Sabtu, 5 April 2025
spot_img

KSOP Meranti Majukan Jadwal Keberangkatan

MERANTI (RIAUPOS.CO) —  Ambruknya badan jalan nasional Pekanbaru-Tanjung Buton, yang berada di simpang empat Km 145 GS Kecamatan Pusako Rabu (6/11/19) kemarin, masih mengganggu akses transportasi yang berasal dari Kepulauan Meranti menuju ke pusat Provinsi Riau.

Sejak kejadian tersebut, membuat penumpang keberangkatan tujuan kedua daerah mengalami keterlambatan, baik di Pekanbaru, maupun di Selatpanjang sendiri.

Seperti dikatakan  Petugas Keselamatan Berlayar, KSOP Selatpanjang, Suharto kepada Riau Pos, Selasa (12/11). Sejak empat hari yang lalu, penumpang kapal selalu terlambat dan kemalaman. Hal itu membuat tingkat keselamatan pelayaran dinilai semakin rawan.

Menyikapi hal tersebut, Selasa (12/11) KSOP Selatpanjang mengeluarkan surat perubahan jadwal keberangkatan bagi tujuan kedua daerah. Jadwal keberangkatan dipercepat.

Baca Juga:  Dua Pengendara Motor Tabrakan, Satu Mengalami Luka Serius

"Mulai hari ini, keberangkatan speed boat  (SB) untuk jadwal siang dimajukan. Jika sebelumnya diharuskan berangkat pada pukul 13.30 WIB, dimajukan menjadi pukul 12.00 Wib. Sehingga bisa tiba paling lama pukul 17.30 WIB," ujarnya. 

Sebaliknya, dari Pekanbaru juga memajukan jadwal keberangkatan siang. "Supaya tiba sebelum malam," tambah Harto lagi. 

Kapal SB tidak diperbolehkan jalan malam, pasalnya penerangan di laut terbatas pada malam hari. "Kapal cepat tidak boleh jalan malam. Karena rawan terjadi kecelakaan saat berlayar malam hari," tambahnya.

Diceritakan Harto, derita penumpang dan kendaraan darat yang akan melintasi simpang empat Km 145 yang ambruk tersebut terhambat, karena membutuhkan waktu untuk pemindahan penumpang dan loading barang saat menggunakan transportasi bus.

Baca Juga:  Tiga Kota di Riau Alami Deflasi

Harus diketahui, dari Selatpanjang, Meranti, penumpang harus berpindah sarana transportasi laut ke transportasi darat berulang kali. Di mana setelah menggunakan SB dari Selatpanjang ke pelabuhan Buton di Siak, dilanjutkan menggunakan bus menuju pelabuhan pribadi di Perawang.

Dari sana penumpang akan dipindahkan lagi ke SB menyusuri Sungai Siak dari Perawang ke Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru.(wir)

MERANTI (RIAUPOS.CO) —  Ambruknya badan jalan nasional Pekanbaru-Tanjung Buton, yang berada di simpang empat Km 145 GS Kecamatan Pusako Rabu (6/11/19) kemarin, masih mengganggu akses transportasi yang berasal dari Kepulauan Meranti menuju ke pusat Provinsi Riau.

Sejak kejadian tersebut, membuat penumpang keberangkatan tujuan kedua daerah mengalami keterlambatan, baik di Pekanbaru, maupun di Selatpanjang sendiri.

Seperti dikatakan  Petugas Keselamatan Berlayar, KSOP Selatpanjang, Suharto kepada Riau Pos, Selasa (12/11). Sejak empat hari yang lalu, penumpang kapal selalu terlambat dan kemalaman. Hal itu membuat tingkat keselamatan pelayaran dinilai semakin rawan.

Menyikapi hal tersebut, Selasa (12/11) KSOP Selatpanjang mengeluarkan surat perubahan jadwal keberangkatan bagi tujuan kedua daerah. Jadwal keberangkatan dipercepat.

Baca Juga:  Salurkan Santunan Rp52 Miliar

"Mulai hari ini, keberangkatan speed boat  (SB) untuk jadwal siang dimajukan. Jika sebelumnya diharuskan berangkat pada pukul 13.30 WIB, dimajukan menjadi pukul 12.00 Wib. Sehingga bisa tiba paling lama pukul 17.30 WIB," ujarnya. 

Sebaliknya, dari Pekanbaru juga memajukan jadwal keberangkatan siang. "Supaya tiba sebelum malam," tambah Harto lagi. 

Kapal SB tidak diperbolehkan jalan malam, pasalnya penerangan di laut terbatas pada malam hari. "Kapal cepat tidak boleh jalan malam. Karena rawan terjadi kecelakaan saat berlayar malam hari," tambahnya.

Diceritakan Harto, derita penumpang dan kendaraan darat yang akan melintasi simpang empat Km 145 yang ambruk tersebut terhambat, karena membutuhkan waktu untuk pemindahan penumpang dan loading barang saat menggunakan transportasi bus.

Baca Juga:  MAN 4 Pekanbaru Fasilitasi Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah

Harus diketahui, dari Selatpanjang, Meranti, penumpang harus berpindah sarana transportasi laut ke transportasi darat berulang kali. Di mana setelah menggunakan SB dari Selatpanjang ke pelabuhan Buton di Siak, dilanjutkan menggunakan bus menuju pelabuhan pribadi di Perawang.

Dari sana penumpang akan dipindahkan lagi ke SB menyusuri Sungai Siak dari Perawang ke Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru.(wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

KSOP Meranti Majukan Jadwal Keberangkatan

MERANTI (RIAUPOS.CO) —  Ambruknya badan jalan nasional Pekanbaru-Tanjung Buton, yang berada di simpang empat Km 145 GS Kecamatan Pusako Rabu (6/11/19) kemarin, masih mengganggu akses transportasi yang berasal dari Kepulauan Meranti menuju ke pusat Provinsi Riau.

Sejak kejadian tersebut, membuat penumpang keberangkatan tujuan kedua daerah mengalami keterlambatan, baik di Pekanbaru, maupun di Selatpanjang sendiri.

Seperti dikatakan  Petugas Keselamatan Berlayar, KSOP Selatpanjang, Suharto kepada Riau Pos, Selasa (12/11). Sejak empat hari yang lalu, penumpang kapal selalu terlambat dan kemalaman. Hal itu membuat tingkat keselamatan pelayaran dinilai semakin rawan.

Menyikapi hal tersebut, Selasa (12/11) KSOP Selatpanjang mengeluarkan surat perubahan jadwal keberangkatan bagi tujuan kedua daerah. Jadwal keberangkatan dipercepat.

Baca Juga:  Nizamul Muluk Terpilih Secara Aklamasi Ketum BKPRMI Riau

"Mulai hari ini, keberangkatan speed boat  (SB) untuk jadwal siang dimajukan. Jika sebelumnya diharuskan berangkat pada pukul 13.30 WIB, dimajukan menjadi pukul 12.00 Wib. Sehingga bisa tiba paling lama pukul 17.30 WIB," ujarnya. 

Sebaliknya, dari Pekanbaru juga memajukan jadwal keberangkatan siang. "Supaya tiba sebelum malam," tambah Harto lagi. 

Kapal SB tidak diperbolehkan jalan malam, pasalnya penerangan di laut terbatas pada malam hari. "Kapal cepat tidak boleh jalan malam. Karena rawan terjadi kecelakaan saat berlayar malam hari," tambahnya.

Diceritakan Harto, derita penumpang dan kendaraan darat yang akan melintasi simpang empat Km 145 yang ambruk tersebut terhambat, karena membutuhkan waktu untuk pemindahan penumpang dan loading barang saat menggunakan transportasi bus.

Baca Juga:  MAN 4 Pekanbaru Fasilitasi Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah

Harus diketahui, dari Selatpanjang, Meranti, penumpang harus berpindah sarana transportasi laut ke transportasi darat berulang kali. Di mana setelah menggunakan SB dari Selatpanjang ke pelabuhan Buton di Siak, dilanjutkan menggunakan bus menuju pelabuhan pribadi di Perawang.

Dari sana penumpang akan dipindahkan lagi ke SB menyusuri Sungai Siak dari Perawang ke Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru.(wir)

MERANTI (RIAUPOS.CO) —  Ambruknya badan jalan nasional Pekanbaru-Tanjung Buton, yang berada di simpang empat Km 145 GS Kecamatan Pusako Rabu (6/11/19) kemarin, masih mengganggu akses transportasi yang berasal dari Kepulauan Meranti menuju ke pusat Provinsi Riau.

Sejak kejadian tersebut, membuat penumpang keberangkatan tujuan kedua daerah mengalami keterlambatan, baik di Pekanbaru, maupun di Selatpanjang sendiri.

Seperti dikatakan  Petugas Keselamatan Berlayar, KSOP Selatpanjang, Suharto kepada Riau Pos, Selasa (12/11). Sejak empat hari yang lalu, penumpang kapal selalu terlambat dan kemalaman. Hal itu membuat tingkat keselamatan pelayaran dinilai semakin rawan.

Menyikapi hal tersebut, Selasa (12/11) KSOP Selatpanjang mengeluarkan surat perubahan jadwal keberangkatan bagi tujuan kedua daerah. Jadwal keberangkatan dipercepat.

Baca Juga:  Salurkan Santunan Rp52 Miliar

"Mulai hari ini, keberangkatan speed boat  (SB) untuk jadwal siang dimajukan. Jika sebelumnya diharuskan berangkat pada pukul 13.30 WIB, dimajukan menjadi pukul 12.00 Wib. Sehingga bisa tiba paling lama pukul 17.30 WIB," ujarnya. 

Sebaliknya, dari Pekanbaru juga memajukan jadwal keberangkatan siang. "Supaya tiba sebelum malam," tambah Harto lagi. 

Kapal SB tidak diperbolehkan jalan malam, pasalnya penerangan di laut terbatas pada malam hari. "Kapal cepat tidak boleh jalan malam. Karena rawan terjadi kecelakaan saat berlayar malam hari," tambahnya.

Diceritakan Harto, derita penumpang dan kendaraan darat yang akan melintasi simpang empat Km 145 yang ambruk tersebut terhambat, karena membutuhkan waktu untuk pemindahan penumpang dan loading barang saat menggunakan transportasi bus.

Baca Juga:  Dana Pinjaman untuk Tuntaskan Pembangunan Jalan

Harus diketahui, dari Selatpanjang, Meranti, penumpang harus berpindah sarana transportasi laut ke transportasi darat berulang kali. Di mana setelah menggunakan SB dari Selatpanjang ke pelabuhan Buton di Siak, dilanjutkan menggunakan bus menuju pelabuhan pribadi di Perawang.

Dari sana penumpang akan dipindahkan lagi ke SB menyusuri Sungai Siak dari Perawang ke Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru.(wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari