Kamis, 3 April 2025
spot_img

Perluas TPA Muara Fajar, Bebaskan Lahan 5 Ha

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar saat ini dalam perencanaan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Hal itu dilakukan karena kapasitas TPA itu kini sudah hampir penuh dalam menampung sampah yang diproduksi masyarakat Kota Pekanbaru.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, Jumat (18/9) mengatakan, saat ini pihaknya telah membuat perencanaan untuk perluasan TPA tersebut. Firdaus menyebut akan ada pembebasan lahan seluas 5 hektare yang berada tidak jauh dari TPA 2 Muara Fajar.

"Ada 5 hektare, itu kita rencanakan untuk penambahan.

Maka kita harus beli lagi yang di samping sana," katanya.  Lahan tersebut akan disediakan oleh Pemko Pekanbaru, sementara untuk kontruksi langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Baca Juga:  Pagi Pedagang Sayur, Sore Kuliner

Ia mengungkapkan, melihat kondisi saat ini di TPA Muara Fajar, lokasi itu diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga 12 bulan ke depan. Dan jika sistem pengelolaan nya baik maka paling lama mampu bertahan hingga dua tahun ke depan. "Maka kita harus merencanakan untuk perluasan mulai saat ini. Kalau kondisi sekarang tidak lama lagi sudah penuh, karena sekarang  tinggal bagian pinggirnya," terang Wako.

Dikatakannya, terbatasnya daya tampung TPA tersebut harus diantisipasi dari awal. Karena TPA merupakan keperluan penting bagi kota dan  sampah diproduksi setiap hari. Produksi sampah dari masyarakat Kota Pekanbaru saat ini mencapai 800 meter kubik dalam sehari. Sampah itu seluruhnya diangkut ke TPA Muara Fajar untuk diolah.

Baca Juga:  Terjaring PSBB, 22 Orang Mendapat Surat Teguran di Tenayan Raya

Ia menyebut, sekarang sistem yang digunakan masih open dumping dimana sampah dibuang begitu saja. Sementara harusnya memakai sistem sanitary landfill. "Open dumping itu sudah lama ditinggalkan dan beralih ke sanitary landfill yakni membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya dengan tanah," jelasnya.

Seiring itu juga akan ada penambahan empat unit alat berat pada tahun 2021 nanti. Penambahan itu, sebut Wako diperlukan mengingat alat berat yang ada di lokasi itu saat ini hanya delapan unit. Sementara yang beroperasi hanya empat unit karena empat unit lainnya rusak berat.(ali)

 

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar saat ini dalam perencanaan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Hal itu dilakukan karena kapasitas TPA itu kini sudah hampir penuh dalam menampung sampah yang diproduksi masyarakat Kota Pekanbaru.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, Jumat (18/9) mengatakan, saat ini pihaknya telah membuat perencanaan untuk perluasan TPA tersebut. Firdaus menyebut akan ada pembebasan lahan seluas 5 hektare yang berada tidak jauh dari TPA 2 Muara Fajar.

"Ada 5 hektare, itu kita rencanakan untuk penambahan.

Maka kita harus beli lagi yang di samping sana," katanya.  Lahan tersebut akan disediakan oleh Pemko Pekanbaru, sementara untuk kontruksi langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Baca Juga:  Banjir dan Macet Lagi

Ia mengungkapkan, melihat kondisi saat ini di TPA Muara Fajar, lokasi itu diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga 12 bulan ke depan. Dan jika sistem pengelolaan nya baik maka paling lama mampu bertahan hingga dua tahun ke depan. "Maka kita harus merencanakan untuk perluasan mulai saat ini. Kalau kondisi sekarang tidak lama lagi sudah penuh, karena sekarang  tinggal bagian pinggirnya," terang Wako.

Dikatakannya, terbatasnya daya tampung TPA tersebut harus diantisipasi dari awal. Karena TPA merupakan keperluan penting bagi kota dan  sampah diproduksi setiap hari. Produksi sampah dari masyarakat Kota Pekanbaru saat ini mencapai 800 meter kubik dalam sehari. Sampah itu seluruhnya diangkut ke TPA Muara Fajar untuk diolah.

Baca Juga:  Warga Sialang Sakti Dapat Paket Pangan dan Gizi

Ia menyebut, sekarang sistem yang digunakan masih open dumping dimana sampah dibuang begitu saja. Sementara harusnya memakai sistem sanitary landfill. "Open dumping itu sudah lama ditinggalkan dan beralih ke sanitary landfill yakni membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya dengan tanah," jelasnya.

Seiring itu juga akan ada penambahan empat unit alat berat pada tahun 2021 nanti. Penambahan itu, sebut Wako diperlukan mengingat alat berat yang ada di lokasi itu saat ini hanya delapan unit. Sementara yang beroperasi hanya empat unit karena empat unit lainnya rusak berat.(ali)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Perluas TPA Muara Fajar, Bebaskan Lahan 5 Ha

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar saat ini dalam perencanaan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Hal itu dilakukan karena kapasitas TPA itu kini sudah hampir penuh dalam menampung sampah yang diproduksi masyarakat Kota Pekanbaru.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, Jumat (18/9) mengatakan, saat ini pihaknya telah membuat perencanaan untuk perluasan TPA tersebut. Firdaus menyebut akan ada pembebasan lahan seluas 5 hektare yang berada tidak jauh dari TPA 2 Muara Fajar.

"Ada 5 hektare, itu kita rencanakan untuk penambahan.

Maka kita harus beli lagi yang di samping sana," katanya.  Lahan tersebut akan disediakan oleh Pemko Pekanbaru, sementara untuk kontruksi langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Baca Juga:  Terjaring PSBB, 22 Orang Mendapat Surat Teguran di Tenayan Raya

Ia mengungkapkan, melihat kondisi saat ini di TPA Muara Fajar, lokasi itu diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga 12 bulan ke depan. Dan jika sistem pengelolaan nya baik maka paling lama mampu bertahan hingga dua tahun ke depan. "Maka kita harus merencanakan untuk perluasan mulai saat ini. Kalau kondisi sekarang tidak lama lagi sudah penuh, karena sekarang  tinggal bagian pinggirnya," terang Wako.

Dikatakannya, terbatasnya daya tampung TPA tersebut harus diantisipasi dari awal. Karena TPA merupakan keperluan penting bagi kota dan  sampah diproduksi setiap hari. Produksi sampah dari masyarakat Kota Pekanbaru saat ini mencapai 800 meter kubik dalam sehari. Sampah itu seluruhnya diangkut ke TPA Muara Fajar untuk diolah.

Baca Juga:  PTM 100 Persen Berlanjut Pekan Depan

Ia menyebut, sekarang sistem yang digunakan masih open dumping dimana sampah dibuang begitu saja. Sementara harusnya memakai sistem sanitary landfill. "Open dumping itu sudah lama ditinggalkan dan beralih ke sanitary landfill yakni membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya dengan tanah," jelasnya.

Seiring itu juga akan ada penambahan empat unit alat berat pada tahun 2021 nanti. Penambahan itu, sebut Wako diperlukan mengingat alat berat yang ada di lokasi itu saat ini hanya delapan unit. Sementara yang beroperasi hanya empat unit karena empat unit lainnya rusak berat.(ali)

 

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar saat ini dalam perencanaan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Hal itu dilakukan karena kapasitas TPA itu kini sudah hampir penuh dalam menampung sampah yang diproduksi masyarakat Kota Pekanbaru.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, Jumat (18/9) mengatakan, saat ini pihaknya telah membuat perencanaan untuk perluasan TPA tersebut. Firdaus menyebut akan ada pembebasan lahan seluas 5 hektare yang berada tidak jauh dari TPA 2 Muara Fajar.

"Ada 5 hektare, itu kita rencanakan untuk penambahan.

Maka kita harus beli lagi yang di samping sana," katanya.  Lahan tersebut akan disediakan oleh Pemko Pekanbaru, sementara untuk kontruksi langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Baca Juga:  Pagi Pedagang Sayur, Sore Kuliner

Ia mengungkapkan, melihat kondisi saat ini di TPA Muara Fajar, lokasi itu diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga 12 bulan ke depan. Dan jika sistem pengelolaan nya baik maka paling lama mampu bertahan hingga dua tahun ke depan. "Maka kita harus merencanakan untuk perluasan mulai saat ini. Kalau kondisi sekarang tidak lama lagi sudah penuh, karena sekarang  tinggal bagian pinggirnya," terang Wako.

Dikatakannya, terbatasnya daya tampung TPA tersebut harus diantisipasi dari awal. Karena TPA merupakan keperluan penting bagi kota dan  sampah diproduksi setiap hari. Produksi sampah dari masyarakat Kota Pekanbaru saat ini mencapai 800 meter kubik dalam sehari. Sampah itu seluruhnya diangkut ke TPA Muara Fajar untuk diolah.

Baca Juga:  Terjaring PSBB, 22 Orang Mendapat Surat Teguran di Tenayan Raya

Ia menyebut, sekarang sistem yang digunakan masih open dumping dimana sampah dibuang begitu saja. Sementara harusnya memakai sistem sanitary landfill. "Open dumping itu sudah lama ditinggalkan dan beralih ke sanitary landfill yakni membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya dengan tanah," jelasnya.

Seiring itu juga akan ada penambahan empat unit alat berat pada tahun 2021 nanti. Penambahan itu, sebut Wako diperlukan mengingat alat berat yang ada di lokasi itu saat ini hanya delapan unit. Sementara yang beroperasi hanya empat unit karena empat unit lainnya rusak berat.(ali)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari