Sabtu, 10 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Pemko Pekanbaru Siapkan Bantuan bagi Warga Tak Terdata

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengaku menyiapkan paket bantuan pangan darurat bagi warga yang benar-benar memerlukan tapi tidak terdata sebagai penerima bantuan pangan dari pemerintah oleh RT/RW di lingkungan tempat tinggalnya.

Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus MT, mengatakan, bantuan dapat diberikan apabila setelah ada klarifikasi dari RT/RW setempat bahwa yang bersangkutan memang benar belum pernah mendapatkan bantuan.

"Jika masih ada yang tercecer datanya, mungkin pada saat disampaikan pak RT/RW inputnya tertinggal, kalau memang dia betul-betul warga yang sangat memerlukan, kami masih standby di posko BPBD, ada paket paket darurat. Kalau satu hari sampai 10-20 paket ada di situ," kata Wako, Sabtu (9/5).

Baca Juga:  Road to Grand Final Z Face Riau 2021: Persiapkan Mental dan Fisik

Menurutnya, wakil pemerintah di garda terdepan di tengah masyarakat adalah ketua RT/RW. Karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan warga. Ketua RT/RW lah yang mengetahui kondisi warga tersebut apakah layak atau tidaknya mendapatkan bantuan.

Namun, apabila saat pendataan ada warganya yang tertinggal atau tercecer dari data dapat mengadukannya ke posko BPBD, atau di call center 112 penanganan Covid-19 Pekanbaru.

"BPBD harus standby. Kalau ada pengaduan ke posko, langsung verifikasi sama RT, RW tempat tinggalnya. Kalau benar, langsung kirim bantuan sembako ke tempat tinggalnya, karena bisa saja waktu input data tercecer," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemko Pekanbaru telah mulai menyalurkan bantuan pangan lanjutan kepada 30.000 kepala keluarga (KK) yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Di mana pada bantuan pangan sebelumnya, Pemko Pekanbaru telah memberikan bantuan ke 15.625 KK. (*1/yls)

Baca Juga:  Resmikan Kantor Baru, RFB Pekanbaru Berikan Pelayanan Terbaik Untuk Nasabah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengaku menyiapkan paket bantuan pangan darurat bagi warga yang benar-benar memerlukan tapi tidak terdata sebagai penerima bantuan pangan dari pemerintah oleh RT/RW di lingkungan tempat tinggalnya.

Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus MT, mengatakan, bantuan dapat diberikan apabila setelah ada klarifikasi dari RT/RW setempat bahwa yang bersangkutan memang benar belum pernah mendapatkan bantuan.

"Jika masih ada yang tercecer datanya, mungkin pada saat disampaikan pak RT/RW inputnya tertinggal, kalau memang dia betul-betul warga yang sangat memerlukan, kami masih standby di posko BPBD, ada paket paket darurat. Kalau satu hari sampai 10-20 paket ada di situ," kata Wako, Sabtu (9/5).

Baca Juga:  Sarankan Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Ekonomi

Menurutnya, wakil pemerintah di garda terdepan di tengah masyarakat adalah ketua RT/RW. Karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan warga. Ketua RT/RW lah yang mengetahui kondisi warga tersebut apakah layak atau tidaknya mendapatkan bantuan.

Namun, apabila saat pendataan ada warganya yang tertinggal atau tercecer dari data dapat mengadukannya ke posko BPBD, atau di call center 112 penanganan Covid-19 Pekanbaru.

- Advertisement -

"BPBD harus standby. Kalau ada pengaduan ke posko, langsung verifikasi sama RT, RW tempat tinggalnya. Kalau benar, langsung kirim bantuan sembako ke tempat tinggalnya, karena bisa saja waktu input data tercecer," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemko Pekanbaru telah mulai menyalurkan bantuan pangan lanjutan kepada 30.000 kepala keluarga (KK) yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Di mana pada bantuan pangan sebelumnya, Pemko Pekanbaru telah memberikan bantuan ke 15.625 KK. (*1/yls)

Baca Juga:  Cekcok, Besi Pembuka Velg Melayang ke Kepala
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengaku menyiapkan paket bantuan pangan darurat bagi warga yang benar-benar memerlukan tapi tidak terdata sebagai penerima bantuan pangan dari pemerintah oleh RT/RW di lingkungan tempat tinggalnya.

Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus MT, mengatakan, bantuan dapat diberikan apabila setelah ada klarifikasi dari RT/RW setempat bahwa yang bersangkutan memang benar belum pernah mendapatkan bantuan.

"Jika masih ada yang tercecer datanya, mungkin pada saat disampaikan pak RT/RW inputnya tertinggal, kalau memang dia betul-betul warga yang sangat memerlukan, kami masih standby di posko BPBD, ada paket paket darurat. Kalau satu hari sampai 10-20 paket ada di situ," kata Wako, Sabtu (9/5).

Baca Juga:  Pemko Harus Adil Batasi Kerumunan

Menurutnya, wakil pemerintah di garda terdepan di tengah masyarakat adalah ketua RT/RW. Karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan warga. Ketua RT/RW lah yang mengetahui kondisi warga tersebut apakah layak atau tidaknya mendapatkan bantuan.

Namun, apabila saat pendataan ada warganya yang tertinggal atau tercecer dari data dapat mengadukannya ke posko BPBD, atau di call center 112 penanganan Covid-19 Pekanbaru.

"BPBD harus standby. Kalau ada pengaduan ke posko, langsung verifikasi sama RT, RW tempat tinggalnya. Kalau benar, langsung kirim bantuan sembako ke tempat tinggalnya, karena bisa saja waktu input data tercecer," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemko Pekanbaru telah mulai menyalurkan bantuan pangan lanjutan kepada 30.000 kepala keluarga (KK) yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Di mana pada bantuan pangan sebelumnya, Pemko Pekanbaru telah memberikan bantuan ke 15.625 KK. (*1/yls)

Baca Juga:  Calon Ketua RT/RW Pekanbaru Wajib Ikuti Fit and Proper Test

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari