Minggu, 6 April 2025
spot_img

Jalan Umum Ditutup dengan Pagar Beton

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Salah seorang warga di Jalan Kartama, Gang Bersama, persimpangan lampu merah menuju Jalan Pasir Putih membangun pagar beton setinggi tiga meter di tengah jalan.
 
Akibatnya, sejumlah pengendara roda dua dan empat terpaksa memutar balik karena tak mampu menerobos tembok beton yang saat ini masih terus dilakukan pengerjaannya oleh tukang pemilik lahan, Kamis (15/4).

Wardi salah seorang pengendara mengaku kesal karena akses jalan alternatif dari Jalan Kartama menuju Jalan Pasir Putih ditutup tanpa adanya pemberitahuan, sehingga pengendara yang melintas baru mengetahui saat telah masuk ke jalan yang ditutup beton tersebut.

"Ini kan jalan umum, tapi entah kenapa pula dibeton. Ada sengketa sepertinya," ucapnya.

Baca Juga:  Tetapkan Tiga Tersangka, Truk dan Alat Berat Diamankan

Sementara itu, Andri salah seorang warga RT01/RW01 mengatakan, awalnya penutupan jalan tersebut dilakukan saat adanya pohon tumbang, Senin (12/4) lalu. Namun entah mengapa malah dibangun pagar beton setinggi tiga meter menutupi badan jalan yang ada.

"Kita warga terganggu lah dengan penutupan jalan ini. Karena usaha kita juga di jalan ini. Kalau ditutup mana ada pemasukan kita lagi. Saya berharap semoga beton jalan ini cepat dibongkar lagi, kasihan pengendara dan warga sekitar menjadi korban," tuturnya.

Sampai saat ini berdasarkan pantun Riaupos.co di lapangan sejumlah pekerja tampak masih terus membangun pagar beton di atas badan jalan serta sejumlah sisi lainnya. Namun saat disambangi tim Riaupos.co para pekerja enggan memberikan keterangan terkiat penutupan badan jalan tersebut.

Baca Juga:  Bekerja Tanpa Lelah untuk Kuliah Anak

Laporan: Propti Dwi Lestari
Editor: Rinaldi

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Salah seorang warga di Jalan Kartama, Gang Bersama, persimpangan lampu merah menuju Jalan Pasir Putih membangun pagar beton setinggi tiga meter di tengah jalan.
 
Akibatnya, sejumlah pengendara roda dua dan empat terpaksa memutar balik karena tak mampu menerobos tembok beton yang saat ini masih terus dilakukan pengerjaannya oleh tukang pemilik lahan, Kamis (15/4).

Wardi salah seorang pengendara mengaku kesal karena akses jalan alternatif dari Jalan Kartama menuju Jalan Pasir Putih ditutup tanpa adanya pemberitahuan, sehingga pengendara yang melintas baru mengetahui saat telah masuk ke jalan yang ditutup beton tersebut.

"Ini kan jalan umum, tapi entah kenapa pula dibeton. Ada sengketa sepertinya," ucapnya.

Baca Juga:  Harga Telur dan Minyak Goreng Masih Tinggi

Sementara itu, Andri salah seorang warga RT01/RW01 mengatakan, awalnya penutupan jalan tersebut dilakukan saat adanya pohon tumbang, Senin (12/4) lalu. Namun entah mengapa malah dibangun pagar beton setinggi tiga meter menutupi badan jalan yang ada.

"Kita warga terganggu lah dengan penutupan jalan ini. Karena usaha kita juga di jalan ini. Kalau ditutup mana ada pemasukan kita lagi. Saya berharap semoga beton jalan ini cepat dibongkar lagi, kasihan pengendara dan warga sekitar menjadi korban," tuturnya.

Sampai saat ini berdasarkan pantun Riaupos.co di lapangan sejumlah pekerja tampak masih terus membangun pagar beton di atas badan jalan serta sejumlah sisi lainnya. Namun saat disambangi tim Riaupos.co para pekerja enggan memberikan keterangan terkiat penutupan badan jalan tersebut.

Baca Juga:  Tetapkan Tiga Tersangka, Truk dan Alat Berat Diamankan

Laporan: Propti Dwi Lestari
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Jalan Umum Ditutup dengan Pagar Beton

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Salah seorang warga di Jalan Kartama, Gang Bersama, persimpangan lampu merah menuju Jalan Pasir Putih membangun pagar beton setinggi tiga meter di tengah jalan.
 
Akibatnya, sejumlah pengendara roda dua dan empat terpaksa memutar balik karena tak mampu menerobos tembok beton yang saat ini masih terus dilakukan pengerjaannya oleh tukang pemilik lahan, Kamis (15/4).

Wardi salah seorang pengendara mengaku kesal karena akses jalan alternatif dari Jalan Kartama menuju Jalan Pasir Putih ditutup tanpa adanya pemberitahuan, sehingga pengendara yang melintas baru mengetahui saat telah masuk ke jalan yang ditutup beton tersebut.

"Ini kan jalan umum, tapi entah kenapa pula dibeton. Ada sengketa sepertinya," ucapnya.

Baca Juga:  Kemacetan Parah Setiap Hari

Sementara itu, Andri salah seorang warga RT01/RW01 mengatakan, awalnya penutupan jalan tersebut dilakukan saat adanya pohon tumbang, Senin (12/4) lalu. Namun entah mengapa malah dibangun pagar beton setinggi tiga meter menutupi badan jalan yang ada.

"Kita warga terganggu lah dengan penutupan jalan ini. Karena usaha kita juga di jalan ini. Kalau ditutup mana ada pemasukan kita lagi. Saya berharap semoga beton jalan ini cepat dibongkar lagi, kasihan pengendara dan warga sekitar menjadi korban," tuturnya.

Sampai saat ini berdasarkan pantun Riaupos.co di lapangan sejumlah pekerja tampak masih terus membangun pagar beton di atas badan jalan serta sejumlah sisi lainnya. Namun saat disambangi tim Riaupos.co para pekerja enggan memberikan keterangan terkiat penutupan badan jalan tersebut.

Baca Juga:  Bekerja Tanpa Lelah untuk Kuliah Anak

Laporan: Propti Dwi Lestari
Editor: Rinaldi

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Salah seorang warga di Jalan Kartama, Gang Bersama, persimpangan lampu merah menuju Jalan Pasir Putih membangun pagar beton setinggi tiga meter di tengah jalan.
 
Akibatnya, sejumlah pengendara roda dua dan empat terpaksa memutar balik karena tak mampu menerobos tembok beton yang saat ini masih terus dilakukan pengerjaannya oleh tukang pemilik lahan, Kamis (15/4).

Wardi salah seorang pengendara mengaku kesal karena akses jalan alternatif dari Jalan Kartama menuju Jalan Pasir Putih ditutup tanpa adanya pemberitahuan, sehingga pengendara yang melintas baru mengetahui saat telah masuk ke jalan yang ditutup beton tersebut.

"Ini kan jalan umum, tapi entah kenapa pula dibeton. Ada sengketa sepertinya," ucapnya.

Baca Juga:  IDI Riau dan Unilak Kerja Sama Pembukaan Magister Hukum Kesehatan

Sementara itu, Andri salah seorang warga RT01/RW01 mengatakan, awalnya penutupan jalan tersebut dilakukan saat adanya pohon tumbang, Senin (12/4) lalu. Namun entah mengapa malah dibangun pagar beton setinggi tiga meter menutupi badan jalan yang ada.

"Kita warga terganggu lah dengan penutupan jalan ini. Karena usaha kita juga di jalan ini. Kalau ditutup mana ada pemasukan kita lagi. Saya berharap semoga beton jalan ini cepat dibongkar lagi, kasihan pengendara dan warga sekitar menjadi korban," tuturnya.

Sampai saat ini berdasarkan pantun Riaupos.co di lapangan sejumlah pekerja tampak masih terus membangun pagar beton di atas badan jalan serta sejumlah sisi lainnya. Namun saat disambangi tim Riaupos.co para pekerja enggan memberikan keterangan terkiat penutupan badan jalan tersebut.

Baca Juga:  Tetapkan Tiga Tersangka, Truk dan Alat Berat Diamankan

Laporan: Propti Dwi Lestari
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari