedimen, tetapi karena keterbatasan tim, karena kan yang melakukan pengerukan itu kan tenaga manusia. Kami tadi bersama dengan Dinas Perkim meninjau Sungai Sail. Rencananya dalam waktu dekat akan melakukan normalisasi Sungai Sail,” katanya.

Ia juga mengatakan, pihaknya bersama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) ekanbaru telah meninjau beberapa titik banjir di Kota Pekanbaru seperti di Sungai Sail dan Sungai Batak. “Dalam waktu dekat kami bersama dengan Perkim akan melakukan normalisasi Sungai Sail. Terkait banjir yang terjadi di kompleks perumahan, itu merupakan kewenangan dari Perkim. Tanya ke Perkim lah,” katanya.

Edward Riansyah juga mengimbau agar masyarakat bisa peduli dengan lingkungan sekitarnya, seperti menjaga agar tidak membuang sampah di parit atau drainase. Dan juga bersama-sama bergotong-royong melakukan pengerukan drainase atau parit yang berada di depan ruko.(ayi/dof/yls)

Laporan TIM RIAU POS, Marpoyan Damai






Reporter: Redaksi Riau Pos Riau Pos
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari