Minggu, 6 April 2025
spot_img

Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat

PEKANBARU(RIAUPOS) – Jumlah titik panas (hotspot) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Sabtu, (10/8) mencapai 71 titik. Bahkan jarak pandang Kota Pekanbaru ini hanya dua kilometer (smoke) pada pukul 07.00 WIB.

Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, merilis sebaran hotspot di tujuh kabupaten, yakni terbanyak Siak ada 24 titik. Disusul, Pelalawan ada 16 titik, Bengkalis 13 titik, Rikan Hilir tujuh titik, Indragiri Hilir enam titik, Meranti empat titik dan Indragiri Huku satu titik.

“Sedangkan sebaran dengab level confidence diatas 70 persen ada 51 titik. Di enam kabupaten, yakni Siak 22 titik, Pelalawan 11 titik, Bengkalis enam titik, Inhil 5 titik, Rohik empat titik, Meranti tiga titik,” ujar Kasi Data dan Informasi Marjuki.

Baca Juga:  Warga Kota Pekanbaru Kini Bisa Mengadu Langsung ke Gedung Dewan

Tidak hanya Pekanbaru saja. Jarak pandang terbatas juga terjadi di Kota Dumai pagi ini, hanya dua km dengan kondisi diselimuti asap. “Sementara Pelalawan tiga km dan Rengat enam km. Cuaca di Riau pada umumnya cerah berawan,” sambungnya.

Berdasarkan informasi BMKG, informasi kualitas udara pada pukul 09.00 WIB konsentrasi PM10 di Pekanbaru tercatat mencapai 177,93 Pgram/m3. Bila menilik Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), memasuki angka 100-200 masuk dalam kategori tidak sehat.

“Semoga pantauan berikutnya, konsentrasi tersebut turun,” harapnya. (*1)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

PEKANBARU(RIAUPOS) – Jumlah titik panas (hotspot) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Sabtu, (10/8) mencapai 71 titik. Bahkan jarak pandang Kota Pekanbaru ini hanya dua kilometer (smoke) pada pukul 07.00 WIB.

Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, merilis sebaran hotspot di tujuh kabupaten, yakni terbanyak Siak ada 24 titik. Disusul, Pelalawan ada 16 titik, Bengkalis 13 titik, Rikan Hilir tujuh titik, Indragiri Hilir enam titik, Meranti empat titik dan Indragiri Huku satu titik.

“Sedangkan sebaran dengab level confidence diatas 70 persen ada 51 titik. Di enam kabupaten, yakni Siak 22 titik, Pelalawan 11 titik, Bengkalis enam titik, Inhil 5 titik, Rohik empat titik, Meranti tiga titik,” ujar Kasi Data dan Informasi Marjuki.

Baca Juga:  Marhum Pekan Diusulkan Gelar Pahlawan Nasional

Tidak hanya Pekanbaru saja. Jarak pandang terbatas juga terjadi di Kota Dumai pagi ini, hanya dua km dengan kondisi diselimuti asap. “Sementara Pelalawan tiga km dan Rengat enam km. Cuaca di Riau pada umumnya cerah berawan,” sambungnya.

Berdasarkan informasi BMKG, informasi kualitas udara pada pukul 09.00 WIB konsentrasi PM10 di Pekanbaru tercatat mencapai 177,93 Pgram/m3. Bila menilik Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), memasuki angka 100-200 masuk dalam kategori tidak sehat.

“Semoga pantauan berikutnya, konsentrasi tersebut turun,” harapnya. (*1)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat

PEKANBARU(RIAUPOS) – Jumlah titik panas (hotspot) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Sabtu, (10/8) mencapai 71 titik. Bahkan jarak pandang Kota Pekanbaru ini hanya dua kilometer (smoke) pada pukul 07.00 WIB.

Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, merilis sebaran hotspot di tujuh kabupaten, yakni terbanyak Siak ada 24 titik. Disusul, Pelalawan ada 16 titik, Bengkalis 13 titik, Rikan Hilir tujuh titik, Indragiri Hilir enam titik, Meranti empat titik dan Indragiri Huku satu titik.

“Sedangkan sebaran dengab level confidence diatas 70 persen ada 51 titik. Di enam kabupaten, yakni Siak 22 titik, Pelalawan 11 titik, Bengkalis enam titik, Inhil 5 titik, Rohik empat titik, Meranti tiga titik,” ujar Kasi Data dan Informasi Marjuki.

Baca Juga:  Bangun Perkantoran Terpadu, Pemprov Riau Tampung Masukan Seluruh Elemen

Tidak hanya Pekanbaru saja. Jarak pandang terbatas juga terjadi di Kota Dumai pagi ini, hanya dua km dengan kondisi diselimuti asap. “Sementara Pelalawan tiga km dan Rengat enam km. Cuaca di Riau pada umumnya cerah berawan,” sambungnya.

Berdasarkan informasi BMKG, informasi kualitas udara pada pukul 09.00 WIB konsentrasi PM10 di Pekanbaru tercatat mencapai 177,93 Pgram/m3. Bila menilik Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), memasuki angka 100-200 masuk dalam kategori tidak sehat.

“Semoga pantauan berikutnya, konsentrasi tersebut turun,” harapnya. (*1)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

PEKANBARU(RIAUPOS) – Jumlah titik panas (hotspot) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Sabtu, (10/8) mencapai 71 titik. Bahkan jarak pandang Kota Pekanbaru ini hanya dua kilometer (smoke) pada pukul 07.00 WIB.

Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, merilis sebaran hotspot di tujuh kabupaten, yakni terbanyak Siak ada 24 titik. Disusul, Pelalawan ada 16 titik, Bengkalis 13 titik, Rikan Hilir tujuh titik, Indragiri Hilir enam titik, Meranti empat titik dan Indragiri Huku satu titik.

“Sedangkan sebaran dengab level confidence diatas 70 persen ada 51 titik. Di enam kabupaten, yakni Siak 22 titik, Pelalawan 11 titik, Bengkalis enam titik, Inhil 5 titik, Rohik empat titik, Meranti tiga titik,” ujar Kasi Data dan Informasi Marjuki.

Baca Juga:  Warga Kota Pekanbaru Kini Bisa Mengadu Langsung ke Gedung Dewan

Tidak hanya Pekanbaru saja. Jarak pandang terbatas juga terjadi di Kota Dumai pagi ini, hanya dua km dengan kondisi diselimuti asap. “Sementara Pelalawan tiga km dan Rengat enam km. Cuaca di Riau pada umumnya cerah berawan,” sambungnya.

Berdasarkan informasi BMKG, informasi kualitas udara pada pukul 09.00 WIB konsentrasi PM10 di Pekanbaru tercatat mencapai 177,93 Pgram/m3. Bila menilik Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), memasuki angka 100-200 masuk dalam kategori tidak sehat.

“Semoga pantauan berikutnya, konsentrasi tersebut turun,” harapnya. (*1)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari