Minggu, 23 Juni 2024

1.400 Jiwa Terdampak, Pemko Pekanbaru Siaga Banjir

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Banjir masih merendam ratusan rumah warga Kota Pekanbaru khususnya di wilayah Rumbai. Ada sekitar 1.400 jiwa lebih yang terdampak banjir. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pun menyiagakan peralatan tenda dan perahu di lokasi banjir untuk membantu korban banjir.

”Kami sudah melaporkan ke Gubernur Riau terkait bencana banjir ini. Di Pekanbaru ada genangan dan banjir juga,” ujar Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Selasa (9/1).

- Advertisement -

Ia menyebutkan, banjir yang terjadi di Pekanbaru disebabkan naiknya volume air Sungai Siak sehingga meluap. Akibatnya, sejumlah wilayah di Rumbai terendam.

”Pemko sudah mengantisipasi banjir dengan mendirikan posko-posko di lokasi terdekat banjir. Ada sekitar 1.400 jiwa lebih atau 100 lebih Kepala Keluarga (KK) lebih yang terdampak banjir,” kata Sekko lagi.

Menurutnya, meski pemko sudah mendirikan posko penanganan banjir, namun tak banyak warga yang memanfaatkan posko tersebut. ”Sebagian warga memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Jumlah Pengungsi Rohingya Terus Bertambah

Sekko menambahkan, pemko juga sudah mengirimkan suplai makanan kepada pengungsi banjir. Bantuan yang disalurkan berapa makanan siap saji dan nasi bungkus.

”Bahkan kami juga mengirimkan dokter ke tempat pengungsian. Kami juga tetap mengantisipasi banjir dengan menyiagakan peralatan,” terangnya.

Pemko Pekanbaru sendiri sudah menetapkan status Darurat Banjir sejak akhir tahun lalu hingga 31 Januari ini. ”Informasinya, Pekanbaru akan memasuki musim kemarau akhir Januari 2024,” sebut Sekko.

Sementara itu,Kepala BPBD Kota Pekanbaru Zarman Chandra melalui Kasi Kedaruratan Suhendri mengatakan, bahwa dalam mengantisipasi banjir di awal tahun ini, pihaknya meninggalkan sejumlah peralatan di titik banjir. ”Di lokasi banjir kami ada sediakan tenda dan perahu. Untuk tenda dan perahu ini kami tinggal di Rumbai. Hampir di semua titik banjir kami dirikan tenda pengungsian. Kemudian untuk perahu, kami ada sediakan perahu LKMD, Jalan Kesadaran Rumbai, rusunawa juga ada, dekat kantor IPAL,” ungkap Suhendri.

Baca Juga:  Belum Ada Calon yang Mendaftar

Sedangkan, Camat Rumbai Vemi Herliza mengatakan, air masih menggenangi sejumlah pemukiman dan ruas jalan di beberapa wilayah di Pekanbaru, bahkan untuk ketinggian air khususnya di Perumahan Witayu, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai Pekanbaru mencapai sepinggang orang dewasa.

“Sampai saat ini air masih menggenangi sejumlah wilayah di daerah Kecamatan Rumbai. Air kadang naik dan turun, tadi pagi sempat turun sekitar 10 cm, tapi gak tau sore ini naik lagi,”ujar Vemi Herliza.(ilo/dof/yls)

Laporan TIM RIAU POS, PEKANBARU






Reporter: Redaksi Riau Pos Riau Pos

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Banjir masih merendam ratusan rumah warga Kota Pekanbaru khususnya di wilayah Rumbai. Ada sekitar 1.400 jiwa lebih yang terdampak banjir. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pun menyiagakan peralatan tenda dan perahu di lokasi banjir untuk membantu korban banjir.

”Kami sudah melaporkan ke Gubernur Riau terkait bencana banjir ini. Di Pekanbaru ada genangan dan banjir juga,” ujar Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Selasa (9/1).

Ia menyebutkan, banjir yang terjadi di Pekanbaru disebabkan naiknya volume air Sungai Siak sehingga meluap. Akibatnya, sejumlah wilayah di Rumbai terendam.

”Pemko sudah mengantisipasi banjir dengan mendirikan posko-posko di lokasi terdekat banjir. Ada sekitar 1.400 jiwa lebih atau 100 lebih Kepala Keluarga (KK) lebih yang terdampak banjir,” kata Sekko lagi.

Menurutnya, meski pemko sudah mendirikan posko penanganan banjir, namun tak banyak warga yang memanfaatkan posko tersebut. ”Sebagian warga memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga:  Evaluasi Kinerja Kepala OPD Masih Ditunda

Sekko menambahkan, pemko juga sudah mengirimkan suplai makanan kepada pengungsi banjir. Bantuan yang disalurkan berapa makanan siap saji dan nasi bungkus.

”Bahkan kami juga mengirimkan dokter ke tempat pengungsian. Kami juga tetap mengantisipasi banjir dengan menyiagakan peralatan,” terangnya.

Pemko Pekanbaru sendiri sudah menetapkan status Darurat Banjir sejak akhir tahun lalu hingga 31 Januari ini. ”Informasinya, Pekanbaru akan memasuki musim kemarau akhir Januari 2024,” sebut Sekko.

Sementara itu,Kepala BPBD Kota Pekanbaru Zarman Chandra melalui Kasi Kedaruratan Suhendri mengatakan, bahwa dalam mengantisipasi banjir di awal tahun ini, pihaknya meninggalkan sejumlah peralatan di titik banjir. ”Di lokasi banjir kami ada sediakan tenda dan perahu. Untuk tenda dan perahu ini kami tinggal di Rumbai. Hampir di semua titik banjir kami dirikan tenda pengungsian. Kemudian untuk perahu, kami ada sediakan perahu LKMD, Jalan Kesadaran Rumbai, rusunawa juga ada, dekat kantor IPAL,” ungkap Suhendri.

Baca Juga:  Jumlah Pengungsi Rohingya Terus Bertambah

Sedangkan, Camat Rumbai Vemi Herliza mengatakan, air masih menggenangi sejumlah pemukiman dan ruas jalan di beberapa wilayah di Pekanbaru, bahkan untuk ketinggian air khususnya di Perumahan Witayu, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai Pekanbaru mencapai sepinggang orang dewasa.

“Sampai saat ini air masih menggenangi sejumlah wilayah di daerah Kecamatan Rumbai. Air kadang naik dan turun, tadi pagi sempat turun sekitar 10 cm, tapi gak tau sore ini naik lagi,”ujar Vemi Herliza.(ilo/dof/yls)

Laporan TIM RIAU POS, PEKANBARU






Reporter: Redaksi Riau Pos Riau Pos
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari