Minggu, 18 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Wako: Paling Tidak Peduli Covid-19 Itu Masyarakat Tampan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jumlah warga Kota Pekanbaru yang terkait Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus bertambah. Dari 12 kecamatan yang ada, hingga Senin (6/4) kemarin, Tampan menjadi wilayah terbanyak.

Hal ini pula yang jadi keprihatinan Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT. Dia  menyoroti masih adanya warga Pekanbaru yang tak mempedulikan keselamatan diri dengan keluar rumah saat Covid-19 mewabah.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru Senin kemarin, terdata di Kota Pekanbaru ada 1.765 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dengan rincian 1.553 masih dipantau dan 212 selesai dipantau. Selanjutnya ada 72 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan rincian 56 masih dirawat, 13 sehat, dan 3 meninggal. Sedangkan pasien positif Covid-19 lima orang dengan empat masih dirawat dan satu sudah sembuh.

Baca Juga:  Jalan Murai Batu Berlumpur dan Licin

Jika dilihat sebaran yang ada di 12 kecamatan, Tampan menjadi lokasi terbanyak yang warganya terkait Covid-19.  Di Kecamatan Tampan ada 175 ODP, 9 PDP, 2 positif, Marpoyan Damai  99 ODP, 5 PDP, dan 1 positif, Tenayan Raya 120 ODP, 3 PDP, 1 positif, Bukitraya 101 ODP, 1 PDP, Rumbai Pesisir 60 ODP, 1 PDP, Sukajadi 49 ODP, 1 PDP, Rumbai 54 ODP, 2 PDP, Pekanbaru Kota 33 ODP, 1 PDP, Payung Sekaki 45 ODP, 5 PDP, Limapuluh 34 ODP, 2 PDP, Senapelan 26 ODP, 1 PDP dan Sail 27 ODP.

Dikatakan Firdaus, data ini menunjukkan kesadaran masyarakat masih rendah.

''Korelasi masyarakat yang peduli dan tidak peduli, paling besar Tampan. Paling tidak peduli itu masyarakat Tampan, lalu Tenayan Raya, Bukitraya, Marpoyan Damai,'' kata dia.

Baca Juga:  Diguyur Hujan, Pekanbaru "Berkuah"

Dia melanjutkan, masyarakat harus sadar berbahayanya Covid-19. Karena itu, arahan untuk menerapkan jaga jarak sosial harus diterapkan dengan disiplin. ''Tugas kita memberikan edukasi bahwa Covid-19 ini berbahaya,'' jelasnya.

Laporan: M Ali Nurman
Editor: E Sulaiman

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jumlah warga Kota Pekanbaru yang terkait Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus bertambah. Dari 12 kecamatan yang ada, hingga Senin (6/4) kemarin, Tampan menjadi wilayah terbanyak.

Hal ini pula yang jadi keprihatinan Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT. Dia  menyoroti masih adanya warga Pekanbaru yang tak mempedulikan keselamatan diri dengan keluar rumah saat Covid-19 mewabah.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru Senin kemarin, terdata di Kota Pekanbaru ada 1.765 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dengan rincian 1.553 masih dipantau dan 212 selesai dipantau. Selanjutnya ada 72 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan rincian 56 masih dirawat, 13 sehat, dan 3 meninggal. Sedangkan pasien positif Covid-19 lima orang dengan empat masih dirawat dan satu sudah sembuh.

Baca Juga:  Penderita Sakit Risiko Tinggi Dapat Atensi Khusus

Jika dilihat sebaran yang ada di 12 kecamatan, Tampan menjadi lokasi terbanyak yang warganya terkait Covid-19.  Di Kecamatan Tampan ada 175 ODP, 9 PDP, 2 positif, Marpoyan Damai  99 ODP, 5 PDP, dan 1 positif, Tenayan Raya 120 ODP, 3 PDP, 1 positif, Bukitraya 101 ODP, 1 PDP, Rumbai Pesisir 60 ODP, 1 PDP, Sukajadi 49 ODP, 1 PDP, Rumbai 54 ODP, 2 PDP, Pekanbaru Kota 33 ODP, 1 PDP, Payung Sekaki 45 ODP, 5 PDP, Limapuluh 34 ODP, 2 PDP, Senapelan 26 ODP, 1 PDP dan Sail 27 ODP.

Dikatakan Firdaus, data ini menunjukkan kesadaran masyarakat masih rendah.

- Advertisement -

''Korelasi masyarakat yang peduli dan tidak peduli, paling besar Tampan. Paling tidak peduli itu masyarakat Tampan, lalu Tenayan Raya, Bukitraya, Marpoyan Damai,'' kata dia.

Baca Juga:  Wagubri Edy Natar: TPID Harus Bisa Tekan Laju Inflasi Bahan Pokok

Dia melanjutkan, masyarakat harus sadar berbahayanya Covid-19. Karena itu, arahan untuk menerapkan jaga jarak sosial harus diterapkan dengan disiplin. ''Tugas kita memberikan edukasi bahwa Covid-19 ini berbahaya,'' jelasnya.

- Advertisement -

Laporan: M Ali Nurman
Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jumlah warga Kota Pekanbaru yang terkait Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus bertambah. Dari 12 kecamatan yang ada, hingga Senin (6/4) kemarin, Tampan menjadi wilayah terbanyak.

Hal ini pula yang jadi keprihatinan Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT. Dia  menyoroti masih adanya warga Pekanbaru yang tak mempedulikan keselamatan diri dengan keluar rumah saat Covid-19 mewabah.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru Senin kemarin, terdata di Kota Pekanbaru ada 1.765 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dengan rincian 1.553 masih dipantau dan 212 selesai dipantau. Selanjutnya ada 72 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan rincian 56 masih dirawat, 13 sehat, dan 3 meninggal. Sedangkan pasien positif Covid-19 lima orang dengan empat masih dirawat dan satu sudah sembuh.

Baca Juga:  PUPR Lakukan Normalisasi Anak Sungai

Jika dilihat sebaran yang ada di 12 kecamatan, Tampan menjadi lokasi terbanyak yang warganya terkait Covid-19.  Di Kecamatan Tampan ada 175 ODP, 9 PDP, 2 positif, Marpoyan Damai  99 ODP, 5 PDP, dan 1 positif, Tenayan Raya 120 ODP, 3 PDP, 1 positif, Bukitraya 101 ODP, 1 PDP, Rumbai Pesisir 60 ODP, 1 PDP, Sukajadi 49 ODP, 1 PDP, Rumbai 54 ODP, 2 PDP, Pekanbaru Kota 33 ODP, 1 PDP, Payung Sekaki 45 ODP, 5 PDP, Limapuluh 34 ODP, 2 PDP, Senapelan 26 ODP, 1 PDP dan Sail 27 ODP.

Dikatakan Firdaus, data ini menunjukkan kesadaran masyarakat masih rendah.

''Korelasi masyarakat yang peduli dan tidak peduli, paling besar Tampan. Paling tidak peduli itu masyarakat Tampan, lalu Tenayan Raya, Bukitraya, Marpoyan Damai,'' kata dia.

Baca Juga:  Penderita Sakit Risiko Tinggi Dapat Atensi Khusus

Dia melanjutkan, masyarakat harus sadar berbahayanya Covid-19. Karena itu, arahan untuk menerapkan jaga jarak sosial harus diterapkan dengan disiplin. ''Tugas kita memberikan edukasi bahwa Covid-19 ini berbahaya,'' jelasnya.

Laporan: M Ali Nurman
Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari